Kenaikan Harga Umroh Capai 50 Persen Tak Dapat Dihindari

0
44
Jamaah Umroh menunggu pemberangkatan ( ilustrasi foto: kemenag ri)

PERCIKANIMAN.ID – – Biro perjalanan umroh yang telah memiliki izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) memastikan harga paket umroh di masa pandemi Covid-19 pastikan ada kenaikan. Kenaikan paket umroh bisa mencapai 50 persen dari harga paketa yang ditawarkan sebelum masa pandemi.

“Bisa sampai 50 persen kenaikannya dari harga normal,” kata Irma Romi Anto, Selasa (21/10/2010).

iklan

Irma memastikan para pemilik travel pasti akan meminta tambahan kepada jamaah sebagai konsekuensi kenaikan harga karena pandemi Covid-19. Salah satu kenaikan harga paket umroh karena adanya protokol kesehatan di pesawat dan hotel.

“Pasti nanti jamaah diminta tambahan,” katanya.

Karena, negara tidak akan memberikan bantuan kepada jamaah umroh laiknya masyarakat yang menerima bantuan dari pemerintah. Seperti diketahui setiap bulannya pemerintah telah memberikan bantuan kepada masyarakat karena terdampak Covid-19 dan bantuan tidak ada bagi jamaah gagal diberangkatkan karena Covid-19.

“Kepada siapa lagi kalau tidak ke jamaah, karena tidak mungkin memberikan tambahan subsidi itu,” katanya.

Kata dia selain negara yang tidak akan membantu subsidi kepada jamaah umroh yang gagal berangkat karena Covid, tentunya para pemilik travel juga  sudah pasti tidak akan membantu dan akan minta tambahan kekurangan harga paket umroh.

“Apalagi travel-travel tidak mungkin mau rugi. Untuk minta tambahan pasti kepada jamaah yang mereka dibebankan,”katanya.

Seperti diketahui komponen umrah yang harus di disediakan PPIU di antaranya transportasi dalam dan luar negeri, hotel katering, maskapai dan lain-lain. Komponen-komponen ini akan naik di masa pandemi ini karena setiap pengelola menerapkan manajemen disaster seperti social distancing dan protokol kesehatan lainnya.

Sapuhi Jelaskan Penyebab Kenaikan Komponen Umroh

Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) memperkirakan semua komponen harga umroh akan ada kenaikan. Komponen harga umroh yang sudah pasti akan naik adalah tiket pesawat, penginapan, dan transportasi.

Ketua Umum Sapuhi Syam Resfiadi mengatakan, kenaikan tiket sekitar 20 sampai 30 persen, karena maskapai hanya diisi oleh 70-80 persen penumpang. Selain tiket, hotel dan tranportasi sudah pasti mengalami kenaikan sebagai konsekuensi penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Kata Syam, sekarang ini hotel diwajibkan sekamar berdua, sehingga cost biaya hotel lebih mahal. Kenaikan biaya hotel bisa mencapai 40-50 persen dari kebiasaan sekamar berempat.

“Bis diisi leh 50 persen penumpang sehingga cost biaya meningkat,,” kata Syam dalam webinar dengan tema Menjadi Travel Profesional untuk Umroh New Normal, kemarin.

Syam mengatakan, di luar kenaikan harga tiket maskapai hotel dan transportasi akan ada layanan PCR di Indonesia dan di luar negeri sesuai kebijakan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.  Cost tour leader dan Muthowif  yang lebih tinggi karena jumlah peserta grup dibatasi 50 persen dari kebiasaan.

“Dan kebijakan lainnya akan ditentukan oleh pemerintah,” katanya.

Selain menjelaskan akan ada kenaikan pada beberapa komponen biaya dalam negeri, Syam juga menjelaskan perubahan kebijakan pada penerbangan internasional. Perubahan mengikuti kebijakan pemerintah Saudi, pemerintah Indonesia dan ketentuan penerbangan.

Beberapa perubahan kebijakan di antaranya. Pertama, ditetapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan, kedua maskapai diisi oleh 70 persen penumpang dengan skema physical distancing di kursi penumpang.

Ketiga layanan Mushola on Board dihilangkan, keempat saat ini Airlines sudah melayani penerbangan ke Saudi umum dengan visa tertentu, kelima ditetap wajib PCR dengan hasil negatif Covid-19 72 jam sebelum mendarat di Saudi.

Kembali ke kondisi hotel di Saudi, Syam mengatakan, ketentuan di hotel mengikuti kebijakan pemerintah Saudi, dengan beberapa gambaran sebagai berikut: Ditetapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan, kamar hotel hanya diisi oleh dua orang dalam satu kamar dengan ukuran tertentu.

“Ketentuan ini berdampak pada harga jual paket umroh yang akan kami jual kepada customer,” katanya.

Karena hal inilah, kemungkinan, penjualan hotel akan menjadi bagian dalam paket yang dijual pihak muassasah dan terintegrasi dengan sistem yang digunakan pemerintah Saudi saat ini.[]

Sumber: ihram.co.id

4

Red: admin

Editor: iman

945