Hikmah Belum Menikah, Ambil Sebanyak Mungkin Waktu Dengan Positif

0
44
Ambil hikmah tentang belum ketemu jdodoh ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – –  Allah Swt. Yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Namun, tak ada salahnya penulis mencoba membantu, melihat dari sudut pandang sebagai sahabat yang berempati.

  1. Hakikat hidup adalah Ibadah

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu” (Q.S. Adz-Dzariyyat [51]: 56).

iklan

Dari ayat ini, kita menyadari bahwa hidup semata-mata ibadah, penghambaan diri kepada Allah Swt. Hidup sahabat-sahabatku tidaklah sia-sia, sampai saat ini semua yang telah dijalani akan menjadi bekal amal saleh.

Menikah adalah salah satu saja dari sekian ibadah yang dapat dilakukan manusia.  Salah satu sunnah Rasulullah Saw., di antara sunnnah-sunnah lainnya. Belum menikah bukan berarti kurang nilai ibadahnya.

Keterangan hadits yang menyatakan menikah setara dengan separuh atau setengah dien (agama), maksudnya adalah setengah iman atau agama orang yang menikah dapat tambah terjaga.

Kita mengakui hadits ini, tetapi bila tidak hati-hati, tidak bisa menjaga dan menghadapi ujian berumah tangga, setengah dari keimanannya bukan tidak mungkin malah berkurang.

 2. Belum nikah adalah ujian keimanan

“Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepada kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa serta buah-buahan. Dan beritakanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillahi wa innna ilaihi raaji‘un…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 155-156)

Menjadi keniscayaan semua manusia pasti diberi ujian oleh-Nya. Ada keluarga harmonis tetapi miskin sehingga anaknya kekurangan gizi atau tidak dapat bersekolah. Ada yang diberi harta berlimpah tetapi sakit-sakitan sehingga habis untuk berobat.

Ada yang sudah menikah tetapi sulit mendapat anak. Ada yang menikah tetapi pasangannya zalim. Ada yang ingin nikah tetapi belum menemukan yang cocok, dan seterusnya.

Subhanallah, ternyata DIa telah menciptakan seribu satu kasus ujian untuk setiap orang. Allahu Akbar, alangkah indahnya apabila  kita patuh memasrahkan diri untuk tunduk  pada dzat yang sama, Allah Swt.

Kepada-Nya bergantung dan memohon pertolongan dengan menggunakan rumus penyelesaian-Nya, Al-Quran dan As-Sunnah. Fungsi  ujian adalah agar manusia bertambah kualitas keimanannya,

“Apakah manusia  itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan kami telah beriman sedang mereka tidak diuji?” (Q.S. Al-Ankabuut [29]: 2).

Sebab, bila keinginannya masih belum terpenuhi, apakah dia akan surut menjadi orang yang tidak beriman? Meragukan keadilan-Nya dan menjadi kufur nikmat? Padahal, boleh jadi bila keinginan itu dipenuhi, belum tentu berakibat baik untuknya,

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu  tidak mengetahui.”  (Q.S. Al-Baqarah [2]: 16)

Allah menunda suatu keinginan untuk kebaikan yang bersangkutan, tak perlu khawatir. Allah yang Maha-adil akan menggantinya dengan yang lebih baik,

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (Q.S. At-Taubah [9]: 111)

Sebab, surga  adalah dambaan. Segala keinginan ada di sana, puncak kenikmatan, reward  (balasan) atas kesabaran menjaga keimanan dalam kondisi sesulit, sesesak, sesedih  apa pun.

Menjadi hamba yang  ridha, syukur, mematuhi aturan-Nya, menjauhi  larangan-Nya, memaksimalkan doa, dan penyerahan diri total bahwa Dia yang Maha Memiliki segala keinginan, akan memberikan apa pun yang hamba-Nya minta, suatu saat kelak, bila waktunya tepat, InsyaAllah.

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Rabb kami anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’ Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi dalam surga atas kesabaran mereka dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam, mereka kekal di dalamnya.  Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.” (Q.S. Al-Furqaan [25]: 74-76)

Jadi bagi sahabat-sahabat yang oleh Allah tengah diuji dengan kesendirian hendaklah tidak bersedih hati atau galau. Hindari berburuk sangka apalagi kepada Allah Swt Yang Maha Berkuasa atas segala ciptan-Nya.

Semua pasti ada hikmahnya dan harus kita yakini bahwa apapun yang datang dari Allah adalah baik buat kita meski terkadang itu tidak kita inginkan. [ ]

4

Red: admin

Editor: iman

904