Para Pendosa Itu Sukanya Nyinyir Pada Orang Beriman, Ini Ciri Lainnya

  Tafsir Surat Al Muthaffifin ayat: 29 – 36   Oleh: Dr.Aam Amiruddin,M.Si   PERCIKANIMAN.ID – – Setiap kelompok atau kaum pasti ada ciri-cirinya baik orang beriman maupun orang kafir. Salah satu ciri orang beriman dapat disimak dalam surat Al Baqarah ayat 2 hingga 5. Demikian juga dalam ayat-ayat yang lain juga disebutkan. Lalu bagaimana dengan ciri orang kafir dan munafik atau para pendosa itu?.   Orang-orang yang suka berbuat dosa itu salah satu cirinya adalah dia menganggap baik amalannya dan suka menertawakan orang beriman yang beramal shalih. Ketika orang…

Selanjutnya

Benarkah Membaca Al-Qur’an Lebih Utama Dari Sholat ? Begini Penjelasannya

Assalamu’alaykum, Pak Aam, maaf ada ustad yang menerangkan surat Al-Ankabut ayat 45 itu ditafsirkan bahwa lebih baik membaca Al-Qur’an ketimbang sholat sehingga lebih wajib baca Qur’an ketimbang sholat. Benarkah demikian ?. Mohon penjelasannya. ( Zul via fb )   Wa’alaykumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Saya pribadi tidak tahu yang dimaksud ustad menurut Anda itu seperti apa. Apakah orang yang sekedar bisa ceramah? Orang yang pandai beretorika atau pidato tentang agama? Atau orang yang baru bisa menerjemahkan Alquran kemudian ditafsirkannya sendiri?.     Sebab, maaf tanpa…

Selanjutnya

3 Cara Maknai Harta, Mana Yang Kita Pahami ?

  PERCIKANIMAN.ID – –  Setiap orang pasti ingin kaya atau berharta. Salah satu motivasi orang bekerja atau mempunyai usaha adalah ingin hidupnya berkecukupan hingga berlimpahnya harta.  Namun bagi orang beriman makna harta yang sesungguhnya adalah apa yang telah kita belanjakan di jalan Allah. Dalam Alquran dengan jelas Allah Swt menegaskan,     Fa ammaa man a’thaa wattaqaa. Wa shaddaqa bil husnaa. Fasanuyassiruhu lilyusraa.   “Barang siapa memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kebahagiaan.” ( QS.Al Lail: 5-7)…

Selanjutnya

Saat Kiamat, Seluruh Anggota Badan Menjadi Saksi

hari akhir, kiamat

(Tafsir Q.S. Al-Buruuj Ayat 3) Dalam dua ayat pertama surat Al-Buruuj, Allah swt. menjelaskan tentang kehebatan gugusan-gugusan bintang  dan suatu saat alam semesta termasuk gugusan-gugusan bintang  tersebut akan mengalami kehancuran total alias kiamat. Pada ayat berikutnya, Allah menjelaskan secara lebih detil tentang apa yang akan terjadi saat kiamat tersebut : وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. Syahid artinya ”yang menyaksikan”. Masyhud artinya ”yang disaksikan”. Apa maksudnya? Pada hari kiamat, seluruh anggota badan kita akan menjadi saksi (syahid atau yang menyaksikan) atas segala ucapan dan perbuatan yang pernah kita…

Selanjutnya

Ancaman Bagi Pengintimidasi Orang Beriman (Tafsir QS. Al-Buruuj Ayat 8-10)

masjid

Pada surat Al-Buruuj ayat berikutnya yaitu ayat 8 dan 9,  Allah swt. menjelaskan mengapa mereka sampai dibakar hidup-hidup oleh raja yang zalim itu? وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍشَهِيدٌ 8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, 9. Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Ayat ini memberi penegasan alasan orang-orang beriman itu diteror dan diintimidasi.  Hal ini terjadi…

Selanjutnya

Bintang, Ciptaan Allah yang Menakjubkan (Tafsir Ath-Thariq Ayat 1-3)

binatng

Menempati posisi sebagai surat ke 86 dalam al-Qur’an,  surat At-Thariq adalah surat yang masuk kategori surah Makiyah.  Surat ini terdiri atas 17 ayat. Dinamakan At-Tariq yang berarti Yang datang di malam hari diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat pertama surat ini. وَ السَّماءِ وَ الطَّارِقِ 1. Demi langit dan yang datang pada malam hari. Allah swt. mengawali firman-Nya dengan menjadikan langit sebagai objek sumpah. Para ahli tafsir menyebutkan, apabila Allah swt. bersumpah dengan ciptaan-Nya, ini mengandung makna bahwa kita diperintahkan untuk menafakuri atau merenunginya. Misalnya, Wal Ashri…

Selanjutnya