Sunnah Minum Dengan Duduk, Begini Penjelasannya Ilmiahya

0
45
makan bersama keluarga
Adab makan dan minum. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – terkadang kesibukan seharian akan membuat lupa makan dan minum atau minimal tidak teratur. Namun perlu diwaspadai terkadang kita sangat fokus dan semangat menyelesaikan beban-beban pekerjaan, hingga tidak memperhatikan cara minum.

Saat kerongkongan terasa haus, langsung ambil minum. Entah air putih, es teh, kopi, dan lainnya. Suatu saat malah diselingi dengan sambil ngobrol, ngemil, atau berdiri didepan.

iklan

Sobat Mapi harus tahu bagaimana jalannya air tersebut didalam tubuh kita ? Air adalah bagian yang sangat penting bagi tubuh kita. Karena ia berada mulai dari otak hingga kaki.

Ia bercampur dengan darah, berada di dalam organ tubuh, untuk membantu kerja-kerja organ tersebut. Salah satu sebab kita sering mengantuk adalah kekurangan oksigen di otak. Sedangkan oksigen tersebut bisa kita dapatkan dalam ikatan senyawa didalam air putih.

Organ lain dalam tubuh kita yang banyak membutuhkan air adalah Ginjal. Ia mengandung 82,7 % air. Fungsi utama ginjal adalah, menyaring racun. Ia akan menyaring hanya zat-zat yang diperlukan oleh tubuh, zat yang tidak diperlukan, akan dibuang melalui saluran pembuangan. Ia akan mudah menyaring jika kandungan airnya banyak.

Disamping juga membran saringan dalam ginjal ini sangat halus. Sehingga jika kekurangan cairan, maka darah yang akan disaring pada ginjal menjadi kental.

Bentuk yang agak kental ini akan merusak membran yang halus ketika proses penyaringan. Karenanya, ketika saringan ini bocor, racun atau zat-zat yang tidak diperlukan tubuh akan langsung menuju kandung kemih dan tersisa disana. Kemudian, jika ingin buang air kecil, akan terasa sakit.

Selain itu, yang perlu kita ketahui, didalam ginjal terdapat katup yang disebut sfingter. Ia dapat terbuka dan tertutup. Jika kita diposisi duduk, maka sfringter ini akan terbuka, sehingga air bisa lewat untuk kemudian disaring melalui “pos-pos” penyaringan yang berada di dalam ginjal. Kemudian air akan ditampung di kandung kemih untuk selanjutnya akan dikeluarkan.

Jika kita berdiri, katup sfringter ini akan tertutup, maka air tidak akan masuk kedalam ginjal, air akan langsung menuju ke kandung kemih. Jika ini sering terjadi, akan ada pengendapan di saluran ureter karena banyak limbah yang tersisa di ureter. Limbah inilah yang kemudian dapat membentuk Kristal atau dikenal dengan batu ginjal.

Minum sambil berdiri sangat berpotensi akan membentuk batu ginjal. Usahakanlah posisi duduk ketika akan minum. Walaupun itu hanya sekejap. Karena jika tidak dibiasakan, walau minum hanya sekejap, tapi sering dilakukan, akan banyak pengendapan di saluran pembuangan ini.

Dalam Islam sendiri bab atau adab makan dan minum ini juga telah dibahas dimana salah satunya adalah larangan makan dan minum sambil berdiri.  Seperti hadis yang disampaikan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no).

Demikian juga dalam hadis lain yang masih dari  Anas radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata,

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR. Muslim).

Para ulama menjelaskan, dikatakan makan dengan berdiri lebih jelek karena makan itu membutuhkan waktu yang lebih lama daripada minum.

Namun demikian ada beberapa ulama yang masih membolehkan makan dan minum sambil berdiri. Alasan mereka hadis –hadis yang disebutkan diatas masih bersifat larangan dan tidak jatuh pada keharaman. Dalil pembolehan makan dan minum sambil berdiri ini dapat kita temukan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata,

Aku memberi minum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri.” (HR. Bukharidan Muslim)

Demikian juga dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata,

Kami dahulu pernah makan di masa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- sambil berjalan dan kami minum sambil berdiri.” (HR. Tirmidzi no. 1880 dan Ibnu Majah no. 3301. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Dalil ini bahkan menyatakan makan sambil berjalan.

Para ulama berselisih pendapat tentang masalah ini. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat boleh (makan dan minum sambil berdiri). Sebagian lainnya menyatakan makruh (terlarang. Namun kita perlu tetap minum atau makan dalam keadaan duduk dalam rangka kehati-hatian mengingat dalil yang melarang keras minum sambil berdiri. [Berbagai sumber]

5

Red: admin

Editor: iman

830