Mencicipi Masakan Bisa Batalkan Shaum?

masak, dapur

Ustadz, saya seorang ibu rumah tangga yang gemar memasak. Saya binging saat Ramadhan, apakah shaum saya batal ketika mencicipi masakan karena jika tidak dirasakan dulu, takutnya masakan tersebut tidak enak?   Kembali lagi pada pengertian shaum dan pembatal shaum. Semua (ulama) sepakat bahwa yang membatalkan shaum adalah makan, minum, dan jima’. Makan didefinisikan oleh para sebagai aktivitas memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang kemudian diteruskan melewati kerongkongan. Adapun mencicipi masakan, meski masuk ke dalam mulut tapi tidak melewati kerongkongan, insya Allah tidak menyebabkan batal (shaum). Hanya saja, tentu hal tersebut…

Selanjutnya

Jumat Besok, Kemenag Gelar Sidang Penetapan Awal Ramadhan 1438 H

PERCIKANIMAN.ID – Pada Jumat (26/5/2017) lusa, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1438 H. Sidang isbat penentuan awal Ramadan akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta. Informasi jadwal sidang isbat ini disampaikan Pelaksana Tugas Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin usai rapat persiapan isbat awal ramadan 1438 H beberapa hari lalu di Jakarta. Menurut Kamaruddin, sidang isbat akan dihadiri duta besar negara-negara sahabat, ketua komisi VIII DPR, mahkamah agung, Majelis Ulama Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan Lembaga Penerbangan dan…

Selanjutnya

Mitos-mitos Seputar Pembatal Puasa

shaum, puasa

Ada sejumlah perilaku yang oleh sebagian masyarakat dinilai bisa membatalkan shaum, padahal kalau kita merujuk pada keterangan-keterangan yang sahih dari Nabi Saw. ternyata hal tersebut tidak membatalkan, di antaranya: 1. Menggosok gigi.   Islam memerintahkan kita menjaga kebersihan, salah satunya menjaga kebersihan gigi. Karena itu, menggosok gigi tetap dianjurkan walaupun sedang shaum. Rasulullah Saw. selalu menggosok giginya walaupun sedang shaum. Amir Rabi’ah r.a mengatakan, “Aku melihat Rasulullah saw. menggosok gigi padahal beliau sedang shaum.” (H.R. Ahmad dan Bukhari) 2. Muntah dan mimpi basah.   “Tidak batal orang yang muntah, yang…

Selanjutnya