Bacaan Surat Ketika Menjadi Imam, Ini Yang Harus Diperhatikan

0
223

PERCIKANIMAN.ID– – Apabila menjadi imam dalam shalat berjamaah, sebaiknya kita membaca surah yang tidak memberatkan makmum. Abu Mas’ud al-Anshari r.a. menjelaskan bahwa ada orang yang mengadu kepada Nabi Saw. tentang imam yang selalu membaca surah yang panjang hingga memberatkan makmum. Mendengar informasi itu, Nabi Saw. bersabda,

Barang siapa di antara kalian menjadi imam, hendaklah memendekkan bacaannya karena di antara mereka ada yang lemah, tua, dan ada pula yang mempunyai keperluan” (H.R. Bukhari).

Manakala kita shalat sendirian, baik shalat wajib maupun shalat sunah semacam shalat Dhuha, Rawatib, Tahajud, Tarawaih, atau yang lainnya, tidak ada masalah jika kita membaca surah sepanjang apa pun yang kita hafal.

iklan

Hal itu pernah dijelaskan oleh sahabat Hudzaifah r.a. dalam riwayat Imam Muslim. Dia berkata bahwa Rasulullah Saw. pernah Shalat Malam; beliau membaca Surah Al-Baqarah, ’Ali Imran, dan An-Nisaa’ dalam satu rakaat.

Jadi, kalau kita hafal surah-surah yang panjang, silakan baca sepuasnya saat shalat sendirian. Namun, kalau menjadi imam, bacalah surah-surah pendek agar tidak memberatkan makmum.

Membaca Surah yang Paling Disukai

Anas r.a. berkata, “Seorang lelaki Anshar pernah menjadi imam di Masjid Quba. Setiap selesai membaca Al-Faatihah, dia selalu membaca Al-Ikhlaash sebelum membaca surah-surah lainnya. Lalu, kawan-kawannya berkomentar,

“Mengapa kamu selalu membacanya? Tidakkah kamu bosan membaca Al-Ikhlaash?” Sahabat itu menjawab, “Sungguh, aku tak bisa meninggalkannya

Kalau kalian tidak suka aku menjadi imam karena sering membaca Al-Ikhlaash, silakan cari imam yang lain.”

Namun, karena tidak ada orang yang paling baik bacaan Al-Qur’annya selain dia, akhirnya dia tetap menjadi imam. Ketika Rasulullah Saw. berkunjung ke masjid itu, kasus ini diceritakan kepada beliau.

Lalu, beliau bertanya kepada lelaki Anshar tersebut, “Apa alasan kamu melakukan itu?” Jawab lelaki Anshar itu, “Inni uhibbuha (aku sangat mencintainya).” Lalu, Rasulullah bersabda, “Hubbuka iyyaha adkhalakal jannata (kecintaanmu pada Al-Ikhlaash akan mengantarkanmu ke surga)” (H.R. Bukhari).

Bertolak dari kasus ini, kita bisa simpulkan bahwa tidak dilarang selalu membaca Surah Al-Ikhlaash dalam setiap rakaat, apalagi kalau yang melatarbelakanginya adalah karena kecintaan yang mendalam pada surah itu. Juga, mengandung makna bahwa kita diperbolehkan membaca surah-surah favorit yang kita hafal.

Pada riwayat tersebut, Rasulullah Saw. juga mengungkapkan bahwa “Kecintaanmu pada Al-Ikhlaash akan mengantarkanmu ke surga”.

Artinya, yang melatarbelakangi lelaki Anshar tadi selalu membaca Al-Ikhlaash adalah karena kecintaannya yang mendalam pada surah itu, bukan karena pendeknya.

Oleh karena itu, apabila kita juga sering membaca Al-Ikhlaash maka hendaknya bukan dilatarbelakangi karena pendeknya surah tersebut, melainkan karena kecintaan dan pemahaman yang mendalam atas surah itu. [ ]

Disarikan dari buku “ JANGAN HANYA 5 WAKTU “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

buku shalat wudhu

5

Red: admin

Editor: iman

907