Tahapan Mendidik Anak Dalam Islam, Prioritaskan Penanaman Akidahnya

0
94
Pendidikan akidah pada anak harus dikuatkan sejak dini ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Dalam mendidik, hendaknya orangtua menggunakan pendekatan yang bersifat kasih sayang. Hal ini dapat kita cermati dari panggilan Lukman kepada anak-anaknya, yaitu “Yaa bunayyaa

(Wahai anak-anakku)”.

iklan

Seruan tersebut menyiratkan sebuah panggilan dari orangtua yang penuh muatan kasih dan sentuhan kelembutan. Indah dan menyejukkan.

Kata bunayyaa mengandung rasa manja, kelembutan, dan kemesraan, tetapi tetap dalam koridor ketegasan dan kedisiplinan, meskipun tidak berarti mendidik dengan keras.

Mendidik anak dengan keras hanya akan menyisakan dan membentuk anak berjiwa keras, kejam, dan kasar. Kekerasan hanya meninggalkan bekas yang menggores tajam kelembutan anak.

Ya, kelembutan dalam diri anak akan hilang tergerus oleh pendidikan yang keras dan brutal. Kekerasan akan membuat kepribadian anak jauh dari kebenaran dan kesejukan.

Kelembutan dan kemesraan dalam mendidik merupakan konsep Al-Quran. Sehingga, apa pun pendidikan yang diberikan kepada anak hendaknya dengan kelembutan dan kasih sayang.

Begitu juga dalam prioritas utama pendidikan anak dalam Islam, yakni akidah.

Mengapa harus akidah? Karena akidah merupakan fondasi dasar bagi manusia untuk mengarungi kehidupan. Akidah yang kuat akan membentengi anak dari pengaruh negatif kehidupan dunia.

Sebaliknya, jika akidahnya lemah, tidak ada lagi yang akan membentengi anak dari pengaruh negatif, baik dari dalam dirinya sendiri, keluarga, maupun masyarakat di sekitarnya.

Lantas, apa yang harus kita lakukan dalam memulai langkah menjadi orangtua yang baik dan bertanggung jawab sehingga mampu menyampaikan akidah yang benar kepada anak?

Tidak lain adalah dengan memahami posisi atau kedudukan anak dalam keluarga menurut Islam. [ ]

Sumber: dikutip dari buku ” GOLDEN PARENTING ” karya DR.Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

871