Bolehkah Khatib Jumat Menggerakan Tangan Seperti Pidato? Ini Penjelasannya

  Assalamu’alaykum. Pak Aam, Bagaimana salam pembuka khotbah Jumat? Apakah cukup assalamu’alaikum saja atau diteruskan dengan kalimat warrahmatullahi wabarakaatuh? Bolehkah seorang khatib memperagakan tangannya ketika sedang berkhotbah, misalnya bergerak ekspresif seperti orang berpidato ?. ( Ibnu via fb )     Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Khutbah Jumat atau khutbah sebelum menunaikan shalat Jumat adalah salah satu syarat dalam pelaksanaan shalat Jumat. Khutbah Jumat sendiri dilakukan dua kali yakni khutbah pertama dan kedua. Dalam haditsnya Rasul bersabda,   أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ…

Selanjutnya

Bukan Ustadz atau Penceramah, Bolehkah Jadi Khatib Jum’at ?

Assalamu’alaykum Pak Aam, lebih dari separuh hidup saya mengikuti pengajian Pak Aam, meski kadang-kadang absen juga. Pada usia 40 tahun kemarin, saya mendapatkan perlakuan dari lingkungan yang lumayan luar biasa buat saya. Yaitu ada sesepuh masjid di lingkungan saya yang menyuruh saya menjadi khatib sholat Jum’at. Sampai sekarang saya belum menyanggupi karena saya teringat perkataan bapak bahwa untuk menjadi penceramah itu tidak bisa karbitan, butuh waktu, dan butuh proses, mohon solusinya. (Asep via Fb)   Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Begini maksud saya menjadi penceramah itu…

Selanjutnya

Arti “Ammad Ba’du” Dalam Khutbah

  PERCIKANIMAN.ID – – Anda tentu pernah, bahkan sering mendengarkan kata “amma ba’du” di berbagai sambutan, ceramah, atau pidato apa pun. Siapakah orang yang pertama kali mencetuskan kata yang berfungsi sebagai penjeda antara kalimat pujian berupa alhamdulillah dan seterusnya itu? Seperti dikutip dari republika.co.id, Rabu (10/5/2017) menjelaskankKata ‘amma ba’du’ secara linguistik berarti dan segala sesuatu yang ada setelah itu (perkataan alhamdulillah). Dan, ternyata orang yang pertama kali mencetuskan dan memulai penggunaan kata ini adalah Nabi Dawud AS. Fakta ini ditegaskan Abu Hilal al-‘Askary dalam kitabnya yang berjudul al-Awa’il. Kesimpulan tersebut…

Selanjutnya