Kehamilan dan Keluarga Berencana Dalam Pandangan Islam dan Medis

0
20
Pada usia 25 minggu, janin sudah dapat mendengar serta mengenali suara orang-orang terdekat seperti ibu dan ayah. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – -Peran keluarga dalam Islam sangatlah penting. Kita harus membuat planning agar keluarga kita dapat selamat  dunia dan  akhirat. Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan kecuali dalam keadaan suci, orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (H.R. Muslim)

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang biasanya terdiri atas suami, istri, dan anak. Dalam membangun sebuah keluarga diperlukan persiapan yang matang. Persiapan tersebut harus dapat menjamin kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

iklan

Misalnya, ketika seorang istri hamil, ia harus memperhatikan kesehatan diri dan bayi yang dikandungnya, karena data statistik kesehatan di Indonesia menyebutkan:

Kematian wanita tertinggi adalah karena masalah kehamilan dan persalinan, urutan penyebab kematian wanita di Indonesia,

    1. perdarahan pada persalinan
    2. keracunan kehamilan / kenaikan tekanan darah dan kejang
    3. infeksi persalinan dan nifas
    4. pengguguran kandungan
    5. kanker leher rahim
    6. kanker rahim

Wanita paling sehat ialah mereka yang hamil antara usia 20 sampai 30 tahun dengan jarak antara 2-3 tahun.

      1. Penyakit pada wanita di bawah 20 tahun; keracunan kehamilan, panggul sempit, gangguan psikis
      2. Penyakit pada wanita di atas 30 tahun; tekanan darah tinggi, tumor kandungan (seperti mioma, kista), kondisi tubuh sudah menurun, gangguan hati, gangguan ginjal.
      3. Jarak antara kehamilan yang terlalu dekat mengakibatkan kerusakan pada diri ibu, seperti gigi berlubang, tulang keropos, anemia, proses menyusui tak sempurna, rahim dan liang peranakan belum kembali sempurna, kurang terjalinnya hubungan psikologis ibu anak.
      4. Makin banyak jumlah anak, makin menurun kondisi kesehatan ibu, makin mungkin terjadi perdarahan, ari-ari menghalangi jalan lahir, ari-ari melengket, kerusakan jalan lahir.

Cacat janin bawaan akan meningkat apabila wanita hamil berusia di atas 35 tahun (down syndrome)

Dan hendaklah takut kepada Allah swt orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir akan kesejahteraannya…” (Q.S. An-Nisa 4:9)

Allah swt. tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau berubah. Pandangan orang tua dulu yang meyakini “banyak anak banyak rezeki”, sudah tidak relevan lagi. Selain masalah kesejahteraan dan masa depan anak, perlu juga diperhatikan  masalah kesehatan ibu –yang mengandung mereka –seperti yang telah dicantumkan di atas.

Untuk dapat mewujudkan pelaksanan pola perencanaan keluarga sejahtera, diperlukan upaya mengatur kesehatan yang dapat membantu realisasi fungsi keluarga dalam kaitan dengan fungsi reproduksi.  Adapun upaya Keluarga Berencana adalah  :

  1. Membantu wanita dari masalah kodratinya (menstruasi, hamil, menyusui)
  2. Metode pengaturan kesuburan –tercantum dalam Al Quran sebagai ‘Azl—(metode sanggama terputus/coitus interruptus), sehingga diyakinilah kebolehannya.
  3. Metode kontrasepsi. Metode ini bukanlah metode yang sempurna, karena setiap metode pasti ada angka kegagalannya.
    1. pil kurang dari 1%
    2. suntik, susuk KB/implan sekitar 1%
    3. sterilisasi pria/wanita kurang dari 1,10 %
    4. IUD sekitar 2-3 %
    5. Kondom, diagfragma, istibra berkala, tablet busa, sanggama terputus, di atas 10 %

MUI mengizinkan kontrasepsi untuk tujuan yang baik dangan catatan harus reversible, tidak menetap–kesuburan pemakai bisa dikembalikan ke asalnya–, karena manusia tidak boleh menetapkan atau mengubah apa yang telah ditentukan oleh Allah swt. (sterilisasi pun dapat dibuka kembali –hamil lagi– dengan cara in vitro fertilization)

  1. Menyusui selama dua tahun dianjurkan dalam agama Islam (H.R.Abu Hurairah), ini merupakan suatu metode pengaturan kesuburan yang sederhana
  2. Semua metode KB sudah diteliti dengan saksama –tidak mengganggu kesuburan wanita bila sudah tidak digunakan.
  3. Dengan mengatur kesuburannya maka wanita dapat menyesuaikan kesuburannya dengan fleksibel, yang terpenting mereka dapat menjaga diri dari bahaya yang telah dicantumkan di atas
  4. Angka kematian wanita dapat dikurangi sehingga diharapkan pendidikan anak lebih terjamin
  5. Islam sangat mementingkan kesejahteraan wanita, bagi wanita yang meninggal dalam proses reproduksi mendapat pahala mati syahid –menunjukkan pentingnya reproduksi aman dalam Islam.

Allah swt. telah mengatur rizki seluruh makhluk, tetapi tidak berarti manusia bisa berleha-leha menantikannya. Orang yang berusaha akan mendapat tempat yang lebih baik di sisi-Nya. “Allah swt. akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.” [ ]

Sumber: dikutip dari buku ” KEHAMILAN YANG DIDAMBA” karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si dan dr. Hanny Ronosulistyo.Ob,Gyn

5

Red: admin

Editor: iman

945