Mari Bersama Menuju Taman Surga

PERCIKANIMAN.ID – – Untukmenikmati keindahan taman Surga, tak mesti menunggu terlebih dahulu ke negeri akhirat. Oke memang taman Surga di akhirat adalah bagian dari Surga haqiqi, namun menurut sabda nabi, di dunia ini ada yang disebut taman Surga.     Suatu ketika, Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu mendengar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:   إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ “Jika kamu melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi)     Perhatikan diksi yang…

Selanjutnya

Berbakti Kepada Ibunda Jalan Menuju Surga

PERCIKANIMAN.ID — Amalan menuju surga, atau, jalan menuju surga menurut Al Quran, masih sedikit ditempuh orang. Ada kisah pada masa pemerintahan Utsman bin Affan RA, harga sebuah pokok kurma sedang mahal-mahalnya. Pokok kurma, menjadi komoditas yang paling dicari. Sebab harga pokok pohon kurma saat itu bisa mencapai seribu dirham. Sebuah harga yang amat tinggi dengan keuntungan yang amat besar. Bagian pangkal kurma ini berwarna putih, berlemak dan bisa dimakan dengan madu. Orang-orang akan memperebutkannya untuk dijual demi keuntungan yang besar. Tetapi ada satu anak muda yang melihat ada keutungan lain…

Selanjutnya

Ini Yang Akan Dirasakan Penghuni Surga (tafsir Surat Al Ghaasyiah)

pintu surga

    Bersama: Dr.H.Aam Amiruddin M.Si     PERCIKANIMAN.ID – – Secara umum kehidupan manusia kelak akhir berakhir yang sangat jauh berbeda yakni di surga ( beruntung) dan di neraka (celaka). Amal shalih, pahala dan dosa serta karena rahmat-Nya lah yang menyebabkan seorang manusia menjadi penghuninya. Sebelum memasuki kehidupan tersebut akan diawali dengan peristiwa hari khiamat kemudian hari berbangkit yang dilanjutkan dengan hari pembasalan yakni penghitungan pahala dan dosa. Kondisinya kelak seperti tergambar dalam Surat Al Ghaasyiah berikut ini tafsirnya: Sudah datangkah kepadamu berita hari pembalasan? Kalimat ini menggunakan gaya bertanya.…

Selanjutnya