Belum Dikaruniai Anak, Bolehkah Melakukan Inseminasi Buatan ?

0
228
Menikah dan mempunyai keturunan itu salah satu fitrah manusia ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – assalamu’alaykum. Pak Aam, kami sudah menikah lebih dari 5 tahun dan belum dikaruniai anak. Segala sudah kami lakukan baika yang medis (periksa, konsultasi, program hamil dll) juga yang non medis (minum ramuan herbal) namun belum membuahkan hasil. Akhirnya oleh dokter kami disarankan untuk melakukan inseminasi buatan. Pertanyaannya, bolehkan muslimah melakukan inseminasi buatan untuk memperoleh keturunan?Bagaimana hukumnya? Mohon nasihat dan penjelasannya. Terima kasih. ( Y via email)

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak, ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Salah satu tujuan pernikahan atau berkeluarga adalah untuk memperoleh keturunan. Keturunan merupakan salah satu karunia yang Allah Swt berikan kepada manusia dengan jalan menikah. Dalam Al Quran Allah jelaskan,

iklan

 

(4:1)……يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً

“Hai, manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya. Dari keduanya, Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak….”. (QS.An Nisa [4]: 1)

Jadi mempunyai keturunan atau hadirnya anak-anak itu syariatnya melalui jalan pernikahan. Maka kehadiran keturunan akan membuat hidup semakin penuh warna. Kebahagiaan dan ketentraman kian bermakna dengan kehadiran buah hati. Allah berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Q.S. Ali Imran [3]: 14).

Nah secara medis yang dimaksud inseminasi buatan atau inseminasi artifisial  adalah pemasukan secara sengaja sel sperma ke dalam rahim atau serviks seorang wanita dengan tujuan memperoleh kehamilan melalui inseminasi (fertilisasi in vivo) dengan cara selain hubungan seksual atau hubungan suami istri.

Mengenai hal ini pandangan Islam tentang inseminasi yang ditempuh untuk memperoleh keturunan, kita kembalikan hal itu pada dalil umum mengingat cara seperti itu merupakan penemuan baru yang belum terjadi di zaman Rasul sehingga tidak akan kita temukan dalil rinci mengenai hal tersebut.

Sejauh ini, ikhtiar memperoleh keturunan yang sah dalam Islam hanya melalui hubungan suami istri yang memungkinkan terjadinya proses percampuran antara sperma dengan sel telur secara langsung atau melalui hubungan suami istri.

Pada prinsipnya, kedua proses tersebut tidak memiliki banyak perbedaan, hanya prosesnya saja ada yang langsung dan ada yang tidak langsung. Kalau memang proses memperoleh keturunan dengan cara konvensional (hubungan suami istri secara langsung) sudah dicoba dan tidak membuahkan keturunan, maka inseminasi buatan sah-sah saja dilakukan selama sperma yang dipergunakan adalah betul-betul suami Anda.

Jika tidak atau spermanya bukan dari atau bukan milik suami Anda, maka jumhur ulama berpendapat bahwa hal tersebut haram hukumnya. Ini yang tidak boleh dilakukan.

Sekali lagi anak adalah karunia dari Allah sebagai salah satu wujud cinta kasih antara suami dan istri. Maka itu cara memperoleh karunia tersebut juga harus dilakukan dengan cara yang ma’ruf, halal dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Nah, apa yang Anda lakukan menurut saya sudah benar yakni ikhtiar melalui medis dan non medis. Namun jangan lupa iringi juga dengan doa dan lebih mendekat kepada Allah dengan memperbanyak amalan sunnah misalnya shalat sunnah, puasa sunnah, sedekah dan yang lainnya.

Saya juga mendoakan agar Anda dan saudara-saudara yang sampai saat ini belum dikarunia anak agar segera memiliki keturunan demi menambah kesenangan dan kebahagiaan hidup di dunia. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 08112202496 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

906