Tips Memenuhi Gizi Seimbang Dalam Keluarga

0
67
makan bersama keluarga
Adab makan dan minum. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – -Sebelum kita membahas lebih lanjut, mari kita lihat dulu apa yang disebut pola makan. Pola makan adalah perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan makanan yang meliputi sikap, kepercayaan, jenis makanan, frekuensi, cara pengolahan, dan pemilihan makanan.

Sebagai contoh adalah pola nasi (sebagai makanan utama), kemudian ada juga pola roti, ataupun pola makan lain yang lebih spesifik, di antaranya spageti atau pasta.

iklan

Kemudian apa yang disebut dengan gizi? Gizi berasal dari bahasa arab “Algizzai” yang berarti makanan atau saripati makanan yang bermanfaat untuk kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap orang memerlukan lima kelompok zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dalam jumlah yang cukup, tidak lebih dan tidak kurang.

Di samping itu manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses dalam tubuh. Secara umum fungsi zat gizi adalah sebagai berikut:

  1. Karbohidrat: sumber energi utama.
  2. Protein: sumber zat pembangun, selain untuk pembentukan sel, fungsi kekebalan, pembawa materi genetik, juga sebagai bahan baku zat pengatur metabolisme tubuh seperti hormon peptida, dan getah pencernaan.
  3. Lemak: sumber energi lain selain karbohidrat, bahan baku hormon steroid, pembawa vitamin larut lemak, proteksi organ vital, berperan dalam mekanisme kekebalan tubuh, pengatur suhu tubuh, pemberi rasa enak pada makanan.
  4. Vitamin dan mineral: sumber zat pengatur proses metabolisme dalam tubuh.

Jadi apa yang disebut dengan gizi seimbang? Makanan dengan gizi seimbang adalah makanan yang mengandung semua zat gizi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kesehatan tubuh yang optimal.

Semua zat gizi tersebut sangat vital bagi tubuh, kekurangan salah satu zat gizi dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan seseorang menjadi sakit. Oleh karena itu sedapat mungkin kita tidak meninggalkan waktu makan atau kalaupun karena sesuatu hal, pemilihan jajanan ataupun makanan siap saji yang tepat dapat memenuhi kebutuhan.

Secara alami komposisi zat gizi setiap bahan makanan memiliki keunggulan tertentu. Dengan mengonsumsi makanan yang beraneka ragam, kekurangan zat gizi tertentu pada satu bahan makanan akan dilengkapi dengan keunggulan susunan zat gizi pada bahan makanan jenis lain.

Jadi untuk mencapai asupan zat gizi seimbang tidak mungkin dipenuhi oleh satu jenis makanan. Selain itu juga terdapat ketergantungan antara satu zat gizi dengan zat gizi lain, misalnya vitamin C yang ada pada jus buah akan meningkatkan penyerapan zat besi pada daging steak/sate.

Untuk merencanakan menyusun menu sehat adalah harus mengandung semua zat gizi yang diperlukan, dari segi kuantitas harus memenuhi kebutuhan, dan proporsi harus seimbang yaitu karbohidrat 60-70%, lemak 20-25%, protein 10-15%, selain itu harus sesuai dengan pola makan sehari-hari, tidak bertentangan dengan kepercayaan dan dapat memenuhi selera.

Al Quran menyebutkan bahwa terdapat sekian banyak jenis makanan yang sekaligus dianjurkan untuk dimakan seperti yang tercantum dalam Q.S. As-Sajdah 27, Q.S. Al Ghafir 79, Q.S. An-Nahl 14 dan 69, Q.S. Al Mukminun 21 dan 23, serta Q.S. Al An’am 141. Penyebutan aneka jenis makanan ini menuntut kearifan dalam memilih dan mengatur keseimbangannya.

Selain itu seimbang dalam arti jumlah makanan dengan jelas disebutkan dalam Q.S. Al A’raf 31 yang berbunyi, “Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak senang terhadap orang yang berlebih-lebihan.” Demikian pula Rasullullah mengingatkan dalam hadisnya, “Tidak ada yang dipenuhkan manusia lebih buruk dari perut, cukuplah bagi putra Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya. Kalaupun harus (memenuhkan perut), maka hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk pernafasan.

Apa yang dimaksud dengan gizi tidak seimbang?

Makanan dengan gizi tidak seimbang adalah makanan dengan komposisi tidak lengkap, keadaan ini dapat timbul bila makanan sehari-hari kurang beraneka ragam. Makanan jajanan atau makanan siap saji umumnya mengandung lemak, karbohidrat, dan garam yang cukup tinggi, sedikit mengandung vitamin, mineral, serat dan air. Mengkonsumsi makanan siap saji dapat disebabkan karena tidak mau atau tidak sempat sarapan, malas makan di rumah tetapi mencari jajanan yang dapat memenuhi selera makan.

Akibat jangka pendek adalah gangguan konsentrasi belajar/bekerja dan gangguan buang air besar. Sedangkan gangguan jangka panjang adalah pertumbuhan tidak optimal, kegemukan, daya tahan tubuh kurang, gangguan kesehatan kulit dan rambut, serta mempercepat timbulnya penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterol.

Seseorang dengan aktivitas tinggi sepanjang hari memerlukan energi yang cukup dari makanan. Pemenuhan energi ini jangan sampai diambil dari porsi bahan makanan lain yang dipakai untuk pertumbuhan, misalnya makan dengan kandungan karbohidrat sangat rendah dan tinggi protein akan menyebabkan protein dipakai sebagai sumber energi untuk mengimbangi kekurangan energi dari karbohidrat, sehingga fungsi utama protein sebagai sumber pembangun terabaikan.  [ ]

4

Red: admin

Editor: iman

867