Suami Tidak Memberi Nafkah Batin? Ini Yang Bisa Istri Lakukan

0
323
Hubungan suami istri yang baik dapat membangun keharmonisan dalam rumah tangga ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Ustad berdosakah kalau suami tidak memberi nafkan batin? Terima kasih ( L via fb)

 

iklan

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah.  Salah satu tujuan berumah tangga atau menikah adalah agar muncul atau tumbuh perasaan tentram, bahagia, saling menyayangi dan juga mengasihi. Dalam Al Quran secara jelaskan Allah sebutkan,

(21). وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ 

“ Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Allah menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, serta Allah jadikan rasa kasih dan sayang di antaramu. Sung­guh, pada yang demikian itu ter­dapat tanda-tanda kebesaran Allah ba­gi kaum yang berpikir. ” (QS. Ar. Ruum (30):21).

Nah, untuk mewujudkan dan menjaga perasaan tentram, bahagia, saling menyayangi dan juga mengasihi selama menjalani kehidupan rumah tangga maka suami istri harus menjalankan atau menunaikan hak dan kewajibannya. Kewajiban istri  taat pada suami dan kewajiban suami memberikan nafkah kepada istri.  Dalam Al Quran secara jelaskan Allah sebutkan,

(233)….وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ..

“…………..Kewajiban ayah, yaitu memberikan nafkah dan pakaian kepada mereka dengan cara yang baik……” ( QS.Al Baqarah: 233)

Dari ayat ini dapat diketahui bahwa seorang suami mempunyai kewajiban untuk menafkahi istrinya. Tentu yang dimaksud adalah nafkah lahir dan batin. Nafkah lahir sebagaimana kita ketahui meliputi pangan atau istilahnya sembako, sandang atau pakaian dan juga papan atau tempat tinggal. Sementara nafkah batin salah satunya adalah menggauli atau berhubungan suami istri dengan baik atau ma’ruf.

Namun, ada beberapa kasus dimana seorang suami tidak dapat memberikan nafkah lahir maupun batin kepada istrinya karena beberapa hal. Misalnya dalam hal nafkah batin seperti yang Anda tanyakan dimana suami tidak bisa memberi nafkah batin kepada istrinya karena sakit bisa sakit sementara atau permanen, mengalami gangguan psikis, lemah syahwat atau impoten. Tentu dengan kondisi ini suami bisa menggauli istrinya dengan baik.

Lalu apa yang bisa Anda lakukan? Pertama, bersabar dan bangun komunikasi yang baik dengan suami. Komunikasi ini penting untuk mengetahui penyebabnya dan membangun keharmonisan dalam rumah tangga.

Kedua, ikhtiar atau usaha. Kalau suami Anda sakit baik fisik atau psikis maka harus ada ikhtiar untuk mengobati agar sehat dan dapat melaksanakan kewajibannya. Anda dan suami pergi ke dokter atau psikolog untuk konsultasi.

Bagaimana kalau suami sehat dan mampu namun malas atau tidak mau memberi nafkah batin pada istrinya? Dalam hal seperti ini jelas suami berdosa karena telah berbuat dzalim dan tidak melaksanakan kewajibannya kepada istri.

Apa yang perlu Anda lakukan? Kembali bangun komunikasi yang baik dengan suami.Cari tahu sebabnya mengapa demikian. Bisa jadi masalahnya ada pada suami atau bahkan justru ada pada diri istrinya. Maka menjalin komunikasi ini penting dalam rumah tangga. Jika dirasa perlu maka Anda bisa minta bantuan pihak ketiga misalnya orangtua suami atau keluarga atau saudara suami.

Namun jika Anda merasa semua upaya telah dilakukan dan tidak ada hasil lalu Anda benar-benar kekurangan dalam nafkah batin dan tidak bisa mentolerirnya atau tidak bisa menerima keadaan ini, maka Anda diperbolehkan untuk menggugat cerai .

Dasarnya apa? Salah satunya Anda bisa baca dalam buku nikah dimana seorang istri bisa atau boleh menggugat cerai salah satunya disebabkan suami dengan sengaja atau sadar tidak memberi nafkah wajib (lahir atau batin) kepada istri tiga bulan lamanya.

Memang benar bahwa menikah itu bukan sekedar urusan biologis atau hubungan suami istri saja. Tetapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa kurang atau tidak adanya hubungan suami istri yang baik dapat mengganggu keharmonisan dalam hidup berumah tangga. Begitu pula sebaliknya. Sebab, dalam Islam hubungan suami itu bisa bernilai ibadah jika dilakukan sesuai syariat Islam dan bertujuan untuk membahagian pasangan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

Nah, terkait pembahasan masalah dan solusi hubungan suami istri lebih detail dan mendalam Anda dan juga bapak ibu sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “CINTA & SEKS Keluarga Muslim” yang saya tulis bersama dr Untung Santosa. Selain bahasan atau tinjauan dari sisi medis juga ada pembahasan dari sisi syar’inya sehingga buku ini jauh dari kesan jorok atau porno. Insya Allah buku ini ilmiah juga syar’iyah yang sangat bermanfaat bagi suami dan juga istri. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

5

Red: admin

Editor: iman

936

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini