PN Bandung Mulai Sidangkan Kasus Darmawan Si Penista Ajaran Islam

0
118
Para saksi memberi keterangan dalam sidang penistaan ajaran Islam dengan terdakwa Ir.Darmawan di PN Bandung, Kamis (22/10/2020)

PERCIKANIMAN.ID – –  Pengadilan Negeri (PN) Kota Bandung mulai menyidangkan kasus penistaan ajaran Islam yang dilakukan oleh Ir Darmawan, Kamis (22/10/2020).

Dalam persidangan perdana tersebut agendanya menghadirkan M.Roinul Balad sebagai pelapor dan Kanighia serta Ahsan sebagai saksi. Oleh Majelis Hakim ketiganya dimintai keterangan terkait pelaporan terhadap Darmawan pada 8 Agustus 2020 yang lalu di Polrestabes Bandung.

iklan

Dalam menjawab pertanyaan Eri Irawan SH selaku Hakim Ketua terkait alasan pelaporannya, Roinul Balad menerangkan bahwa perbuatan terdakwa (Darmawan) dengan membuat konten video yang berjudul “Mengorbankan Hewan Tidak Berdosa” serta “Buang Islam dari Indonesia” sangat melukai dan menyinggung perasaan ummat Islam di Indonesia.

“Sebenarnya bukan hanya dua video itu saja melainkan ada banyak, setidaknya saya sendiri sudah menonton delapan video yang kesemuanya penistaan terhadap ajaran Islam,”jelas Roin dihadapan Majelis Hakim.

Selain itu, imbuh Roin, apa yang dilakukan terdakwa dalam video-video tersebut berpotensi dapat menimbulkan permusuhan, konflik horizontal dan disintegrasi bangsa mengingat terdakwa sendiri non muslim dan menista ajaran Islam.

“Sebagai muslim dan sebagai warga Negara Indonesia tentu saya tersinggung dan tidak terima dengan ungkapan terdakwa yang kemudian diungah dalam video kemudian tersebar luas. Kita sendiri tahu bahwa mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam maka dengan ucapan terdakwa “buang Islam dari Indonesia” itu sangat berbahaya bagi NKRI,” imbuh Roin yang juga sebagai Ketua Harian Dewan Dakwa Jabar tersebut.

Untuk itu dirinya mewakili ummat Islam meminta agar majelis hakim dapat menjatuhkan hukum yang berat bagi terdakwa yang dengan sengaja telah menista ajaran Islam dan menimbulkan sikap permusuhan antar umat beragama.

Hal senada juga disampaikan saksi Ahsan yang ketika itu langsung mendatangi rumah ketua RT dimana terdakwa tinggal. Hal tersebut dilakukan Ahsan karena ingin berkoordinasi dengan RT setempat.

“Menurut keterangan pak RT saat itu bahwa terdakwa juga sebelumnya pernah melakukan perbuatan yang sama dan sudah mendapat hukuman. Saat itu juga terdakwa sudah diamankan pihak kepolisian untuk menghindari hal yang tak diinginkan karena massa sudah banyak disekitar rumah terdakwa,”ujarnya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martahan Napitupulu SH, membaca sejumlah judul video yang diunggah tersangka yang mengandung SARA. Menurut JPU ada 14 video yang mengandung pelanggaran UU ITE dan pasal 156a KUHP tentang penistaan agama. Dalam dakwaan, tersebut disebutkan terdakwa Ir Darmawan telah melanggar pasal 45 UU ITE dan pasal 156 a KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sidang tersebut digelar di Ruang Utama PN Bandung. Namun sayangnya terdakwa Ir Darmawan tidak bisa dihadirkan dipersidangan dan sidang dilakukan dengan video conference dari Rutan Kebonwaru tempat terdakwa ditahan.

Darmawan penista ajaran Islam yang tidak bisa hadir dalam persidangan perdana

Dalam persidangan perdana ini Darmawan selaku terdakwa tidak bisa dihadirkan dan hanya mengikuti melalu video ( online) dalam jaringan. Hakim Ketua beberapa kali berkomunikasi dan menanyakan tentang hasil sidang perdana ini. Karena kendala sinyal beberapa kali Hakim Ketua harus mengulang pertanyaan.

Rencananya sidang lanjutan akan berlangsung Kamis depan (5/11/2020) dengan agenda mendengarkan keterangan ahli yang akan dihadirkan JPU. Sidang terbuka ini dihadiri sejumlah masyarakat termasuk perwakilan ormas Islam dan harakah dakwah di Kota Bandung.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap Apollinaris Darmawan (70) atas dugaan ujaran kebencian melalui akun media sosial youtube dan twitter. Apollinaris Darmawan telah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Mapolrestabes Bandung.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indra Giri mengungkapkan, Apollinaris Darmawan diamankan di rumahnya di daerah Cicendo, Kota Bandung, Sabtu (8/8/2020) malam.

Apollinaris diamankan saat petugas Polsek Cicendo mendapat laporan sekelompok massa mendatangi rumahnya di Jalan Jatayu Dalam II No. 5 RT 1/RW10, Kec. Cicendo.

“Dari Polsek dan Reskrim Polrestabes Bandung mengamankan agar tidak ada tindakan main hakim sendiri,” katanya di Mapolrestabes Bandung, Senin (10/8/2020).

Kemudian keesokan harinya, Kepolisian menerima laporan warga terkait dugaan ujaran kebencian. Laporan itu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan hingga penahanan terhadap Apollinaris.

Diketahui, jagat dunia maya dihebohkan munculnya unggahan di Twitter yang diduga menghina agama Islam dari akun @Darmawan220749.

Akun itu membagikan konten YouTube berisi pernyataan pemilik akun sendiri dalam sebuah video. Salah satu video berdurasi pendek yang diunggah Apollinaris itu menjadi salah satu bukti bagi pihak Kepolisian. Polisi menjerat Apollinaris dengan pasal 45 A ayat 2 UU ITE dan masih lakukan pemeriksaan mendalam. [ ]

5

Rep: iman

Editor: admin

897