Shalat Hajat, Apakah Ada Contoh Dari Rasul ?

0
125
Ibadah shalat harus mencontoh apa yang diajarkan Rasulullah Saw ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orang pastinya mempunyai keinginan yang dapat terwujud dalam hidupnya. Namun kadang keinginan atau hajat tersebut susah atau sulit tercapai sehingga memerlukan usaha,doa dan cara tertentu, dimana salah satunya dengan melakanakan shalat yang disebut shalat hajat.

Dalam pemahaman di masyarakat yang umum bahwa shalat Hajat dilakukan saat memiliki keinginan (hajat) dengan maksud agar hajat tersebut dikabulkan. Waktu pelaksanaannya bisa siang maupun malam. Biasanya, dilaksanakan pada tengah malam sampai sepertiga malam terakhir.

iklan

Jumlah rakaatnya mulai dari 2 sampai 12 rakaat. Setelah Al-Fātiĥah, membaca surat apa saja. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa bacaan shalat Hajat adalah Al-Fātiĥah 8 kali dan Al-Ikhlāś 7 kali.

Setelah salam, lalu sujud membaca doa. Banyak ragam doa yang dibaca saat sujud. Salah satunya adalah bacaan berikut ini.

“Saya mohon ampunan kepada Allah, Tuhanku, dari segala dosa dan saya tobat kepada-Nya. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan pemelihara ‘Arasy Yang Mahaagung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Saya mohon kepada-Mu atas limpahan rahmat-Mu dan keagungan ampunan-Mu; memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan serta selamat dari tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku, sebelum Engkau ampuni. Dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar. Serta tidak ada sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan, Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

Setelah salam, kembali sujud satu kali dan mengucapkan semua keinginan. Dalam kitab Tajulami lil Ushul ditambahkan, setelah shalat membaca istighfar 100 kali, dzikir yang lain 100 kali, membaca shalawat 100 kali.

Jika ada keinginan khusus, biasanya shalat tersebut dilakukan 1 hingga 7 malam, bergantung pada hajat yang dibutuhkan. Khasiatnya, setiap keinginan pasti akan dikabul dan tidak akan merasakan sakaratul maut.

Namun demikian perlu dijelaskan dan ditegaskan bahwa Rasulullah Saw tidak pernah mengajarkan atau memberi contoh tentang shalat hajat yang demikian itu.

Tidak ada dalil atau nash bahkan sekedar contoh dari sahabat yang menjelaskan tentang shalat hajat ini. dengan demikian praktik shalat hajat seperti diatas tidak perlu diamalkan.

Sebab yang namanya ibadah khususnya shalat itu dasarnya bukan sekedar baik menurut ukuran kita tetapi harus benar. Benar ukurannya adalah ada contoh dari Rasulullah Saw. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sumber: dikutip dari buku “ MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT “ karya Dr.Aam Amiruddin, M.Si

buku shalat wudhu

5

Red: admin

Editor: iman

908