Sidang Lanjutan Kasus Darmawan, Saksi Ahli Pidana Nyatakan Terdakwa Lakukan Ujaran SARA

0
46
Sidang kasus UU ITE dengan terdakwa Darwawan di PN Bandung

PERCIKANIMAN.ID  – – PN Bandung kembali menggelar sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Ir. Darmawan. Dalam sidang ke-4 yang berlangsung Selasa (17/11/2020) JPU hanya membacakan keterangan saksi ahli pidana Tajudin SH,MH karena yang bersangkutan berhalangan hadir.

Dalam keterangan yang dibacakan JPU, Tajudin menyampaikan bahwa dari 14 video yang diunggah terdakwa melalui akun youtube pribadi mengandung dan melanggar UU ITE khususnya  Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”)

iklan

“Pasal 28 ayat (2) UU ITE berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” ujar Tajudin seperti dibacakan JPU.

Selain itu Tajudin juga menyampaikan bahwa ke 14 video tersebut konten atau isinya merupakan perbuatan melawan hukum. Dimana secara sadar dan sengaja terdakwa telah menafsirkan ajaran Islam menurut pemahamannya sendiri.

“Konten atau muatan dalam keselurahan video tersebut telah menimbulkan permusuhan khususnya masyarakat muslim dimana banyak kalimat atau ucapan yang menodai ajaran Islam itu sendiri,”tegasnya.

Setelah JPU membacakan keterangan saksi ahli pidana, persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa oleh Majelis Hakim yang dipimpin Eri Irawan SH.

Dalam kesempatan tersebut majelis hakim menanyakan apa motif dari terdakwa membuat dan kemudian memposting video tersebut?

“Saya membuat video tersebut bertujuan untuk mencerdaskan bangsa,” jawab Darmawan.

Namun Darmawan sendiri tidak mampu menjawab saat majelis hakim menanyakan apa indikasi dari konten mencerdaskan bangsa? Bukankah justru menimbulkan kegaduhan dan konflik horizontal dalam masyarakat karena menyinggung agama lain yakni kaum muslim.

Demikian juga saat majelis hakim menanyakan berdasarkan apa terdakwa membuat konten demikian yang dapat menyinggung umat Islam?

“Berdasarkan kebenaran, kebenaran menurut saya pribadi,”ujar Darmawan.

Namun saat majelis hakim menanyakan dari mana terdakwa tahu kebenaran Islam? Apakah sudah dipelajari secara mendalam sebelum membuat konten?

“Belajar sedikit tentang Islam. Sejak kecil saya belajar Islam,”jawabnya.

Lagi-lagi saat majelis hakim menanyakan apakah benar jika Islam diterapkan di Indonesia akan menimbulkan konflik seperti video yang dibuat tersangka?

“Apakah saudara waktu ditangkap mengalami kekerasan ?,”tanya hakim.

“Ya sedikit, seperti ada yang menarik saya,” jawab Darmawan.

“Mungkin maksud ditarik itu agar saudara berjalannya lebih cepat. Jadi Islam itu agama yang ajarannya rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta termasuk manusia. Bukan seperti yang saudara sampaikan dalam video-video yang saudara buat itu,” terang majelis hakim.

Namun lagi-lagi terdakwa tidak mau mengakui bahwa konten video yang dibuat dan disebarkan melalui akun youtube pribadinya adalah perbuatan yang salah. Darmawan tetap berpendirian bahwa kontennya itu untuk mencerdaskan orang lain dalam rangka membangun bangsa Indonesia.

“Saudara sendiri sebelumnya pernah dipenjara selama 3 tahun lebih dalam kasus yang sama. Itu menunjukkan bahwa perbuatan saudara itu salah menurut aturan hukum di Indonesia. Bukan hakim yang menyalahkan tetapi hukum yang menyatakan begitu. Apakah saudara tidak menyesal atau perbuatan saudara sebelumnya? Harusnya masa isimilasi itu saudara gunakan untuk merenung dan introspeksi diri, bukan malah membuat kesalahan yang sama,”terang majelis hakim.

Pemeriksaan sendiri dilakukan secara online dengan video conference,  sebab Ir.Darmawan selaku terdakwa tidak bisa dihadirkan dan masih ditahan di Rutan Kebonwaru Bandung.

Sidang sendiri akan dilanjutkan Selasa depan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU. [ ]

4

Rep: iman

Editor: admin

908