Berapa Lama Batas Safar ? Begini Panduan Shalatnya

Asslamualaikum. Pak Ustadz, profesi saya sebagai pemandu wisata. Kalau safar atau bepergian itu berapa hari batasnya. Karena waktu itu saya pergi 1 minggu ke daerah Lombok kebetulan salah satu harinya adalah hari Jum’at. Nah saya pernah mendegar ketika kita lagi safar dan gak sholat Jum’at itu diperbolehkan. Tetapi ada yang ngotot, kalau hari Ju’at pada waktu itu hari ke-4, dia bilang batas waktu safar itu 3 hari saja. Kalau tidak sholat Jum’at, Anda sebagai pemandu menanggung dosa saya semua, kata dia. Jadi saya ikut saja , sedangkan ada beberapa orang…

Selanjutnya

Selalu Menjamak Shalat Maghrib dan Isya, Bagaimana Hukumnya?

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz , saya adalah mahasiswa yang tengah sibuk-sibuknya bergulat dengan dunia akademisi. Jarak antara kampus dan rumah saya sekira 20 KM. Selama ini saya selalu menjamak shalat Maghrib dengan Isya. Bagaimana hukum menjama’ shalat Maghrib di waktu Isya karena saya baru tiba di rumah pukul 07.00 malam atau sesudah Isya? Mohon penjelasannya ustadz. Terima kasih ( Heru via email)       Wa’alaykumsalam Wr.Wb. Iya saudara Heru, bapak ibu, mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian. Dalam syariat Islam kita boleh menjamak atau menyatukan waktu shalat dengan shalat lainnya.  …

Selanjutnya

Cara Shalat Jamak Takhir

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon penjelasan tentang shalat yang dijamak. Kalau kita mau menjamak shalat dzuhur pada waktu ashar, mana yang pertama dilaksanakan? Dzuhur dulu atau ashar terlebih dahulu? (Supartini via email)   Wa’alaykumsalam Wr Wb. Begini Bu Supartini dan para pembaca yang budiman, kalau anda mau melakukan jamak ta’khir, dimana dzuhur digabung dengan ashar, kita lihat ketika Rasul melakukan jamak ta’khir ketika beliau sedang berhaji. Rasul wukuf di Arafah, selesai wukuf beliau berangkat ke Muzdalifah lalu beliau menjamak ta’khir shalat maghrib dan isya di Muzdalifah. Yang beliau lakukan adalah melaksanakannya…

Selanjutnya

Hukum Mengeraskan Bacaan Shalat Dzuhur

anak shalat

Assalamu’alaykum, Pa Aam, saya pernah ikut  shalat dzuhur berjamaah yang bacaannya dikeraskan. Apakah  hal itu dicontohkan oleh Rasulullah? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Berry via email)     Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Bery dan pembaca sekalian, kalau kita lihat riwayat-riwayat tentang bacaan surat ketika shalat berjamaah, sesungguhnya itu ada yang tidak dikeraskan seperti shalat Dzuhur atau Ashar. Namun ada pula yang dikeraskan, contohnya, Maghrib, Isya dan Subuh. Tetapi ada riwayat yang menunjukkan bahwa, ketika Rasulullah Saw membaca surat saat shalat Dzuhur, kata sahabat, Rasulullah kadang memperdengarkan. Artinya ini beliau mengeraskan…

Selanjutnya