Mengawal Anak Menjuju Masa Dewasa

0
112

 

Oleh : Dra. Dewi Purnomosari, M.Psi*

 

iklan

PERCIKANIMAN.ID – – Akhir masa remaja merupakan awal masuknya seorang individu ke dalam tahapan dewasa. Berbeda dengan masa sebelumnya yang relatif singkat, tahapan ini merupakan tahapan perkembangan yang berlangsung cukup panjang.

Masa ini dimulai dengan masa yang disebut dewasa awal –18 tahun atau bersamaan usainya pendidikan menengah atas (SMU). Secara fisik, memang tidak terlihat perubahan yang menonjol, tetapi tentunya seorang dewasa awal diharapkan sudah mulai mencapai kestabilan fisik dan hormonal.

Kekuatan otot yang semakin baik, menunjang berbagai aktivitas gerak secara optimal, sehingga tak mengherankan beberapa aktivitas olahraga, terutama yang membutuhkan keterampilan motorik, menghasilkan prestasi, seperti tenis, bulutangkis, atau sepakbola.

Kepedulian pada masalah kesehatan pun mulai tumbuh dalam bentuk perhatiannya pada nutrisi, diet, latihan fisik untuk kebugaran, termasuk terhadap obat-obatan (drugs) yang kadang menimbulkan dampak negatif.

Perhatian pada kesehatan ini, tidak selalu diaplikasikan dalam perilaku nyata, biasanya seorang dewasa paham mengenai dampak merokok, tapi hal ini tidak otomatis membuat mereka berhenti merokok.

Kemampuan seorang dewasa awal dalam berfikir, mulai berkembang ke arah yang lebih kompleks, yaitu berpikir secara lebih sistematis. Adanya kesempatan meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memberi peluang mengasah kemampuan berpikir tersebut.

Wawasan pengetahuan pun bertambah, sehingga bisa memperkaya referensi guna menunjang pemecahan masalah secara adaptif. Dengan kemampuan berpikir secara komprehensif, seorang dewasa juga dituntut untuk bisa membuat perencanaan dalam aktivitas atau berbagai aspek kehidupannya.

Kreativitas berpikir berpeluang dioptimalkan. Orientasi untuk meraih prestasi juga semakin menguat, sehingga akan mendorong individu dewasa mewujudkan impiannya.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, seorang individu dewasa akan dihadapkan pada tuntutan mendapatkan pekerjaan. Saat seperti ini, ia mungkin mencoba berbagai bidang sebelum akhirnya mantap memilih satu, yang bisa saja cocok, atau lebih dipertimbangkan dari sisi realistiknya. Tekanan yang kuat akan muncul, jika seseorang yang telah menyelesaikan sekolahnya belum memperoleh pekerjaan.

Seiring dengan semakin komprehensifnya kemampuan berpikir, serta kesempatan untuk mengembangkan kreativitas secara optimal, orang dewasa sebenarnya berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Terbatasnya lapangan kerja tentu tidak memungkinkan semua orang dapat tertampung. Karena itu, pemilihan jenis pendidikan atau keahlian yang akan ditekuni merupakan hal yang penting. Perencanaan diperlukan, dengan mempertimbangkan kesesuaian kemampuan, minat, kesempatan, dan prospek di masa depan.

Dengan perencanaan seperti itu, peluang memasuki dunia kerja sebagai salah satu tuntutan di masa dewasa, dapat dilalui dengan lancar.

Aktif memperluas wawasan, baik secara formal melalui bangku kuliah atau pun informal —kursus, membaca, menyimak berita, atau melalui hobi—, merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai situasi atau problem dalam kehidupan masa dewasa ini.

Artinya, tidak melulu berkaitan dengan bidang akademik saja, namun memperluas pengetahuan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan, merupakan sesuatu yang penting. Bagi individu yang beruntung bisa melanjutkan pendidikan, kesempatan menggali berbagai ilmu akan terbuka lebar, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Namun, tidak semua orang seberuntung itu. Kondisi tersebut diharapkan tidak menjadikan patah semangat, karena pengetahuan bisa kita dapatkan dari mana saja, termasuk lingkungan sekitar kita. [ ]

*penulis adalah pengajar dan psikolog 

5

Red: admin

Editor: iman

935