Bolehkah Khatib Jumat Menggerakan Tangan Seperti Pidato? Ini Penjelasannya

  Assalamu’alaykum. Pak Aam, Bagaimana salam pembuka khotbah Jumat? Apakah cukup assalamu’alaikum saja atau diteruskan dengan kalimat warrahmatullahi wabarakaatuh? Bolehkah seorang khatib memperagakan tangannya ketika sedang berkhotbah, misalnya bergerak ekspresif seperti orang berpidato ?. ( Ibnu via fb )     Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Khutbah Jumat atau khutbah sebelum menunaikan shalat Jumat adalah salah satu syarat dalam pelaksanaan shalat Jumat. Khutbah Jumat sendiri dilakukan dua kali yakni khutbah pertama dan kedua. Dalam haditsnya Rasul bersabda,   أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ…

Selanjutnya

Syarat Sah Sholat Jum’at, Haruskah Berjumlah 40 Orang?

Assalamu’alaykum Pak Aam, saya sholat Jum’at di satu daerah yang kebetulan masjidnya kecil dan jamaahnya kurang dari 40 orang. Saya melakukan sholat Jum’at seperti biasa. Yang saya tanyakan apakah dalam sholat Jum’at adzannya dua kali? Ketika adzan pertama, orang-orang berdiri melakukan sholat, sedangkan saya tidak karena saya biasa hanya melakukan sholat tahiyat masjid dan dengan satu kali adzan. Lalu ketika selesai sholat Jum’at, khotib dan jamaah lainnya berdiri untuk sholat lagi 4 rakaat. Saya tidak mengikutinya, setelah selesai saya menanyakan, jawabannya untuk melengkapi jamaah yang kurang dari 40 orang. Apakah…

Selanjutnya

Bukan Ustadz atau Penceramah, Bolehkah Jadi Khatib Jum’at ?

Assalamu’alaykum Pak Aam, lebih dari separuh hidup saya mengikuti pengajian Pak Aam, meski kadang-kadang absen juga. Pada usia 40 tahun kemarin, saya mendapatkan perlakuan dari lingkungan yang lumayan luar biasa buat saya. Yaitu ada sesepuh masjid di lingkungan saya yang menyuruh saya menjadi khatib sholat Jum’at. Sampai sekarang saya belum menyanggupi karena saya teringat perkataan bapak bahwa untuk menjadi penceramah itu tidak bisa karbitan, butuh waktu, dan butuh proses, mohon solusinya. (Asep via Fb)   Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Begini maksud saya menjadi penceramah itu…

Selanjutnya

Khutbah Jumat Bahasa Arab, Apakah Wajib?

dai ceramah mimbar

  Assalamualaikum. Pak Ustadz, di daerah saya ada yang khutbah Jumatnya menggunakan bahasa Arab semua. Bagaimana hukum khutbah Jumat dengan menggunakan bahasa Arab. Bukankah tidak semua orang di negara kita memahami bahasa tersebut sehingga pesan-pesan yang disampaikan tidak dapat dimengerti jamaah? Mohon penjelasannya dan terima kasih.( Dana via email)   Waalaikumsalam Ww. Bapak ibu dan sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Pada hakekatnya  khutbah Jumat itu tidak ada bedanya dengan khutbah atau ceramah Islam pada umumnya. Akan tetapi dalam khutbah Jumat ada syarat dan rukunnya yang harus dilakukan serta ada adab…

Selanjutnya

Bolehkah Khatib Jumat Menggerakkan Tangan Saat Khutbah?

dai ceramah mimbar

Assalamu’alaykum. Pak Aam, dalam beberapa kali saya shalat Jumat ada khattib yang salamnya lengkap ada yang diawal saja. Bagaimana salam pembuka khutbah Jumat, apakah assalamu’alaikum saja atau diteruskan dengan kalimat warrahmatullahi wabarakaatuh? Bolehkah seorang khatib memperagakan tangannya ketika sedang berkhotbah?. Mohon penjelasannya. ( Ghufron by email)       Wa’alaykumsalam Wr Wb.  Iya saudara Ghufron dan sahabat-sahabat sekalian terkait dengan khutbah Jumat ini kita tentnya merujuk dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah biasanya diawalidengan salam. Hal ini seperti yang disampaikan Ja bir r.a. yang berkata,   “Rasulullah apabila naik mimbar,…

Selanjutnya

Arti “Ammad Ba’du” Dalam Khutbah

  PERCIKANIMAN.ID – – Anda tentu pernah, bahkan sering mendengarkan kata “amma ba’du” di berbagai sambutan, ceramah, atau pidato apa pun. Siapakah orang yang pertama kali mencetuskan kata yang berfungsi sebagai penjeda antara kalimat pujian berupa alhamdulillah dan seterusnya itu? Seperti dikutip dari republika.co.id, Rabu (10/5/2017) menjelaskankKata ‘amma ba’du’ secara linguistik berarti dan segala sesuatu yang ada setelah itu (perkataan alhamdulillah). Dan, ternyata orang yang pertama kali mencetuskan dan memulai penggunaan kata ini adalah Nabi Dawud AS. Fakta ini ditegaskan Abu Hilal al-‘Askary dalam kitabnya yang berjudul al-Awa’il. Kesimpulan tersebut…

Selanjutnya