MUI Keluarkan Taklimat Soal Anggota FPI Yang Ditembak Polisi

0
107
Sebanyak 5 anggota FPI yang ditemak polisi (7/12/2020) di makamkan di Megamendung Bogor, 1 jenazah di makamkan di Jakarta. ( foto: istimewa)

PERCIKANIMAN.ID – – Sehubungan dengan terjadinya insiden antara pendukung Front Pembela Islam (FPI) dengan aparat kepolisian di jalan Tol Jagorawi KM 50 pada Senin (7/12/2020) sekitar pukul 00.30 WIB yang mengakibatkan jatuhnya enam korban jiwa pendukung FPI. Maka, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) menerbitkan sejumlah maklumat.

“Menyampaikan ucapan takziyah kepada keluarga korban, inna lillahi wa inna ilahi rajiun. Semoga, Allah SWT menerima amal ibadahnya dan keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi musibah tersebut,” kata Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar, dan Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, dalam Taklimat MUI yang dikutip pada Rabu (9/12/2020).

iklan

Kiai Miftachul menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut yang sampai menimbulkan korban jiwa di antara sesama anak bangsa. MUI meminta kepada semua pihak untuk menghindarkan diri dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan saling curiga dalam menyelesaikan suatu masalah.

MUI mendorong semua pihak agar dalam menyelesaikan suatu masalah dilakukan dengan mencari akar masalahnya serta mengedepankan musyawarah, silaturahim, dan saling komunikasi yang baik. Sehingga, peristiwa semacam itu tidak terjadi lagi di Indonesia.

“Mendorong semua pihak agar mengedepankan proses hukum secara konsisten dan konsekuen, serta meminta aparat penegak hukum membuka secara transparan dan sebenar-benarnya informasi mengenai peristiwa tersebut,” ujar Kiai Miftachul dalam Taklimat MUI resmi bernomor: Kep-52/DP-MUI/XII/2020.

Taklimat MUI tentang insiden antara pendukung FPI dengan aparat kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan terus melakukan tabayun terhadap semua informasi terkait peristiwa tersebut. MUI mengimbau, tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh keadaan.

MUI mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk senantiasa mewujudkan situasi kehidupan yang aman dan damai serta terus berdoa kepada Allah SWT. Agar melimpahkan rasa kasih sayang, menghilangkan kebencian, dan permusuhan antar sesama anak bangsa Indonesia. [ ]

Sumber: republika.co.id

4

Red: admin

Editor: iman

908,