Tips Agar Mudah Bangun Shalat Tahajud, Waspadai dan Lawan Bisikan Setan

0
245
Shalat Tahajud mempunyai keutamaan yang besar maka godaannya pun juga besar. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Tidak diragukan lagi bahwa mengikuti bisikan setan akan menyebabkan komitmen seseorang terhadap Islam melemah. Hal demikian terjadi karena setan selalu mengawasi dan mendekati setiap orang, terutama orang Islam.

Ia akan terus menggoda, membisikkan keraguan dan kebatilan agar orang-orang berpaling dari jalan Allah. Atau paling tidak, ketika berjuang di jalan-Nya, komitmennya berkurang hingga banyak kewajiban yang ditinggalkan.

Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan agar berhati-hati dan waspada terhadap bisikan setan, tidak boleh mendengarkannya, dan tidak boleh mengikuti langkah-langkahnya. Allah Swt. berfirman,

iklan

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Hai, anak cucu Adam! Jangan sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana setan telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya, ia dan pengikutnya dapat melihatmu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al-A‘raaf [7]: 27)

Dalam beberapa hadis, Rasulullah Saw. juga mengingatkan akan bahaya godaan setan. Rasulullah Saw. bersabda,

“Sesungguhnya setan akan duduk menghalangi semua jalan kebaikan yang akan dilalui oleh seseorang. Ia akan duduk menghalangi jalan orang yang akan masuk Islam. Setan berkata, ‘Mengapa engkau masuk Islam, meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu?’ Kalau bisikan itu tidak digubris, dia akan tetap masuk Islam.

Lalu, setan menghalangi jalan hijrahnya. Setan berkata, ‘Mengapa engkau hijrah meninggalkan tanah kelahiranmu?’ Kalau bisikan itu tidak digubris, ia akan tetap hijrah. Kemudian, setan duduk menghalangi jalannya untuk berjihad. Setan berkata, ‘Mengapa engkau pergi berjihad, kau korbankan harta dan jiwamu, lalu engkau berperang dan terbunuh, istrimu menikah dengan orang lain, dan hartamu akan dibagikan sebagai warisan?’ Kalau itu pun tidak digubris, dia akan tetap pergi berjihad.”

Lalu, Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa melakukan hal itu, pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Jika dia terbunuh, pasti Allah akan memasukkannya ke surga. Andaikata dia tenggelam, pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Kalau dia mati terlempar dari kudanya, pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga.” (H.R. Nasa’i)

Ayat Al-Qur’an dan hadis tersebut merupakan gambaran tentang kelicikan setan yang selalu membisikkan kejahatan kepada manusia, agar manusia semakin menjauh dari Rabb-nya.

Jika merenungkan Al-Qur’an, kita akan menyadari bahwa Allah Swt. telah memerintahkan kaum Muslim untuk melaksanakan Tahajud. Allah Swt. pun menjelaskan keindahan yang akan didapatkan oleh para pelaku Tahajud, seperti dijelaskan dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya, orang-orang bertakwa berada dalam taman-taman surga yang ada mata air. Mereka mendapatkan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya, waktu di dunia, mereka adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit tidur pada waktu malam.” (Q.S. Adz-Dzaariyaat [51]: 15-17)

Kadang, Allah Swt. menjelaskan bahwa salah satu ciri para pelaku Tahajud ialah takut kepada akhirat dan selalu berharap kepada-Nya. Hebatnya, penjelasan ciri-ciri tersebut disebutkan Allah Swt. hanya dalam satu ayat, sebagaimana firman-Nya,

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Apakah orang musyrik yang lebih beruntung, ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri karena takut pada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakan, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sebenarnya, hanya orang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 9)

Rasulullah Saw. pun menganjurkan kita untuk banyak melakukan shalat Tahajud. Karena orang yang sering melakukannya akan mendapatkan banyak keutamaan, sebagaimana dijelaskan dalam sabdanya,

“Hendaklah kalian mengerjakan qiyaamul-lail (shalat Tahajud), karena Tahajud itu kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Tahajud itu dapat mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus kesalahan-kesalahan, dan mengusir penyakit dari tubuh kita.” (H.R. Tirmidzi dan Al-Hakim)

Pada hadis tadi, Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa shalat Tahajud merupakan kebiasaan orang-orang saleh dan juga dapat menjadikan pelakunya lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus kesalahan-kesalahan, dan menjauhkan diri dari berbagai macam penyakit.

Ketika Rasulullah ditanya tentang amal perbuatan yang paling utama, beliau menjawab, “Lama Qiyaam (berdiri shalat).” (H.R. Abu Daud)

Rasulullah Saw. juga bersabda, “Shalat yang paling utama setelah shalat wajib ialah qiyaamul lail (Tahajud).” (H.R. Muslim)

Rasulullah Saw. pun mendoakan umatnya yang rajin melaksanakan shalat Tahajud agar mendapatkan rahmat dari Allah Swt. Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,

“Semoga Allah merahmati suami yang bangun pada malam hari, lalu bertahajud dan membangunkan istrinya. Jika istrinya menolak bangun, dia memercikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati istrinya yang bangun pada malam hari, lalu dia melaksanakan Tahajud dan membangunkan suaminya untuk melaksanakan shalat Tahajud pula. Jika suaminya menolak bangun, dia memercikkan air ke wajahnya,” (H.R. Abu Daud).

Doa Rasulullah Saw. tersebut sebagai bukti bahwa shalat Tahajud merupakan shalat sunah yang besar pahalanya, dan di antara ibadah sunah yang paling dicintai Allah Swt.

Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa Tahajud adalah salah satu penyebab seseorang masuk ke dalam surga. Abdullah bin Salam r.a. bercerita, “Ketika Rasulullah Saw. tiba di Madinah, masyarakat berduyun-duyun mendatangi beliau. Ada yang berkata,

‘Rasulullah datang, Rasulullah datang (sebanyak tiga kali)’. Kemudian, aku menuju kerumunan orang untuk melihat. Setelah melihat wajah beliau, aku baru tahu bahwa wajah beliau bukanlah wajah pendusta.

Ucapan pertama yang aku dengar dari beliau adalah, ‘Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambungkan tali silaturahmi, dan kerjakanlah shalat pada malam hari ketika orang-orang sedang lelap, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat” (H.R. Ibnu Majah). Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sumber: disarikan dari buku “ JANGAN HANYA 5 WAKTU “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

908