Shalat Istikharah Untuk Jodoh, Bolehkan Diwakilkan dan Apakah Jawabannya Lewat Mimpi ?

0
101
Shalat Istikharah boleh lakukan siang atau malam hari ( ilustrasi foto: pixabay )

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Aam, ada seorang ikhwan yang ingin meminang atau mengkhitbah saya. Namun saya belum begitu sreg. Saya mau shalat istikharah. Apakah shalat istikharah boleh diwakilkan pada orang lain, misalnya orangtua. Apakah jawaban shalat istikharah itu lewat mimpi? Kapan sebaiknya dilakukan? Mohon nasihat dan penjelasannya. Terima kasih (B via email)

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Shalat istikharah adalah shalat dua rakaat  yang dilakukan karena kita akan mengambil keputusan yang dinilai penting dalam kehidupan seseorang, yang bukan hanya urusan jodoh saja. Tetapi juga perkara penting lainnya seperti pekerjaan atau hal penting lainnya yang harus memilih.

iklan

Dalam sebuah hadits Jabir r.a. berkata, Rasulullah saw. mengajarkan kepada kami cara shalat istikharah   seperti juga beliau mengajarkan Al Quran. Beliau bersabda, “Jika salah seorang ber-azam (hendak melakukan sesuatu yang dinilai penting) maka hendaklah shalat dua rakaat yang bukan wajib (shalat istikharah) dan setelah shalat selesai, berdoalah,

‘Ya Allah saya memohonkan pilihan menurut pengetahuan-Mu dan memohonkan penetapan-Mu dengan kekuasaan-Mu, juga saya memohonkan karunia-Mu yang besar, sebab sesungguhnya Engkaulah yang Maha berkuasa dan saya tidak mengetahui apa-apa. Engkau Maha Mengetahui segala gaib. Ya Allah, jikalau Engkau mengetahui bahwa urusanku ini (kita sebutkan apa urusan tersebut), baik untukku, agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku, maka takdirkanlah untukku dan mudahkanlah serta berikanlah berkah kepadaku di dalamnya. Sebaliknya jikalau Engkau mengetahui bahwa urusanku ini (kita sebutkan apa urusannya) jelek untukku, agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku, maka jauhkanlah hal itu dariku dan jauhkanlah aku darinya. Serta takdirkanlah untukku yang baik-baik saja di mana saja berada, kemudian puaskanlah hatiku dengan takdirmu itu.” (HR. Bukhari)   

Mencermati hadis shahih ini cukup jelas bahwa  doa istikharah ditujukan untuk pribadi. Jadi tidak tepat apabila diwakilkan kepada orang lain. Mengapa?  Karena yang paling tahu urgensi kebutuhan tersebut adalah kita. Maka tentu saja kita sendiri yang paling kompeten untuk melakukannya.

Kita boleh minta didoakan ayah, ibu, atau siapa saja yang kita nilai shaleh dengan harapan Allah memberikan keputusan yang terbaik untuk diri kita. Jadi bukan minta dishalat-istikharahkan, tetapi minta didoakan.

Lalu apakah jawaban istikharah itu mimpi? Memang ada sebagian masyarakat  yang beranggapan bahwa jawaban istikharah adalah lewat mimpi. Artinya, kalau apa yang kita istikharah-kan itu belum muncul dalam mimpi, itu isyarat belum  terkabulkan.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang berpendapat demikian, penulis  berpendapat bahwa tidak ada dalil sahih yang menjelaskan bahwa jawaban istikharah itu harus lewat mimpi. Jadi, walaupun Anda belum memimpikan apa yang Anda istikharah-kan, bukan berarti istikharah Anda tidak terkabulkan.

Jawaban istikharah itu adanya  kemantapan hati. Maksudnya, walaupun Anda belum mimpi tapi kalau hati Anda sudah mantap untuk mengambil keputusan, itulah jawaban istikharah.

Apabila Anda sudah  istikharah, tapi hati Anda menjadi ragu. Ini isyarat bahwa Anda harus meninggalkannya, alias tidak akan baik kalau Anda ambil. Hal ini merujuk pada keterangan hadits berikut.

Tinggalkanlah yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu.’” (HR. Tirmidzi, dan An-Nasa’i.)

Untuk memutuskan apakah Anda terima atau tolak lamaran tersebut, Anda istikharah. Setelah   istikharah, Anda makin mantap untuk menerimanya, nah ini isyarat bahwa lamaran tersebut boleh Anda terima. Tapi bisa juga selesai istikharah, Anda malah menjadi ragu, maka ini isyarat bahwa sebaiknya Anda tidak menerima lamaran dia.

Terkait dengan waktu kapan harus melakukan shalat istikharah? Tidak ada dalil yang pasti mengenai waktunya. Jadi Anda boleh melakukan shalat istikharah kapan pun Anda mau atau siap. Lakukan saat hati sedang tenang, boleh malam juga boleh siang hari. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

906

buku doa