Tips Agar Bisa Kerjakan Umroh dan Haji dengan Nyaman Selama Pandemi

0
63
Jamaah umroh nampak khusyu setelah dibuka kembali ( foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.ID – –  Persiapan dan pengetahuan – baik spiritual maupun praktis – adalah kunci ziarah yang sukses dan bebas masalah di tanah suci. Kiat, pedoman, dan rekomendasi ini akan membantu para pelaku haji dan umrah mendapatkan hasil maksimal dari waktu mereka di Makkah.

Apa yang Harus Dipakai di Mekkah

iklan

Sebagai negara konservatif, Kerajaan Arab Saudi tidak menyukai ketidaksopanan. Sebelum masuk ke Ihram (keadaan suci selama haji dan umrah), pria Muslim biasanya mengenakan pakaian Barat atau pakaian tradisional dari negara asal mereka. Wanita harus berpakaian konservatif dengan pakaian panjang dan longgar, dan menutupi rambut mereka dengan jilbab, bukan syal longgar.

Apa yang Harus Dipakai untuk Haji dan Umrah?

Begitu mereka memasuki Ihram, dan sebelum melakukannya, pria dan wanita tidak boleh lagi mengenakan pakaian yang dijahit. Setelah mandi (ghusl), mereka harus mengenakan pakaian putih khusus yang terdiri dari dua seprai atau kain handuk yang mulus.

Lembaran yang lebih besar melingkari pinggang dan diikat dengan ikat pinggang atau potongan kain yang robek dari bahan Ihram. Lembaran lainnya melewati satu atau kedua bahu.

Pria tidak boleh mengenakan pakaian dalam atau kaus kaki, dan kepala mereka harus tetap tidak tertutup. Sandal atau selop adalah alas kaki yang biasa. Keseragaman ini menandakan bahwa semua orang – kaya atau miskin – setara di hadapan Allah.

Pakaian haji untuk wanita tidak terlalu preskriptif. Mereka boleh memakai warna apa saja asalkan seluruh bagian tubuh – kecuali tangan dan muka – ditutupi kain. Namun, banyak wanita di Ihram yang mengenakan abaya dan hijab hitam atau putih.

  1. Larangan Selama Ihram

Ketika peziarah berada dalam keadaan sakral ini, mereka tidak boleh melakukan hal berikut:

  • Memotong, mencabut atau mencukur rambut
  • potong kuku.
  • Kenakan riasan atau parfum
  • Melakukan hubungan seksual
  1. Keluar dari Ihram

Setelah melakukan semua ritus haji atau umrah, pria harus mencukur kepala (taqseer). Wanita harus memotong seikat rambut, karena mencukur kepala mereka haram (dilarang) bagi mereka.

  1. Aturan Makkah untuk Wanita

Pria dan wanita yang tidak terkait (nuhrimI biasanya dipisahkan dalam masyarakat Saudi. Namun, selama Haji dan Umrah, kedua jenis kelamin ini bebas berbaur saat mereka memasuki Masjidil Haram bersama dan melakukan Tawaf (berjalan mengelilingi Ka’bah tujuh kali) berdampingan dalam kondisi ramai. Karena itu, waspadalah terhadap pria yang mungkin mendorong dan mendorong.

Wanita harus berhati-hati dalam menyinggung perasaan ketika berhubungan dengan warga lokal dan orang lain. Ini berarti mereka harus bepergian dengan mahram atau kelompok tur (untuk mereka yang berusia di atas 45 tahun) dan tidak boleh merokok di depan umum.

Wanita dilarang mengemudi di Kerajaan. Saat mengucapkan talbiyah untuk masuk ke Ihram, perempuan harus berdoa dengan tenang agar tidak menarik perhatian.

Saat shalat di masjid, wanita harus tinggal dengan mahram atau rombongan tur mereka dan tidak sholat di sebelah pria yang tidak terkait. Ada juga area terpisah bagi wanita untuk berdoa dan shalat.

Tip untuk Kenyamanan dan Keamanan

  • Pelaku haji dan umrah sering berjalan kaki, jadi kenakan sepatu yang nyaman.
  • Disarankan memakai sepatu slip-on, karena Anda akan mengenakan dan melepasnya di dalam masjid.
  • Waspadalah terhadap pencopet dan penjambret tas, terutama di dalam dan sekitar Haram. Tinggalkan barang-barang berharga di kamar hotel Anda dengan aman dan ambil hanya uang yang Anda butuhkan untuk hari itu.
  • Karena kepanasan, keramaian dan risiko penyakit menular, petugas haji menganjurkan ibu hamil, lansia dan anak-anak di bawah 12 tahun untuk tidak melakukan haji.
  • Peziarah harus tetap terhidrasi dan menghindari paparan sinar matahari dalam waktu lama. [ ]

Sumber: ihram.co.id

5

Red: admin

Editor: iman

860