Agar Terlahir Anak Sholeh, Jangan Lupa Berdoa Saat Suami Istri Menjalin Cinta

0
234
Keluarga adalah tempat belajar pertama bagi anak. ( ilustrasi foto: kemenag)

PERCIKANIMAN.ID – – Pernikahan adalah penyatuan dua ruh manusia. Ada beberapa alasan seseorang memutuskan untuk menikah.

 Pertama, pernikahan merupakan tuntunan fitrah manusia sehingga dianggap wajar kalau seseorang yang menikah atas dasar kecantikan, harta, dan nasab. Sebab, hal inilah yang pernah diungkapkan oleh Rasulullah lewat sabdanya,

“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; karena cantiknya atau karena keturunannya  (kecerdasannya) atau karena hartanya atau karena agamanya. Tetapi pilihlah yang beragama, agar kamu selamat.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

iklan

Kedua, pernikahan merupakan obat bagi mereka yang haus syahwat. Pernikahan merupakan solusi terhadap gejolak syahwat yang berlebihan. Sebenarnya, Rasulullah Saw. pun memberikan solusi lain berupa shaum bagi mereka yang belum mampu untuk menikah. Hal ini pernah disabdakan oleh Rasulullah Saw. lewat sebuah hadits,

Hai golongan pemuda! Bila di antara kamu ada yang mampu nikah, menikahlah. Karena matanya akan lebih terjaga dan kemaluannya akan lebih terpelihara. Dan bila dia belum mampu untuk nikah, hendaklah dia shaum, karena shaumnya merupakan penjagaan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Itulah dua ruh manusia yang satu sama lain saling membutuhkan. Jika salah satunya hilang, kebutuhan manusia pun akan berkurang, dan hal itu akan berdampak pada kekurang-harmonisan membangun rumah tangga yang sakinah.

Oleh karena itu, kesepadanan di antara suami-istri (seperti kecantikan, harta, pendidikan, dan agama) sangatlah penting. Lebih penting lagi, jika keduanya (suami-istri) berasal dari keturunan yang subur.

Dalam Islam, pernikahan merupakan peristiwa yang sangat penting. Hal ini berkaitan dengan zat manusia dan mengikat antara dua jiwa dengan ikatan cinta dan kasih sayang.

Pernikahan merupakan ikatan yang dapat menjaga keberlangsungan kehidupan manusia secara normal dan sesuai dengan fitrah kemanusiaan.

Hal ini ditandai dengan lahirnya keturunan dan terpeliharanya kemaluan dari perbuatan keji. Dengan begitu, Rasulullah menganjurkan untuk mendoakan sepasang pengantin yang baru saja membuat sebuah ikatan yang sangat penting, krusial, bahkan sakral agar mereka diberi keberkahan.

Berkah artinya tetapnya sesuatu dalam kebaikan dan tetapnya kebaikan dalam setiap sesuatu. Doa tersebut amat mendalam karena keberkahan dalam pengertian tadi bagi pasangan pernikahan menjadi harga mati.

Mengingat pernikahan dalam hal ini membangun rumah tangga merupakan pekerjaan yang berat, selain karena membangun rumah tangga tidak mengenal batas waktu, membangun rumah tangga juga begitu banyak tantangan dan godaan.

Selanjutnya, Rasulullah secara khusus menganjurkan kepada suami (dan boleh juga dibaca oleh istri) untuk senantiasa membaca dzikir (doa) yang kedua tadi. Dzikir tersebut memuat permohonan kepada Allah untuk kebaikan pasangan hidup. Kebersamaan adalah faktor yang penting demi terwujudnya rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.

Kebersamaan berarti terwujudnya saling pengertian, komunikasi yang baik, dan terpenuhinya hak dan kewajiban. Itu semua akan terpenuhi jika kedua belah pihak (suami dan istri) merupakan pribadi yang baik dan terlindung dari keburukan-keburukan yang dapat meluluhlantakkan bangunan rumah tangga.

Sungguh, pernikahan merupakan ikatan yang mulia dan penuh berkah. Allah Swt. mensyariatkannya untuk kemaslahatan dan kemanfaatan hamba- Nya. Dengan demikian, maksud-maksud yang baik dan tujuan-tujuan yang mulia bisa tercapai.

Salah satu tujuan terpenting pernikahan mendapatkan keturunan atau anak yang saleh, yang menyembah kepada Allah dan mendoakan kedua orangtuanya sepeninggal mereka, dan menyebut-nyebut kebaikannya di kalangan manusia serta menjaga nama baiknya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu harus dimulai sejak dini atau sejak proses pertama, yaitu sejak “bibitnya” mulai disemai (bersetubuh). Maka itu Rasulullah Saw mencontohkan doa ketika hendak melakukan hubungan suami istri,

Bismilllaahi allahumma jannibnaasy syaithaana wajannibii syaithaana maa razaktanaa

Dengan menyebut nama Allah, ya Allah! Jauhkan kami dari setan dan jauhkan setan dari rezeki yang Engkau turunkan kepada kami.” (H.R. Bukhari)

Hal itu dimaksudkan agar kita dan anak kita ketika lahir aman dari pengaruh setan sehingga menjadi hamba yang saleh salehah atau tidak menjadi golongan orang kafir. [ ]

Sumber: disarikan dari buku “ INSYA ALLAH SAKINAH “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

 

5

Red: admin

Editor: iman

948