Takut  Mati Kemudian Shalat, Boleh atau Tidak ?

0
208
Shalat adalah cara "komunikasi" dengan Allah Swt (ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, akhir-akhir ini saya sering merasa takut, terutama takut mati. Biasanya saya lalu shalat sambil menangis. Apakah yang saya lakukan salah?Apakah ketakutan saya normal? Bagaimana cara menghilangkan rasa takut tersebut?Mohon nasihat dan penjelasannya. Terima kasih.( E via e-mail)

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Perasaan takut adalah fitrah. Kita harus punya rasa takut sebagai bagian dari mekanisme pertahanan hidup. Seorang mahasiswa takut tidak lulus ujian, membuat dia belajar sungguh-sungguh. Seorang sopir takut mengalami kecelakaan, membuat dia hati-hati membawa kendaraan dan sebagainya. Jadi, rasa takut diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Takut dalam batas-batas normal sangatlah bermanfaat bagi kehidupan. Namun apabila rasa takut itu sudah melebihi ambang normal berarti menjadi abnormal. Nah, perasaan takut yang berlebihan inilah yang harus kita benahi. Rasa takut jangan dibuang tapi harus dimanage, harus dikelola dengan baik sehingga menjadi energi kehidupan.

iklan

Kita wajib mampu mengelola rasa takut sebab dia merupakan bagian dari ujian hidup. Kita akan diuji Allah dengan rasa takut, khawatir, kekurangan harta, bahkan kelaparan.

(2:155). وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,  kelaparan,  kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira  kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al Baqarah [2]: 155).

 

Kita wajib berlindung diri pada Allah apabila merasakan ketakutan yang berlebihan. Kita harus yakin bahwa Allah swt. Maha Melindungi, Maha Penyayang, dan Maha Berkuasa. Hal ini membuat kita menjadi lebih tenang menghadapi rasa takut yang berlebihan.  

 

(13:28). الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Rad [13]: 28).

 

Ada perasaan takut yang justru harus kita pupuk, kita latih, dan kita rawat. Yaitu rasa taku pada Allah swt. Allah memberi penghargaan yang tinggi pada orang-orang yang memiliki rasa takut kepada-Nya. Allah memberi gela pada orang-orang yang punya rasa takut dengan Ulul Albab artinya orang yang  berakal atau memiliki kearifan.

 

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang yang berakal atau kearifan). Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ’Ya Tuhan kami,  tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S. Ali Imran [3]: 190-191).

 

Ekspresi takut kepada Allah akan melahirkan sikap takwa, yaitu takut dari siksa atau azab Allah sehingga menjadi pendorong untuk selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

(32:16). تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Q.S. As-Sajdah [32]: 16).

 

Bagaimana dengan perasaan takut mati? Dalam batas-batas tertentu, takut mati adalah fitrah alias wajar. Bahkan baik, apabila takut mati mampu menjadi pendorong atau motivator untuk berbuat berbagai kebajikan dan menjadi energi untuk menjauhkan diri dari kemaksiatan. Takut mati seperti ini sangat baik, harus kita tumbuhkan dan dirawat.  Rasulullah Saw bersabda,

 

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR.Baihaqi)

Keterangan ini mengisyaratkan bahwa dalam batas-batas tertentu, takut mati sangatlah baik. Namun takut mati menjadi sangat buruk apabila membawa kita pada sikap apatis, tidak ada semangat hidup, bahkan putus asa. Takut mati semacam ini harus disembuhkan dengan cara memupuk kesadaran bahwa setiap orang akan mati, baik cepat ataupun lambat.

Kita tidak perlu takut mati, sebab mati pasti akan kita alami. Yang harus kita takuti, apa yang akan kita bawa setelah mati. Jadikanlah takut mati sebagai motivator atau pendorong  untuk berlomba dalam kebaikan.

Lalu bagaimana saat takut mati kemudian mengerjakan shalat sambil menangis? Dalam momen tentu sangat bagus sehingga shalat Anda menjadi lebih khusyuk. Shalat Anda jadi lebih bermakna dan berkualitas.

Namun juga harus diperhatikan shalat apa yang Anda kerjakan? Tentu bukan sekedar shalat saja, sebab yang namanya ibadah khususnya shalat harus contoh dari Rasul.

Kalau Anda takut mati di malam hari setelah terjaga dari tidur kemudian shalat Tahajud tentu sangat bagus. Anda jadi lebih khusyu dalam shalat. Atau Anda takut mati lalu shalat Dhuha tentu ini juga bagus, atau shalat-shalat sunnah yang lainnya yang dicontohkan Rasul.

Tetapi kalau Anda tiba-tiba takut mati lalu shalat tanpa melihat waktunya dan shalatnya maka tentu tidak dibenarkan. Sebab, sekali lagi yang namanya ibadah shalat itu ada aturan waktu, jumlah rakaat dan yang utama adalah harus ada contoh dari Rasul. Bukan sembarang shalat atau shalat sekehendak hati. Ini tidak dibenarkan.

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Dan kalau Anda ingin mengetahui shalat-shalat sunnah yang diajarkan atau dicontohkan Rasul, Anda bisa membaca buku saya yang berjudul ” MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT ” atau buku ” JANGAN HANYA 5 WAKTU ” disitu ada panduan lengkap tentang shalat sunah dengan dalil yang shalih. Wallahu A’lam bishshawab. [ ]

buku shalat wudhu

5

Red: admin

Editor: iman

908

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 08112202496 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .