MI Dewan Dakwah Jabar Siap Lahirkan Muslim Intelektual Profesional, Berintegritas, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia

0
128
gedung madrasah (foto: istimewa)

PROFIL SEKOLAH ISLAM

 

PERCIKANIMAN.ID – – Potret madrasah selama ini dipahami sebagai tempat pendidikan siswa atau santri dalam waktu 24 jam. Sebagian masyarakat juga memahami madrasah itu sebagai pondok pesantren dimana para santri mondok atau tidak pulang ke rumah.

iklan

Demikian disampaikan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fathimah Al Hajiri Dewan Da’wah Jabar, Ustadz Dede Firman. S.Pd kepada redaksi percikaniman.id beberapa waktu lalu. Ia menambahkan anggapan masyarakat tersebut tidak salah namun juga perlu diketahui juga bahwa tidak semua siswa atau santri madrasah yang mondok tetapi mereka pulang ke rumah usai belajar di kelas.

“Contohnya santri MI Fathimah Al Hajiri Dewan Da’wah ini usai belajar di kelas mereka pulang ke rumah,”imbuhnya.

Menurut Ustadz Dede, demikian ia akrab dipanggil, bahwa salah satu kelebihan belajar di madrasah selain santri belajar mata pelajaran seperti di sekolah umum, para santri juga belajar dan mendapat pelajaran keagamaan lebih intens dan mendalam, misal belajar baca tulis Al Quran, fikih ibadah dan pengetahuan keislaman lainnya.

“Kalau kita menengok sejarah maka madrasah adalah sekolah atau lembaga pendidikan pertama yang ada di negara ini jauh sebelum kemerdekan, bahkan saat menjelang kemerdekaan sejarah juga mencatat dimana para santri dan guru (kyai/ulama) turut serta dalam perjuangan,” tambah pria kelahiran Purwakarta ini.

Dalam segi prestasi baik akademik maupun yang lainnya, saat ini madrasah sudah bukan lagi lembaga pendidikan “kelas dua” jika dibanding dengan sekolah negeri atau swasta unggulan. Madrasah sekarang sudah berbeda dengan zaman dulu, saat ini madrasah dengan kegigihannya sudah banyak menoreh prestasi bahkan hingga ketingkat internasional.

“Terbukti melalui madrasah juga, telah banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional, sebut saja misalnya Buya Hamka, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, Muhammad Natsir yang pernah menjadi Perdana Meteri, bahkan ada lulusan madrasah yang menjadi Presiden yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan masih banyak tokoh lainnya,”ungkap Ustadz Dede memberi contoh.

Ustadz Dede Firman. S.Pd selaku Kepala MI Fathimah Al Hajiri Dewan Da’wah Jabar ( foto: istimewa)

Lalu mengapa anak-anak kita atau generasi milenial harus sekolah di madrasah? Menurut ustadz Dede setidaknya ada ada 5 alasan sekolah di madrasah. Pertama, sejarah telah mencatat bahwa madrasah telah melahirkan pemimpin di bidang pendidikan dan agama (schoolar), negarawan dan bahkan pahlawan.

“Kedua, madrasah tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk rakyat (masyarakat). Ketiga, madrasah telah memadukan dua kurikulum yakni kurikulum dari Kemdikbud dan Kurikulum dari Kementerian Agama,” katanya.

Kemudian ketiga, madrasah tidak lagi dianggap sebagai pelengkap sistem pendidikan nasional, melainkan madrasah semakin menorehkan prestasi seperti riset ilmiah, vokasional, kewirausahaan, lingkungan (adiwiyata), dan sebagainya.

“Yang kelima, madrasah tidak hanya mencetak kader intelektual yang profesional dan pintar saja, melainkan juga kader muslim yang berintegritas, berkarakter, dan berakhlak mulia,”ungkapnya.

 

Profil Madrasah Fathimah Al Hajiri Dewan Da’wah

  • MI-MTS Fathimah Al Hajiri Dewan Da’wah itu satu-satunya sekolah jenjang Dasar dan Menengah di Kabupaten Bandung Barat yang berbasis agama dibawah pembinaan Dewan Dawah Islamiyah Indonesia.
  • Telah mendapat Predikat Sangat Baik melalui perolehan Akreditasi A tingkat madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat.
  • Berpengalaman lebih dari 12 tahun dalam bidang Pendidikan dasar dan menengah.
  • Gedung dan ruang belajar yang representatif dengan suasana yang tenang dan nyaman untuk proses belajar dan mengajar.
  • Tersedia sarana olahraga dan masjid.
  • Tersedia perpustakaan dan sarana belajar yang memadai
  • Pengajar (guru) yang berpengalaman alumni perguruan tinggi terkemuka yang basis keilmuan sesuai dengan komptensinya.
  • Madrasah mengintegrasikan dua kurikulum sekaligus yaitu kurikulum dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kurikulum dari Kementerian Agama. Artinya, madrasah memberikan materi pelajaran umum layaknya sekolah lainnya, juga memberikan penguatan materi pelajaran agama dibanding sekolah lainnya. Belajar di madrasah tak melulu soal ilmu, tapi penanaman dan pengembangan akhlak mulia juga sangat ditekankan.
Gedung MI Fathimah Al Hajiri Dewan Da’wah Jabar ( foto: istimewa)
  • Madrasah semakin menorehkan banyak prestasi tidak hanya di bidang tafaqquh fi al-din (kecerdasan dalam bidang agama), akan tetapi juga dibidang-bidang lainnya, seperti riset ilmiah, vokasional, kewirausahaan, lingkungan, dan lainnya.
  • Madrasah tidak hanya mencetak kader intelektual profesional, tetapi juga kader Muslim yang berintegritas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
  • Pendidikan di madrasah mencakup empat dimensi pendidikan yaitu kognitif, afektif, psikomotorik, dan estetika.
  • Madrasah melalui proses panjang itu akan mencetak anak bangsa yang berpandangan rahmatan lil ‘alamin dan menghargai kearifan lokal.

Lengkap bukan? Yuk, buruan gabung bersama kami di MI-MTs Fathimah Al Hajiri Dewan Da’wah Jabar. Informasi Pendaftaran di Komplek Bumi Pakusarakan Lama Jl Kiansantang Rt 6 Rw 16 Desa Tanimulya  Kec Ngamprah  Kab Bandung Barat. Telp.022-86121035 WA: 0813-2034-0455 (Nurul) atau 0896-7467-2440 (Ega).  [ ]

4

Red: admin

Editor: iman

950