Calon Sumi Bekerja di Kapal Pesiar , Bagaimana Hukumnya ?

Assalamu’alaykum, Pak Aam. Saya seorang janda dengan dua anak. Saat ini saya dekat dengan seseorang duda yang insya Allah serius mau membangun rumah tangga. Dia bekerja di kapal pesiar untuk kawasan Eropa. Jadi kami mengobrol lewat media sosial saja. Dia pulangnya 6 -7 bulan sekali dan mendapat cuti hanya 1-1,5 bulan saja. Bagaimana hukumnya bekerja di kapal pesiar?. Bagaimana hukum suami yang meninggalkan istri selama 6 bulan? Mohon penjelasannya . ( W via fb )     Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Pada prinsipnya bekerja itu…

Selanjutnya

Menikah Karena Kecantikannya, Bolehkah ?

  Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, bagaimana hukumnya kalau menikah karena kecantikannya? Sedangkan dari sisi sifat atau ibadahnya masih kurang. Mohon nasihatnya ( Sonny via email)     Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Iya kang Sonny, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Tentu ada banyak alasan atau faktor seseorang menikah dengan pasangannya yang disebabkan adanya kecocokan atau kesamaan. Ada yang merasa cocok dan pas karena mempunyai hobby yang sama, ada yang karena sifatnya dan sebagainya termasuk karena cantik atau tampannya seseorang.     Bagi seorang laki-laki mengagumi kecantikan seorang wanita atau sebaliknya seorang wanita mengagumi ketampanan…

Selanjutnya

Menikah Menunggu Mapan, Haruskah?

Oleh: Erik Hadi Saputra*   PERCIKANIMAN.ID – – Pembaca yang kreatif, saya tidak tahu bagaimana suasana hati anda ketika membaca judul ini. Kisah ini bermaksud memberikan apresiasi kepada sahabat saya William Nata Atmaja, yang suatu ketika menampilkan gambar di profil media sosialnya dengan judul ‘Nikah Nunggu Mapan’. Isinya sebagai berikut: Menikah menunggu mapan membutuhkan Rp 350 juta untuk rumah, Rp 150 juta untuk mobil dan Rp 100 juta untuk biaya resepsi. Totalnya adalah 600 juta. Jika gaji seseorang Rp 3 juta sebulan, maka 600:3=200 bulan. Maka kesimpulannya dibutuhkan 16 tahun…

Selanjutnya

Syawal Bulan Istimewa Untuk Menikah?

  Assalamu’alaykum. Ustadz beberapa setelah Idul Fitri ( Syawal) saya melangsungkan khitbah atau lamaran kepada calon istri. Saya dan calon istri sepakat insya Allah akan melangsungkan walimah (pesta pernikahan) sekira 6 bulan kedepan, alasannya calon istri ingin menyelesaikan studinya dan saya sendiri juga mempersiapkan kebutuhan materi dan yang lainnya. Namun keluarga calon istri meminta agar segera dilakukan walimahan pada bulan Syawal ini juga alasannya karena bulan Syawal penuh keberkahan untuk menikah. Benarkah demikian dalam Islam dianjurkan untuk menikah di bulan Syawal? Bagaimana dengan bulan yang lain? Terus terang kalau harus…

Selanjutnya