Akhirat, Kehidupan yang Sesungguhnya (Tafsir Surat Al-A’la Ayat 17-19)

surga

Dalam ayat ke-16 telah dijelaskan bahwa banyak manusia yang tertipu oleh  kehidupan dunia yang sebenarnya “hanya sesaat”. Allah Swt tidak melarang kita untuk menikmati dunia, selama kita mendapatkannya dengan cara yang halal dan benar menurut aturan-aturan Allah. Pada ayat berikutnya atau ayat ke-17, Allah swt. Menegaskan, walau bagaimanapun akhirat itu lebih kekal daripada dunia. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Subhanallah, Maha Suci Allah. Allah terus mengingatkan kita pada kehidupan yang sesungguhnya, yakni kehidupan akhirat yang penuh dengan kenikmatan dan keabadian. Namun sayang, sangat…

Selanjutnya

Harmoni Ramadhan : Tafsir Al-Quran Surat Al-Baqarah 187

Oleh : Dr. Aam Amiruddin   “Dihalalkan bercampur dengan istrimu pada malam hari di bulan puasa. Mereka adalah pakaianmu dan kamu pakaian mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu. Karenanya, Dia mengampuni dan memaafkanmu. Sekarang campuri mereka dan cari apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakan puasa sampai datang malam. Namun, janganlah kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itu ketentuan Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada…

Selanjutnya

Rencana Orang Kafir Jauhkan Umat dari Ajaran Islam (Tafsir Surat Ath-Thariq Ayat 15,16,17)

pemimpin

Pada tiga ayat terakhir yaitu ayat 15,16 dan 17 surat Ath-Thariq, Allah menyatakan bahwa orang kafir yang memusuhi Islam  tidak akan tinggal diam.  Mereka akan melakukan  berbagai cara dan tipu daya  agar umat Islam menjauh dari ajaran yang telah disampaikan melalui Rasulullah saw. Berikut ayat 15 dan 16 surat Ath Thariq: إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا وَأَكِيدُ كَيْدًا Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana  dengan sebenar-benarnya. Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang memusuhi Islam akan terus berjuang membuat berbagai tipu daya agar umat…

Selanjutnya

Shalatlah Agar Batinmu Bersih (Tafsir Surat Al A’la Ayat 15)

Shalat

Dalam tafsir surat Al A’la ayat ke 14 dijelaskan bahwa membersihkan diri dapat mengandung dua makna yaitu;  membersihkan kotoran lahiriah ataupun noda batiniah. Allah swt. menyukai orang-orang yang selalu berusaha membersihkan jasad dan rohaninya, Inna Llaha yuhibbu at-tawwabiina wa yuhibbu al-mutathahhiriin ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang suka menyucikan rohani dan orang-orang yang menyucikan badan”. Jadi, antara kesucian batin dan kebersihan lahir itu harus berimbang, alias dua-duanya harus bersih. Itulah orang-orang yang akan mendapat keberuntungan. Bagaimana cara membersihkan batin atau rohani? Dijelaskan pada ayat ke 15 ini وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى…

Selanjutnya

Tipe Manusia yang Tertipu oleh Dunia (Tafsir Surat Al A’la Ayat 16)

uang rupiah

PERCIKANIMAN.ID – Dalam tafsir Al Qur’an surat Al A’la ayat ke 15 diterangkan bahwa Allah swt. telah menjelaskan cara untuk menyucikan jiwa. Namun pada kenyataanya,  tak sedikit manusia yang berpaling dari ajaran-ajaran-Nya. Mengapa? Karena ada di antara manusia yang lebih mengutamakan kehidupan duniawi, sebagaimana dijelaskan pada ayat ke 16 ini. بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi.   Dalam bahasa Arab, Dunia diambil dari kata danaa artinya ”sesuatu yang dekat, sebentar atau sesaat”. Dikatakan demikian, karena memang kehidupan dunia itu sifatnya sebentar alias sesaat. Nikmat dunia itu hanya…

Selanjutnya

Takutlah kepada Allah agar Mendapat Pelajaran (Tafsir Surat Al A’la Ayat 10-11)

Berikut adalah kutipan surat Al-A’la ayat 10 : وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى orang yang takut akan mendapat pelajaran Pada ayat sembilan (lihat artikel sebelumnya ) disebutkan bahwa Nabi saw. diperintahkan oleh Allah untuk memberikan peringatan. Nah, pada ayat ini Allah swt. mengaskan bahwa orang-orang yang memiliki rasa takut pada Allah hatinya akan terbuka untuk menerima pelajaran atau peringatan-peringatan tersebut. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Nabi saw. pernah memberikan ilustrasi bahwa hati manusia dalam menerima peringatan atau pelajaran diumpamakan bagaikan tanah. Pertama, ada tanah yang subur, yaitu tanah yang mampu menyerap air dengan…

Selanjutnya

Tangga Kebajikan (Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Baqarah [2]: 177)

masjidilaqsa

Oleh : Dr. H. Aam Amiruddin     “bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang…

Selanjutnya

Lempar Janji Sembunyi Iman (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 100-102) Bag. 2

kitab

Oleh : Dr. Aam Amiruddin “Setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke balik punggung, seakan-akan mereka tidak tahu.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 101) Rasulullah Saw. tetap dengan santunnya mengajak mereka untuk mencermati sacara saksama bahwa yang dibawanya (Al-Quran) semata sebagai pembenaran, penguatan dan penyempurna yang ada dalam kitab Taurat. Tapi, pengaruh hawa nafsu dan tipu daya setan menyebabkan mereka terlalu buta untuk melihat kebenaran. Al-Quran mereka tolak karena sosok Muhammad…

Selanjutnya

Topeng Keangkuhan Bani Israil (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 97-99) Bag 2

keran masjid

Oleh : DR. H Aam Amiruddin “Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 98) Meski Bani Israil hanya memusuhi Jibril, namun tidak berarti Allah akan membiarkan mereka begitu saja. Allah menyatakan bahwa memusuhi Jibril, Mikail, dan malaikat lainnya sama artinya dengan memusuhi Allah. Barang siapa memusuhi Rasul Allah, siapa pun itu, berarti mereka memusuhi Allah. Pada dasarnya, baik rasul ataupun malaikat, tidak ada yang memegang kuasa penuh untuk menjalankan sendiri yang diinginkannya. Rasul dan malaikat hanya utusan…

Selanjutnya

Fanatisme Etnis (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 91-93) Bag 3

yahudi1

Oleh : Dr. Aam Amiruddin, M.Si “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), ‘Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!’ mereka menjawab, ‘Kami mendengar tetapi tidak mentaati.’ Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah, ‘Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).’” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 93) Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, alasan kaum Yahudi tidak mengimani Nabi Muhammad Saw. ialah karena nabi ini bukan dari…

Selanjutnya

Angan-angan Bani Israil (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 94-96) Bag 2

israel

Oleh : Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 96) Sungguh bertolak belakang yang dikatakan oleh kaum Yahudi dan Nasrani dengan keadaan yang sesugguhnya. Di lidah, mereka dengan percaya diri mengatakan tidak takut mati karena menganggap diri sudah dipastikan masuk surga. Namun pada…

Selanjutnya

Fanatisme Etnis (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 91-93) Bag 2

pemandangan

Oleh : Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si Bukti kebohongan Kaum Yahudi yang nyata diperlihatkan dalam perilaku busuk sebagaimana disindir dalam ayat tadi, “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?” Dengan kata lain, jika kalian tidak beriman kepada Muhammad, karena bukan dari etnis kalian, mengapa para nabi yang berasal dari etnis kalian, selalu kalian dustakan dan kalian bunuh? Nyatalah bahwa mereka hanyalah penentang kebenaran baik yang tertulis di kitab Taurat,ataupun dalam kitab Al-Quran. Pada dasarnya, yang datang dari kitab langit, muaranya satu yaitu Allah. Meski kitab…

Selanjutnya

Fanatisme Etnis (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 91-93) Bag 1

alquran, tafsir,

Oleh : Dr. Aam Amiruddin, M.Si “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Berimanlah kepada Al-Quran yang diturunkan Allah,’ mereka berkata, ‘Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.’ dan mereka kafir kepada Al-Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah, ‘Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?’” (QS. Al-Baqarah [2]: 91) Dhahir-nya ayat ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi dengan tujuan agar mereka menyadari betul apa yang telah mereka ketahui dalam kitab yang diturunkan kepada…

Selanjutnya

Dampak Buruk Inkonsistensi Beragama (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 85-86) Bag 2

yahudi1

Oleh  : Dr. H. Aam Amiruddin Merekalah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Maka, tidak akan diringankan azab mereka dan tidak akan ditolong. (QS. Al Baqarah [2] : 86)  *** Bukan tanpa sebab tentunya mereka melakukan itu semua. Hawa nafsu dan kemewahan dunia menjadi sumber dari segalanya. Dengan begitu, mereka hanya bersedia melakukan perintah-perintah yang menjamin kepentingan pribadi dan keuntungan materi. Mereka tidak ambil peduli dengan masalah-masalah yang bertautan dengan alam akhirat. Dengan setumpuk dosa dan kesalahan serta segala penyembahan terhadap kepuasan syahwat duniawi, kaum Yahudi telah menutup mata hati…

Selanjutnya

Surga, Imbalan Bagi Orang Beriman dan Saleh (Tafsir QS. Al-Buruuj Ayat 11)

surga

Surga, Imbalan Bagi Orang Beriman dan Saleh  (Tafsir QS. Al-Buruuj Ayat 11) Dalam ayat selanjutnya di surat Al Buruuj  , yaitu ayat ke-11,  Allah SWT berfirman : إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنتَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang besar. Ayat ini menjelaskan imbalan yang akan diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yakni surga yang penuh kenikmatan. Pada ayat ini Allah swt. hanya menjelaskan surga dengan ungkapan singkat yakni…

Selanjutnya

Saat Manusia Diciptakan dari Air yang Dipancarkan (Tafsir Surat Ath-Thariq Ayat 5-8)

manusia

Dalam ayat sebelumnya yaitu ayat 4 diterangkan bahwa  Allah swt. telah mengingatkan bahwa setiap diri manusia itu ada penjaga yang mengawasinya.  Oleh karena setiap jiwa ada penjaga dan pengawasnya, maka manusia harus selalu mawas diri.  Sebab tak ada sedikitpun ucapan dan perbuatan yang lepas dari pengawasan dan penjagaan. Semuanya tercatat dengan sempurna. Pada ayat selanjutnya yaitu 5, 6 dan 7 , Allah berfiman :  فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِق خُلِقَ مِن مَّاء دَافِقٍ يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Diciptakan dari air yang dipancarkan,…

Selanjutnya

Bintang, Ciptaan Allah yang Menakjubkan (Tafsir Ath-Thariq Ayat 1-3)

binatng

Menempati posisi sebagai surat ke 86 dalam al-Qur’an,  surat At-Thariq adalah surat yang masuk kategori surah Makiyah.  Surat ini terdiri atas 17 ayat. Dinamakan At-Tariq yang berarti Yang datang di malam hari diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat pertama surat ini. وَ السَّماءِ وَ الطَّارِقِ 1. Demi langit dan yang datang pada malam hari. Allah swt. mengawali firman-Nya dengan menjadikan langit sebagai objek sumpah. Para ahli tafsir menyebutkan, apabila Allah swt. bersumpah dengan ciptaan-Nya, ini mengandung makna bahwa kita diperintahkan untuk menafakuri atau merenunginya. Misalnya, Wal Ashri…

Selanjutnya

Tafsir Surat Al A’la Ayat 7-9

ALQURAN

Berikut adalah kutipan surat Al A’la ayat ke 7 إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَى kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Ustadz Sayyid Quthhb dalam tafsir Adz-Dzilal menyebutkan bahwa kalimat kecuali kalau Allah menghendaki menggambarkan tentang kekuasaan Allah yang Maha Mutlak dalam segala urusan, termasuk masalah penjaminan Al Quran. Sesudah Allah menjelaskan kemahatahuan-Nya atas segala urusan, Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Bayak ayat yang senanda dengan firman-Nya ini, di antaranya. “Dia pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib;…

Selanjutnya

Tafsir Surat Al A’la Ayat 4-6

alquran, tafsir,

Berikut adalah kutipan ayat keempat  dan kelima dari surat Al A’la :   وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى dan yang menumbuhkan rumput-rumputan lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman. Pernahkah Anda menyaksikan lapangan rumput yang menghijau, begitu indah dan menyejukkan mata? Namun perlahan tapi pasti, rumput itu layu, menguning, dan akhirnya kehitam-hitaman alias mati.  Sesungguhnya ini merupakan gambaran kehidupan manusia. Kehidupan manusia diawali dengan masa-masa subur, yakni masa anak-anak dan remaja, kemudian bergerak ke masa dewasa, lalu masa tua, dan akhirnya kita akan kembali pada Allah swt. alias mati. Pada…

Selanjutnya