Ramadhan, Momen Tepat Untuk Berhijab

PERCIKANIMAN.ID – – Ramadhan, banyak dijadikan momen untuk berhijrah atau memperbaiki diri, baik sikap, perilaku, hingga spiritualnya. Salah satunya berubah untuk menutup aurat atau berhijab atau berjilbab.   Memakai jilbab atau kerudung adalah kewajiban bagi muslimah. Bukan sekadar sebagai penutup kepala, jilbab juga harus dimaknai sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya. Karenanya, jilbab tersebut harus menutupi bagian dada dan tidak berbahan transparan.   Begitupun dengan busana yang dipakai, tidak boleh yang ketat dan yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh. Hal tersebut sudah jelas tecermin dalam salah satu firman-Nya…

Selanjutnya

Lepas Pakai Jilbab, Bagaimana Hukumnya?

  Asslamu’alaykum. Bagaimana menurut Ustadz, lebih baik yang mana, memakai jilbab tapi setengah-setengah (pakaian ketat dan masih suka clubbing/dugem) atau tidak memakai jilbab tetapi berkelakuan baik. Secara pribadi, saya lebih memilih tidak memakai jilbab dulu kalau belum benar-benar yakin bisa menjaga citra wanita berjilbab.Kasusnya teman saya bahkan ada yang suka membuka jilbab kalau imannya sedang  tidak stabil. Menurut saya baju khususnya jilbab adalah salah satu simbol atau ciri ketakwaan seorang muslim. Mohon nasihatnya ustadz dan terima kasih. ( Gladys via email)     Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya teteh, mojang bujang…

Selanjutnya

Berjilbab Hanya Saat Ramadhan Saja, Apa Hukumnya

jilbab hijab

Ustadz, bagaimana hukum mengenakan jilbab hanya di bulan Ramadhan saja?   Kewajiban menutup aurat bagi setiap muslimah merupakan sesuatu yang tidak tertawarkan. Sepanjang ia tidak memenuhinya dan senantiasa membuka aurat tersebut, maka sepanjang itu pula dosa terus mengalir deras pada diri yang bersangkutan, na’udzubillah. Boleh jadi, muslimah tersebut shalatnya rajin dan shaumnya tidak ketinggalan. Tapi ketika ia mengabaikan perintah berjilbab ini, semuanya menjadi seolah tidak berpengaruh. Ibarat orang yang bertobat dan sadar akan kesalahannya sebelum shalat, tapi setelah shalat ia melakukan kembali apa yang ditobatinya. Bukankah tobat seperti itu tidak…

Selanjutnya

Ketika Jilbab Menyerupai Biarawati

shalat tanpa mukena

Pak Ustadz, saya mau bertanya, sekarang lagi tren pake kerudung yang dalaman kerudungnya dibiarkan terlihat, dan ternyata tren tersebut mirip biarawati. Jika kita mengikuti tren jilbab seperti itu, termasuk pada maksud hadis, mantasyaabbahaabikoumin wahuwaminhum, tidak? Mohon penjelasannya.     Yang dimaksud dengan mantasyaabbahaabikoumin wahuwaminhum, siapa yang menyerupai ibadah, ritual, orang lain, maka itu termasuk kelompok mereka. Jadi, yang dimaksud menyerupai adalah dalam hal ibadahnya (ritualnya) bukan dalam cara berpakaiannya. Inti persoalannya bukan tentang bagaimana model berkerudung, tetapi, apakah kerudung tersebut menutup aurat atau tidak. Bagaimana pun, modelnya tidak menjadi masalah…

Selanjutnya