Efek Samping Vaksin COVID-19 Sinovac Ringan hingga Berat, Ini Yang Ayah Bunda Perlu Tahu

0
145
Vaksin Covid 19 buatan Sinovac ( ilustrasi foto: istimewa)

PERCIKANIMAN.ID – – Penyuntikan perdana vaksin COVID-19 produksi Sinovac telah dilakukan hari ini, Rabu (13/1/2021).

Program vaksinasi untuk masyarakat Indonesia pun dimulai sejak penyuntikan perdana. Nah, sebelum disuntik, Bunda sudah tahu belum efek samping vaksin Sinovac?

iklan

Dua hari sebelum vaksinasi COVID-19 perdana di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Corona Sinovac yaitu CoronaVac.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan, efikasi vaksin Sinovac (65,3 persen) memenuhi persyaratan organisasi kesehatan dunia (WHO). Efek samping vaksin Sinovac yang teramati dalam uji klinis di Bandung pun disebut tidak ada yang membahayakan.

Penny kemudian menjelaskan beberapa efek samping vaksin Sinovac yang ditemukan selama uji klinis. Menurut data yang didapatkan dari uji klinis, vaksin tersebut hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang.

“Secara keseluruhan menunjukkan, vaksin COVID CoronaVac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan ringan hingga sedang, yaitu efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan, serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, fatigue, dan demam,” papar Penny dalam konferensi pers daring, dikutip dari detikcom, Rabu (13/1/2021)

Efek samping vaksin Sinovac dengan derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit, serta diare, juga dilaporkan terjadi setelah penyuntikkan vaksin. Kendati demikian, efek samping ini hanya terjadi sebanyak 0,1 hingga 1 persen, Bunda.

“Frekuensi efek samping dengan derajat berat sakit kepala, gangguan di kulit, atau diare, yang dilaporkan hanya sekitar 0,1 -1 persen,” kata Penny.

Penny juga menyampaikan efek samping vaksin Sinovac bisa segera pulih kembali.

“Secara keseluruhan, kejadian efek samping ini juga dialami pada subjek yang mendapatkan plasebo,” kata Penny.

Lantas, bagaimana temuan efek samping vaksin Sinovac di luar negeri? Baca kelanjutannya di halaman berikut ya, Bunda.

  1. Vaksin Sinovac di Brasil dan Turki, bagaimana hasilnya?

Selain Indonesia, Brasil dan Turki termasuk negara yang memesan vaksin COVID-19 produksi Sinovac. Pejabat Brasil mengatakan bahwa vaksin virus Corona yang dibuat perusahaan China itu efektif.

Pejabat di negara bagian Sao Paulo, di mana sebuah lembaga penelitian medis terkemuka melakukan studi besar-besaran tentang vaksin yang dibuat Sinovac yang berbasis di Beijing, mengatakan vaksin tersebut memiliki tingkat kemanjuran (efikasi) 78 persen.

“Vaksin tersebut mencegah semua peserta mengembangkan komplikasi serius dan ringan dari virus,” kata para pejabat, dikutip dari The New York Times.

Sementara di Turki, vaksin COVID-19 yang dikembangkan Sinovac itu dinilai 91,25 persen efektif. Ini ditunjukkan dalam data sementara dari uji coba tahap akhir di Turki.

Peneliti Turki mengatakan, tidak ada efek samping utama yang terlihat selama percobaan mereka, selain dari satu orang yang memiliki reaksi alergi. Kata mereka, efek samping yang umum disebabkan vaksin tersebut adalah demam, nyeri ringan, dan sedikit kelelahan.

Uji coba Turki dimulai pada 14 September dan telah melibatkan lebih dari 7.000 sukarelawan. Para peneliti menambahkan, hasil yang diumumkan pada Kamis lalu didasarkan pada data dari 1.322 orang.

Selain efikasi atau kemanjuran, Satgas Penanganan COVID-19 juga mengingatkan, tak perlu ragu tentang halal-haramnya vaksin. Baca kelanjutannya di halaman berikut ya, Bunda.

  1. MUI pastikan vaksin COVID-19 Sinovac halal

Setelah BPOM mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa MUI No.02 Tahun 2021, pada 11 Januari lalu. Fatwa ini berisi tentang Produk Vaksin COVID-19 dari Sinovac Life Science Co Ltd China dan PT Biofarma (Persero), yang menetapkan bahwa produk vaksin tersebut hukumnya suci dan halal.

Satgas Penanganan COVID-19 mengatakan, tak perlu ragu lagi untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Selain sudah dijamin keamanan dan keampuhannya oleh para ahli melalui EUA dari BPOM, vaksin Corona produksi Sinovac juga dinyatakan halal melalui Fatwa MUI tersebut.

Dasar pemberian EUA sendiri melalui beberapa syarat diantaranya data keamanan subjek uji klinis, data imunogenisitas, dan data efikasi vaksin berdasarkan hasil uji klinis tahap I, tahap II, dan tahap III.

“Lalu, untuk sertifikat halal pun juga dikeluarkan berdasarkan kajian kehalalan vaksin melalui beberapa tahapan, termasuk kunjungan ke fasilitas pembuatan vaksin Sinovac di China,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito.

Bunda juga jangan mudah percaya hoaks ya. Beberapa waktu lalu, beredar di media sosial berisi potongan surat kabar, yang memuat informasi tidak benar terkait vaksin Sinovac memberi efek samping pembesaran alat kelamin.

Faktanya, informasi tersebut adalah palsu. Jubir vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, menegaskan informasi tersebut hoaks. Jurnal yang disebutkan adalah studi yang telah diedit judulnya.

Studi asli yang diterbitkan pada The New England Journal of Medicine berjudul Phase 1-2 Trial of a SARS-CoV-2 Recombinant Spike Protein Nanoparticle Vaccine. Judul tersebut telah diedit jadi SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis lenght by 3 inches in some individuals.[]

Sumber: haibunda.com

5

Red: admin

Editor: iman

902