Argentina Beri Kebebasan Umat Islam Beribadah

masjid argentina

    PERCIKANIMAN.ID – – Akhir Januari 2011, sebuah kabar gembira terdengar dari Argentina. Umat Islam di negeri Diego Maradona  itu semringah. Betapa tidak. Negara di Amerika Latin itu menetapkan sebuah undang-undang (UU) yang memberikan kebebasan bagi kaum Muslim untuk beribadah. Lahirnya UU itu membuat kaum Muslimah di Argentina bisa mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, seperti dilaporkan laman web Press TV, Muslimah di negeri itu bisa mengenakan jilbab dalam foto yang dicantumkan dalam kartu tanda penduduk (KTP). “Ini pesan kita untuk semua dan semua negara di dunia, ini yang…

Selanjutnya

Pernyataan JITU di Hari Pers Nasional

jitu-logo-jitu

  PERCIKANIMAN.ID – – Organisasi profesi wartawan muslim, Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menyatakan rasa syukur atas peringatan Hari Pers Nasional yang digelar di Ambon pada tahun 2017 ini. Namun, JITU juga menilai masih banyak persoalan terkait persoalan media yang perlu diselesaikan seperti mengenai PR masih adanya pemblokiran terhadap pers, khususnya pers Islam. Berikut pernyataan lengkap JITU yang diterima oleh redaksi Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh Sehubungan dengan peringatan Hari Pers Nasional 2017 dan rencana Dewan Pers untuk meluncurkan inovasi barcode media di acara tersebut, maka kami Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menyampaikan sikap: Hari…

Selanjutnya

Sempat Menjadi Negara Islam, Gambia Kembali Menjadi Sekuler

Presiden Gambia -

PERCIKANIMAN.ID – – Dunia khususnya kaum muslimin sempat dibuat terpana mana kala 2015 lalu dibawah Presiden Yahya Jammeh Negara Gambia memproklamirkan diri sebagai Negara Islam. Kabar tersebut sempat menyita perhatian dunia ditengah ragam isu negatif yang ditujukan kepada Ummat Islam di berbagai belahan Negara. Banyak harapan disematkan pada negeri di kawasan Afrik Barat tersebut akan membawa arah yang lebih baik setelah selama puluhan tahun menganut Negara sekuler. Namun tidak sedikit yang khawatir bahwa proklamasi tersebut seperti hendak menabuh genderang perang kepada negara-negara barat yang tidak suka Islam berkembang dan maju…

Selanjutnya

DPR : Standardisasi dan Peningkatkan Mutu Da’i Tak Boleh Batasi Dakwah

dai ceramah mimbar

PERCIKANIMAN.ID – – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mewacanakan perlunya sertifikasi bagi para penceramah (da’i). Menanggapi hal ini Anggota DPR RI sekaligus Wakil Komisi VIII Sodik Mudjahid menyampaikan, beragama dan melaksanakan agama adalah salah satu hak asasi manusia yang  paling mendasar yang harus dijamin kebebasannya oleh negara apalagi NKRI yg berdasar Pancasila. Sodik menambahkan, untuk dapat melaksanakan agama dengan benar,  perlu upaya edukasi agama (tarbiyah islamiyah) serta ajakan dan  pembinaan agama (dakwah islamiyah). Dengan demikan, kegiatan  tarbiyah islamiyah dan dakwah islamiyah sama seperti hak beragama,  yang harus dijamin kebebasannya oleh negara Selain…

Selanjutnya

Rocky Gerung: Pembuat Hoax Terbaik adalah Penguasa

Hoax

PERCIKANIMAN.ID – – Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung melayangkan kritik keras pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menangani hoax atau berita bohong. Menurut dia, pemerintah saat ini sedang panik. Hal ini ia sampaikan dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang bertemakan Hoax di TVOne, Selasa (17/1/2017), malam. “Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada…

Selanjutnya

Jika Tak Ingin Hoax Merajalela, Pemerintah Harus Responsif Jawab Isu

Hoax

PERCIKANIMAN.ID – – Menjamurnya berita palsu yang bertujuan untuk menipu atau mengakali masyarakat untuk mempercayai sesuatu atau yang biasa disebut berita hoax yang disebar di dunia maya terutama situs dan media sosial serta lewat aplikasi pesan percakapan, menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Dari sekian banyak sasaran berita palsu, Pemerintah kerap menjadi target hoax terutama berbagai kebijakannya yang dianggap tidak sensitif. Menurut Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris, hoax semakin mudah diramu saat instansi pemerintah tidak satu suara atau memberikan informasi yang berbeda-beda terhadap sebuah kebijakan atau dalam menjawab sebuah…

Selanjutnya

Dana Haji Untuk Biayai Infrastruktur, DPR: Selesaikan Dulu Aspek Legalnya

dana-haji-2

  PERCIKANIMAN.ID – – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai dana haji bisa saja digunakan untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Tanah Air. Total setoran dana haji ke Kementerian Agama yang saat ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 70 triliun dapat digunakan untuk proyek infrastruktur baik secara langsung maupun tidak langsung, katanya di Jakarta, seperti dilansir dari antara, Selasa (10/1/2017). “Sekarang ini kan kita sudah bikin namanya proyek berbasis sukuk, sukuknya ya bisa dari dana haji, jadi tidak langsung. Bisa juga dari dana haji (langsung), tapi harus…

Selanjutnya

Pemblokiran Situs Islam Paranoid Yang Berlebihan

blokir-situs-2

Oleh: Roni Tabroni*       PERCIKANIMAN.ID – – Yang ketiga kalinya pemerintah memblokir media Islam. Langkah kontraproduktif dengan semangat demokrasi ini benar-benar terjadi di depan mata. Tidak ada argumentasi yang dibangun, tidak ada peringatan dan pembinaan. Vonis itu seolah-olah menegaskan kepanikan pemerintah yang tidak beralasan. Hingga kini, pembicaraan mengenai pemblokiran itu belum tuntas dibahas dalam kajian-kajian akademis, diskusi di kalangan masyarakat, hingga obrolan santai di ruang-ruang publik. Sayangnya, diskusi tentang pemblokiran situs Islam ini seringkali tidak menarik, sebab hampir tidak ada yang pro terhadap langkah yang diambil pemerintah. Rata-rata…

Selanjutnya

Pengamat Nilai Pemblokiran Situs Islam Sebagai Kemunduran Demokrasi

hp media online

PERCIKANIMAN.ID – – Sejumlah situs media-media Islam kembali diblokir oleh Kementrian Kominfo dengan berbagai alasan yang tidak dijelaskan ke publik. Menanggapi hal ini  Direktur Centre for Strategic and Policy Studies (CSPS), Prijanto Rabbani mengatakan, pemblokiran sejumlah situs-media Islam merupakan upaya pembungkaman, sekaligus mencerminkan kemunduran demokrasi. “Fenomena ini menandai babak baru bagi kemunduran demokrasi di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari hidayatullah.com, Selasa (03/01/2017). Menurutnya, pemblokiran situs-media Islam yang dilakukan pemerintah menjadi kado menyakitkan bagi umat Islam di awal tahun 2017. Mengutip sebuah artikel, ia menjelaskan, salah satu kelemahan sistem presidensial adalah…

Selanjutnya

Gelar Refleksi Akhir Tahun, Gema Pembebasan Jabar : Pemerintah Dalam Cengkram Kapitalisme Asing

aksi-gema-pembebasan-jabar-3

PERCIKANIMAN.ID – – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalama Gema Pembebasan Jawa Barat melakukan aksi damai dengan longmarch dan orasi di depan Gedung Sate Kota Bandung, Jumat, 30/12/16. Aksi  bertajuk “Refleksi Akhir Tahun 2016: Indonesia Dalam Persekongkolan Jahat Kapitalisme Asing dan Aseng, Bebaskan Dengan Ideologi Islam”. Sebelum berorasi depan Gedung Sate, peserta melakukan long March, dari gelap nyawang Bandung melewati kampus Unikom, Unpad Jl.Dipati Ukur hingga depan Gedung Sate. Dalam orasinya Ketua Gema Pembebasan Jawa Barat, Firmansyah mengatakan dalam dua tahun kepemimpinan Jokowi – JK ekonomi Indonesia secara umum bukannya semakin…

Selanjutnya

Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa

majelis ulama

Oleh: Andi Ryansyah*   PERCIKANIMAN.ID – – Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan Ahok menista Al-Qur’an dan Ulama, tapi itu rupanya tidak menjamin aparat penegak hukum memutuskan Ahok melanggar pasal penistaan agama. Aparat tampaknya sangat berhati-hati dalam kasus Ahok ini, untuk tidak mengatakan lamban dan ragu dengan sikap MUI. Perlu kita ketahui, MUI ada, karena tumbuhnya rasa saling percaya dan membutuhkan diantara pemerintah dan Ulama kala itu. Sebelumnya,ada jarak di antara keduanya. Bila di masa revolusi, mereka bahu membahu memperjuangkan kemerdekaan, namun 30 tahun setelah Indonesia merdeka, mereka makin lama…

Selanjutnya