Hukum Menafsirkan Alquran Dengan Akal, Boleh atau Tidak ?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya pernah ditegur teman katanya tidak menafsirkan Al Quran dengan akal dan tidak semua orang boleh menafsirkan Al Quran. Benarkah demikian?. Lalu sejauhmana peranan akal dalam menafsirkan Al-Qur’an? Bolehkah kita menafsirkan Al Quran sendiri? Mohon penjelasannya .( Faruq via fb )       Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Islam ajaran yang langsung dari Allah memberikan nilai yang amat tinggi terhadap akal manusia. Salah satu yang membedakan manusia dengan makhluk lain yang sama-sama ciptaan Allah adalah akal. Ada beberapa poin-poin kedudukan akal…

Selanjutnya

Azab Allah Bagi Orang Kafir

  Tafsir Surat Al Ghaasyiyah ayat 21 – 26   Oleh: Dr.Aam Amiruddin,M.Si     PERCIKANIMAN.ID – – Kewajiban orang beriman adalah mengajak kepada kebaikan dan memberikan peringatan kepada orang kafir. Maka sesungguhnya yang memberikan hidayah hanyalah Allah Swt.     فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ   “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan”. ( QS. Al Ghaasyiyah: 21)     Sungguh indah ayat ini, sesudah Allah Swt. berfirman  tentang pentingnya bertafakur tentang binatang, gunung, langit dan bumi. Lalu dilanjutkan dengan ungkapan ”Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya…

Selanjutnya

Cara Menjadi Penghuni Surga, Muliakan Dua Orang Ini

Tafsir Surat Al-Fajar ayat 17 – 30    Oleh: Dr.Aam Amiruddin, M.Si*     PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orang khususnya orang Islam pastinya ingin dan mendambakan masuk surga, termasuk masuk surga tanpa hisab atau perhitungan. Ada banyak cara atau jalan menuju Surga-Nya, salah satunya dengan memuliakan anak yatim dan memberi makan fakir miskin. Seperti dijelaskan dalam Alquran khususnya Surat Al Fajr sebagai berikut: Sekali-kali tidak, sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim ( QS.Al Fajr: 17)   Kecintaan yang berlebihan terhadap harta akan menyebabkan tumpulnya nurani kita untuk berbagi kasih dengan…

Selanjutnya

Ruginya Menukar Akhirat Dengan Kenikmatan Dunia

Tafsir Surat Al ‘Ala Oleh: Dr.Aam Amiruddin,MSi*   PERCIKANIMAN.ID – – Sebagian besar orang meyakini bahwa kehidupan dunia itu hanya sementara atau sebatas orang hidup. Selebihnya orang hidup di akhirat yang kekal.   Namun demikian masih saja ada orang yang rela mengejar kehidupan dunia dan meninggalkan akhirat. Kenikmatan hidup di akhirat yang kekal ditukar dengan harga ‘murah’ kehidupan dunia yang sementara atau fana ini.   Walaupun Allah swt. telah menjelaskan cara untuk menyucikan jiwa, namun tak sedikit manusia yang berpaling dari ajaran-ajaran-Nya. Mengapa? Karena ada di antara manusia yang lebih…

Selanjutnya