Syarat Sah Wudhu, Mengusap Kepala atau Membasuh Rambut ? Ini Penjelasannya

0
292
Mengusap kepala saat wuhdu adalah salah satu syarat sah wudhu ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – –  Kesempurnaan wudhu adalah salah satu kunci sukses dalam kesempurnaan shalat. Sebab, wudhu yang tidak sempurna atau wudhu tidak sah maka secara otomatis shalatnya juga tidak sah.

 

Inilah salah satu point penting dalam melaksanakan wudhu tahap demi tahapnya. Termasuk pada bagian  kepala saat berwudhu. Lalu yang benar mengusap kepala atau membasuh rambut? Mana yang benar?.

iklan

 

Mengusap kepala dalam berwudlu hukumnya wajib berdasarkan firman Allah  Swt., “… sapulah kepalamu…” (Q.S. Al-Mā’idah [5]: 6). Perlu diperhatikan dengan  jeli, dalam ayat ini, Allah Swt. memerintahkan agar kita mengusap kepala bukan mengusap rambut.

 

Karena itu, bagi Anda yang tidak berambut alias botak  pun tetap harus mengusap kepala. Hal ini perlu ditegaskan karena ada yang  beranggapan bahwa kita diperintahkan mengusap rambut, padahal pada ayat  tadi Allah menegaskan mengusap kepala.

 

Bagaimana cara mengusap kepala yang dicontohkan Rasulullah Saw.?  Silakan cermati riwayat ini.  Abdullah bin Zaid r.a. memeragakan cara Rasulullah Saw. mengusap kepalanya,

 

Sesungguhnya Nabi Saw. mengusap kepala dengan kedua telapak tangannya; beliau memulainya  dari kepala bagian depan, kemudian menggerakkan kedua telapak tangannya hingga tengkuk,  lalu mengembalikannya ke tempat semula (kepala bagian depan)” (H.R. Bukhari dari Amr  bin Yahya al-Mazani r.a. yang meriwayatkan dari ayahnya).

 

Bertolak dari hadis sahih ini bisa ditegaskan bahwa mengusap kepala  bukan dengan satu tangan, melainkan dengan kedua telapak tangan. Juga tidak  hanya mengusap bagian ubun-ubun atau bagian depan kepala, tetapi afdalnya dimulai dari mengusap kepala bagian depan hingga tengkuk dengan kedua  telapak tangan.

 

Berapa kali Rasulullah Saw. mengusap kepalanya? Silakan cermati keterangan  berikut. Ali bin Abi Thalib r.a. menjelaskan cara Nabi Saw. berwudlu, katanya,

 

“… dan Nabi Saw. mengusap kepalanya satu kali” (H.R. Abu Daud, Tirmidzi, dan  Nasa’i). Lalu, Ali r.a. berkata, “Siapa yang ingin mengetahui cara wudlu Rasulullah,  maka demikianlah wudlu beliau.”

 

Al-Hafidz Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma’aad mengomentari hadis tadi;  katanya, “Inilah yang benar! Nabi Saw. tidak berulang-ulang menyapu kepalanya.

 

Nabi Saw. mengulang-ulang mencuci anggota wudlu lainnya, tetapi beliau  menyapu kepala hanya satu kali. Demikianlah riwayat yang jelas dari beliau dan  tidak ada dalil lain yang menentang riwayat ini” (Aunul Ma’bud I: 190).

 

Keterangan itu menegaskan bahwa Nabi Saw. membasuh anggota wudlu  lainnya, seperti membasuh tangan, berkumur, dan membasuh wajah, masing-masing tiga kali; sementara mengusap kepala hanya satu kali. Wallahu’alam bishshawab.[ ]

 

Sumber: dikutip dari buku “ Sudah Benarkah Shalatku? “ karya Dr.Aam Amiruddin,M.Si

Buku Shalat

5

Red: admin

Editor: iman

910