Ciri Orang Yang Mendapat Hidayah Allah, Perhatikan 3 Hal Ini

0
225
Salah satu ciri orang yang mendapat hidayah Allah adalah ia mudah dan istiqomah dalam beramal shalih. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Segala sesuatu perlu latihan. Seorang anak tidak langsung bisa berlari tanpa berlatih. Seorang olahragawan angkat besi tidak mungkin langsung mampu mengangkat beban 150 kg tanpa berlatih.

Begitu juga kita tidak mungkin bisa tahajjud dengan rajin tanpa berlatih, tidak mungkin rajin ke majlis ta’lim tanpa berlatih, dan seterusnya. Intinya, kita akan merasa mudah beramal shaleh melalui proses latihan. Allah Swt. berfirman,

iklan

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا ۚ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

“Katakanlah, “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepada-Nya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan  dengan terang”. (Q.S. An-Nur [23]:54)

Pada ayat ini ada kalimat “Dan jika kamu taat kepada-Nya, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Kalimat pada penggalan ayat ini menegaskan bahwa petunjuk Allah swt. akan diberikan kepada orang-orang yang berusaha taat, alias selalu berlatih melaksanakan aturan-aturan-Nya dan menjauhi apa saja yang dimurkai-Nya.

Ciri orang yang mendapatkan hidayah taufik adalah,

  1. Merasa Ringan Dalam Beramal Shaleh

Orang yang telah mendapatkan hidayah ini akan merasa mudah atau ringan dalam melaksanakan amal shaleh, rajin dan tekun dalam beribadah, serta sangat takut berbuat kedurhakaan.

Sementara orang yang tidak mendapatkan hidayah ini akan berlaku sebaliknya, merasa malas dalam beramal shaleh dan tidak merasa bersalah kalau berbuat maksiat. Allah Swt berfirman,

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya , niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”. (Q.S. Al-An’am [6] : 125)

Maksud kalimat “Dia melapangkan dadanya untuk  Islam…” adalah orang yang mendapat hidayah akan merasa mudah melaksanakan ajaran-ajaran-Nya, dadanya lapang tanpa beban.

Sementara yang dimaksud “niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit” adalah  orang yang tidak mendapat hidayah akan merasa malas dalam beramal saleh karena dadanya terasa sesak saat melaksanakan aturan-aturan-Nya.

2. Konsisten

Orang yang mendapatkan hidayah ini akan  berpegang teguh atau konsisten dalam menjalankan perintah-perintah-Nya dan merasa nikmat saat beribadah kepada-Nya.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk .”  (Q.S. Ali Imran [3]:103).

 

3. Bersemangat Dalam Mempelajari Islam

Orang yang mendapatkan hidayah taufiq akan memiliki semangat untuk selalu menelaah ajaran-ajaran Allah. Islam itu agama yang harus difahami bukan sekadar diyakini. Rasulullah  Saw. bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

”Apabila Allah akan memberikan kebaikan pada seseorang, Dia faqihkan orang tersebut dalam agama.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud, “Dia faqihkan orang tersebut dalam agama” adalah orang tersebut bersemangat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam.

Demikianlah macam-macam hidayah dan ciri-ciri orang yang mendapatkannya. Semoga kita bisa meraih hidayah dilalah dan taufiq-Nya. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

907