Macam Najis Dan Cara Mensucikannya, Begini Caranya

0
314
Air liur anjing termasuk najis yang harus dibersihkan ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Salah satu syarat sahnya shalat adalah terhindar atau bersih dari najis, baik najis besar maupu najis kecil. Najis adalah kotoran yang harus dibersihkan karena tidak boleh terbawa dalam shalat.

Cara bersuci dari najis bergantung pada jenis najis yang akan dibersihkan. Berikut jenis-jenis najis dan cara membersihkannya.

  1. Air Kencing dan Tinja

 Cara membersihkan air kencing dan tinja adalah dengan mencucinya. Perhatikan keterangan berikut,

iklan

Telah datang seorang Arab Baduy, kemudian dia kencing di sudut masjid, maka para sahabat mencercanya, tetapi Nabi melarang. Ketika orang Arab Baduy itu kencingnya selesai, Nabi memerintahkan salah seorang sahabat untuk membawa seember air dan menyiramkannya pada air kencing itu” (H.R. Bukhari dari Anas r.a.).

Keterangan itu mengisyaratkan bahwa cara membersihkan najis air kencing adalah dengan mencucinya.

 

  1. Darah Haid dan Nifas

Darah haid dan nifas dinyatakan najis berdasarkan hadis Rasulullah Saw. Jika darah haid dan nifas tersebut menempel pada kain atau tempat shalat, hendaklah dicuci hingga bersih. Lakukanlah pencucian semaksimal mungkin. Seorang perempuan datang kepada Rasulullah, kemudian dia bertanya,

“Bagaimana menurutmu, wahai Rasulullah, jika darah haid kami mengenai pakaian, apa yang mesti diperbuat?’

Jawab Nabi, ‘Engkau mengeriknya, kemudian cucilah dengan air, dan kemudian bilaslah dan engkau shalat dengan pakaian itu” (H.R. Muttafaq ‘alaih dari Asma r.a.).

Kalimat “Engkau mengeriknya, kemudian cucilah dengan air …” menunjukkan bahwa mencuci pakaian yang terkena darah haid harus semaksimal mungkin, jangan asal-asalan. Kalau darah haid atau nifas menempel pada pembalut, tetapi tidak mengenai celana dalam, cara membersihkannya adalah mengganti pembalut itu dengan yang baru.

Jika ternyata darah tersebut masih tersisa atau berbekas di pakaian, padahal pencucian sudah dilakukan dengan maksimal, yang tersisa tersebut bukan najis lagi alias pakaiannya bisa dipakai shalat. Hal itu merujuk pada keterangan berikut.

“‘Ya Rasulullah bagaimana kalau darah itu berbekas pada pakaian?’

Rasulullah menjawab,

Yang penting, kamu sudah mencucinya, sementara bekasnya tidak apa-apa’” (H.R. Tirmidzi dari Khaulah r.a.).

 

  1. Air Liur Anjing

 Air liur anjing termasuk najis yang harus dibersihkan. Apabila anjing menjilat air yang berada di bejana, airnya harus dibuang dan bejananya dibersihkan. Caranya, bejana itu digosok dengan tanah satu kali, lalu dicuci dengan air enam kali.

Jadi, semuanya tujuh kali. Rasulullah Saw. bersabda,

Cara membersihkan bejana yang dijilat anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, dan yang pertamanya dengan tanah” (H.R. Muslim).

Hal itu dilakukan hanya jika anjing tersebut menjilati bejana. Akan tetapi, kalau ia menjilat kain atau kulit kita, cara membersihkannya tidak harus tujuh kali. Bersihkanlah kain atau kulit kita itu seperti membersihkan air kencing.

Jadi, cukup dicuci bagian yang dijilatnya saja sampai bersih. Alasannya karena teks bahasa Arab hadis di atas menggunakan kata walagha, yang bermakna jilatan pada benda cair. Sementara, jilatan pada benda padat bahasanya adalah lahatsa.

Bagaimana dengan air liur binatang lainnya, misalnya air liur kucing dan kuda, apakah harus dibersihkan seperti air liur anjing? Tidak. Hanya air liur anjing yang dinilai najis, sementara air liur binatang lainnya tidaklah najis. Perhatikan keterangan berikut. Rasulullah Saw. bersabda tentang kucing,

Kucing itu tidak najis; ia binatang jinak yang ada di sekitarmu” (H.R. Tirmidzi dan Khuzaimah dari Abu Qatadah r.a.).

Demikian hal yang perlu kita ketahui dalam membersihkan najis sehingga ibadah shalat kita menjadi sempurna. Wallahu’alam. [ ]

 

Sumber: dirangkum dari buku “ MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

buku shalat wudhu

5

Red: admin

Editor: iman

906

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/