Balasan Bagi Orang Yang Bertaubat, Dapatkan 3 Hal Utama Ini

0
46
khusnuzan itu wilayanya ada 3, khusnudzan kepada Allah, Khusnudzan kepada diri sendiri, dan Khsunudzan kepada orang lain. (Foto:Pixabay)
Keutamaan bertaubat kepada Allah. (Foto:Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap amalan yang kita lakukan akan mendapat imbalan dari Allah Swt., begitu pula dengan taubat. Orang yang melakukan taubat dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan manfaat dari taubat yang dia lakukan. Di antara manfaat taubat antara lain:

  1. Akan Mendapatkan Rahmat Allah

(53). قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

iklan

Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 53).

Ayat ini merupakan kabar gembira bagi mereka yang bertaubat dari kesalahan. Dan ayat ini juga menjadi motivasi bagi mereka yang rajin bermaksiat agar tidak putus asa, sebab rahmat Allah sangatlah luas dan tidak bisa dibeli oleh kekayaan dunia; rahmat Allah hanya bisa dibeli dengan pengabdian kepada-Nya.

Bukan hanya amal saleh yang dapat meraih rahmat Allah. Doa pun merupakan alat bantu untuk meraihnya. Adapun doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. untuk meraih rahmat Allah adalah,

Ya Allah, ampun-Mu lebih luas daripada dosaku, dan rahmat- Mu lebih aku harapkan daripada amalku.” (H.R. Hakim)

Begitu besar rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya sehingga tidak ada rahmat yang paling mulia selain rahmat-Nya, Rasulullah Saw. bersabda,

Tatkala menciptakan makhluk, Allah Ta‘ala telah menulis dalam buku yang tersimpan di ‘Arasy, “Sesungguhnya rahmat (kasih sayang)-Ku lebih besar daripada murka-Ku. (H.R.Muslim).

Mahabesar rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya sehingga pintu taubat-Nya terbuka seluas-luasnya.

Allah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang bersalah pada siang hari, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang bersalah pada malam hari, sehingga matahari terbit di barat.” (H.R. Muslim)

  1. Membersihkan Jiwa

Jiwa yang bersih akan melahirkan perilaku yang baik. Perilaku yang baik akan melahirkan manusia-manusia yang mulia. Jiwa yang bersih, jiwa yang selalu dipelihara dari perbuatan maksiat akan melahirkan manusia-manusia muqarribiin, yaitu orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Mereka takut akan siksa Allah dan mengharapkan rahmat-Nya. Sebagaimana firman-Nya,

(27). يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

(28). ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً

(29). فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

(30). وَادْخُلِي جَنَّتِي

“Hai jiwa yang tenang (an-nafsul muthma‘innah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (Q.S. Al-Fajr [89]: 27-30).

Berbahagialah mereka yang kembali dengan nafsul muthma‘innah (hati yang tenang), sebab di dalam hati terdapat karat yang bisa mengotori seluruh anggota badan. Oleh karena itu, perbanyaklah istighfar (minta ampun kepada Allah Swt.). Hanya istighfar yang mampu membersihkan hati dari kotoran karat. Hal ini diungkapkan oleh Rasulullah Saw.,

Sesungguhnya dalam hati itu ada karat bagaikan karat pada tembaga, maka membersihkannya adalah dengan istighfar.” (H.R.  Baihaqi)

  1. Meningkatkan Kualitas Iman

Kualitas keimanan seorang muslim selalu fluktuatif, terkadang naik, terkadang juga turun, hal ini bergantung pada pengaruh internal dan eksternal yang ada dalam dirinya. Jika mengharapkan kualitas keimanan selalu berada dalam kondisi terbaik, kita harus segera bertaubat ketika melakukan kesalahan dan meningkatkan kualitas amal saleh. Allah Swt. berfirman,

(82). وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (Q.S. Thaahaa [20]: 82)

Sumber: disarikan dari buku “ KETIKA DOSA TAK DIRASA “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

980