Malam Ibarat Pakaian dan Siang Untuk Mencari Nafkah (Tafsir surat An Naba’ bagian.2)

0
212
Salah satu tanda kebesaran Allah adalah bergantinya siang dan malam ( ilustrasi foto: pixabay/norman)
Salah satu tanda kebesaran Allah adalah bergantinya siang dan malam ( ilustrasi foto: pixabay/norman)

Tafsir Surat An Naba’ ayat 9 – 11 

Oleh: Dr. Aam Amiruddin, M.Si

PERCIKANIMAN.ID – – Allah Swt jadikan bergantinya siang dan malam sebagai salah satu bukti kebesaran-Nya. Kebanyak manusia menjadikan malam sebagai waktu untuk tidur dan istirahat dari aktivitas. Dalam Al Quran begitus jelasnya Allah berfirman,

 

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

[Wa ja‘alnaa naumakum subaataa.]

Kami jadikan tidurmu untuk beristirahat.” (QS. An Naba’: 9)

 

Tidur adalah nikmat yang tak terbayar. Pernahkah Anda mengalami sulit tidur? Apa yang Anda rasakan? Lelah luar biasa, bukan? Masya Allah, tidur adalah nikmat yang sangat mahal. Namun, sedikit sekali manusia yang menyadarinya.

Saat tidur lelap, organ-organ tubuh akan bekerja lebih ringan, otot-otot beristirahat, dan saraf-saraf pun mengalami relaksasi. Itulah sebabnya, mengapa kita merasa segar saat bangun tidur.

Tidur adalah suatu proses ketika Allah menahan ruh atau jiwa. Jika berkehendak, Allah akan mengembalikannya pada jasad kita. Namun jika tidak, akan terjadi kematian.

Allah memegang nyawa seseorang pada saat kematiannya dan nyawa orang yang belum mati ketika ia tidur. Allah menahan nyawa orang yang telah ditetapkan kematiannya dan melepaskan nyawa lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada peristiwa itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 42)

Sudah sepantasnya kita selalu berdoa setiap akan tidur dengan mengucapkan: “Bismika allahumma ahya wa amuut (Dengan kekuasaan-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati)”. Saat bangun tidur pun kita harus berdoa, “Alhamdulillahil ladzii ahyanaa ba‘da maa amaatana wa ilaihin nusyur (Segala puji milik Allah yang telah memberikan kehidupan kembali setelah mematikan dan kepada-Nya saya akan kembali).”

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

[Wa ja‘alnal laila libaasaa.]

Kami jadikan malam sebagai pakaian.” (QS. An Naba’: 10)

Malam adalah waktu yang paling cocok untuk tidur. Biasanya, tubuh kita memberikan sinyal berupa rasa kantuk. Kalaupun ada sejumlah orang yang tidak biasa tidur di waktu malam, ini adalah pengecualian.

Pada ayat ini digambarkan malam sebagai pakaian. Pakaian berfungsi untuk melindungi tubuh dari gigitan dingin atau sengatan panas. Tubuh kita akan bermasalah kalau tidak ditutup dengan pakaian. Sebaliknya, akan sehat dan segar kalau dibalut atau dilindungi pakaian.

Malam diumpamakan pakaian sebab ada persamaan dari segi memberikan keamanan pada tubuh kita. Tidur akan melindungi tubuh dari rasa capek. Seperti halnya pakaian akan melindungi tubuh dari dingin dan panas.

Inilah rahasia kenapa malam diumpamakan dengan pakaian. Yaitu, adanya persamaan dari segi memberikan perlindungan pada tubuh manusia.

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

[Wa ja‘alnan nahaara ma‘aasya.]

Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.”  (QS. An Naba’:  11)

Setelah Allah menjadikan malam sebagai waktu istirahat, datanglah waktu siang sebagai ajang perhelatan dalam mencari nafkah dan kehidupan. Mayoritas manusia beraktivitas pada siang hari karena demikianlah sunatullah-nya.

Bagi orang beriman, kapanpun waktu aktivitasnya, baik siang maupun malam, semuanya menjadi sarana ibadah dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketika kita pergi ke kantor untuk bekerja maka itu adalah ibadah. Ketika kita ke kampus untuk mencari ilmu atau mengajar, itu adalah ibadah.

Tafsir Juz Amma

Ketika kita ke pasar untuk membeli keperluan rumah tangga, itu juga ibadah. Pokoknya, segala ucap dan perbuatan yang dicintai dan diridoi Allah adalah ibadah. Maka jadikanlah aktivitas kita menjadi sarana ibadah kepada Allah. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Hayaatunaa kulluha ’ibaadah (Seluruh aspek kehidupan kita bisa bernilai ibadah).”

Pada ayat ke-6 sampai 11, Allah Swt. berfirman seputar kehidupan manusia yang bersifat keseharian: bumi sebagai ayunan, gunung sebagai pasak, tidur sebagai waktu istirahat, malam sebagai pelindung atau pakaian, dan siang sebagai sarana aktivitas. Maka pada ayat berikutnya, Allah Swt. berfirman seputar bintang-bintang dan matahari yang juga menjadi penunjang yang sangat penting bagi kehidupan manusia.  Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

914

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini