Shalat Dengan Kondisi Stroke, Begini Panduaannya

0
104
Dalam kondisi sakit boleh shalat sambil berbaring ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaikum Pak Aam. Saya seorang ibu, ada keraguan dalam sholat yang saya lakukan. Saya tidak bisa melakukan sholat sebagaimana mestinya yakni berdiri dengan gerakan-gerakan shalat yang biasanya karena sakit yang saya rasakan tangan kanan dan kaki yang diakibatkan oleh stroke. Padahal saya masih bisa berjalan. Tapi ketika ruku’ atau sujud, rasa sakit itu mendera sehingga ruku’ dan sujud tidak bisa saya lakukan dengan semestinya. Pertanyaan saya, apakah sholat yang saya lakukan sah? Mohon nasihat dan penjelasannya Pak Aam. ( Ani via fb)

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Kita harus yakini bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Tahu. Allah tidak membebani kita diluar kemampuan atau kesanggupan kita.

iklan

(286)….لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…....” (QS.Al Baqarah: 286)

Ada satu ibadah yang tidak kita lakukan secara sempurna tapi kita dapat pahala seperti orang yang sempurna.

Bahkan, kata Rasulullah Saw., kalau kita biasa beribadah yang sempurna (yang rutin), maka jika suatu saat Anda sakit, pahala ibadah itu akan tetap Anda dapatkan.

Allah memberikan keringan atau rukshah kepada hamba-Nya khususnya dalam melaksanakan shalat. Shalatnya tetap wajib dilaksanakan tetapi gerakannya boleh tidak sesuai dengan gerakan shalat ketika sedang sehat.

Orang yang sakit dan kesulitan untuk berdiri dibolehkan baginya untuk shalat sambil duduk, dan jika kesulitan untuk duduk maka sambil berbaring. Dalam haditsnya dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Saw menjelaskan,

 

كانتْ بي بَواسيرُ ، فسأَلتُ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عنِ الصلاةِ ، فقال : صَلِّ قائمًا ، فإن لم تستَطِع فقاعدًا ، فإن لم تستَطِعْ فعلى جَنبٍ

Aku pernah menderita penyakit bawasir. Maka ku bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengenai bagaimana aku shalat. Beliau bersabda: shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah sambil duduk, jika tidak mampu maka shalatlah dengan berbaring menyamping” (HR. Bukhari).

 

Kemudian dalam hadits yang lain dari Jabir radhiallahu’anhu beliau berkata:

 

عاد صلى اللهُ عليهِ وسلَّمَ مريضًا فرآه يصلي على وسادةٍ ، فأخذها فرمى بها ، فأخذ عودًا ليصلي عليه ، فأخذه فرمى به ، وقال : صلِّ على الأرضِ إن استطعت ، وإلا فأوم إيماءً ، واجعل سجودَك أخفضَ من ركوعِك

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam suatu kala menjenguk orang yang sedang sakit. Ternyata Rasulullah melihat ia sedang shalat di atas bantal. Kemudian Nabi mengambil bantal tersebut dan menjauhkannya. Ternyata orang tersebut lalu mengambil kayu dan shalat di atas kayu tersebut. Kemudian Nabi mengambil kayu tersebut dan menjauhkannya. Lalu Nabi bersabda: shalatlah di atas tanah jika kamu mampu, jika tidak mampu maka shalatlah dengan imaa` (isyarat kepala). Jadikan kepalamu ketika posisi sujud lebih rendah dari rukukmu“ (HR.Baihaqi ).

Jadi, walaupun Anda melakukan ruku’ dan sujud secara tidak sempurna karena stroke, maka shalat Anda tetap sah dan pahala yang Anda dapatkan sama seperti orang yang sempurna sholatnya.

Anda tidak perlu bersedih atau berkecil hati karena tidak mampu shalat dengan sempurna khususnya dalam gerakan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab.[ ]

buku shalat wudhu

5

Red: admin

Editor: iman

953

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 08112202496 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .