Hubungan Shalat dan Masalah Rezeki, Begini Penjelasannya

0
168

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya mau tanya, apa yang harus saya jawab apabila ada teman bicara seperti begini, “Ah, saya aja ga sholat, tapi rejeki selalu ada dan lancar.” Saya sudah jawab bahwa sholat bukan untuk mendatangkan uang tapi sebagai rasa syukur kepada Allah. Kami sempat berdebat agak panjang, dan karena keterbatasan ilmu, saya belum bisa menemukan jawaban yang tepat untuk membuat dia mengerti. Mohon saran dan nasihat dari  Ustadz, terima kasih. ( Kandy via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Pada dasarnya jawaban Anda sudah benar, bahwa shalat itu bukan sekedar materi atau rezeki dalam hal ini uang atau harta.

iklan

Apabila dia tetap ngotot dengan argumen dan keyakinannya, biarkan saja. Karena firman Allah, jangan sampai orang-orang sesat membingungkanmu karena tugas kita hanya menyampaikan.

(143). مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ وَلَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

 “Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.” ( QS. An Nisa [4]: 143)

Orang beriman adalah orang yang yakin. Sementara orang kafir atau munafik adalah orang yang ragu. Mereka selalu mengaitkan ketakwaan dan ibadah dengan urusan dunia atau kesenangan dunia, termasuk kesuksesan harta. Padahal hakikat ibadah khususnya shalat bukan untuk itu.

Jangan biarkan kekufuran dan kesesatannya membuat Anda bingung, cukup katakan padanya bahwa sholat dan rezeki itu tidak ada kaitannya.

Karena, kita sholat untuk bersyukur, berterimakasih kepada Allah atas nikmat sehat yang Allah berikan sehingga kita masih bisa melaksanakan sholat.

Jadi, yang penting adalah Anda menyampaikan kebaikan. Perihal apakah dia tetap menyangkal dan tidak menerimanya, tidak apa-apa, Anda jangan khawatir atau merasa gagal.

Insya Allah setiap yang kita sampaikan akan terekam di memorinya. Karena, hidayah itu bukan urusan kita, tapi urusan Allah, itu yang harus diingat. Kita bukan sumber hidayah, tapi perantara dibukakan hidayah. Allah lah Sang Pemberi Hidayah kepada hamba-Nya yang dikehendaki.

(17). وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas“. ( QS. Yasin [36]: 17)

Dalam ayat lain dijelaskan,

(11)……وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ….

“…..akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya…..” (QS. Ibrahim [14]: 11)

Jadi sekali lagi Anda tetap harus semangat khususnya dalam dakwah kepada teman. Lakukan dengan santun, ramah dan lemah lembut. Jangan lupa berdoa, semoga teman Anda paham dan dapat hidayah dari Allah. demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

buku shalat wudhu

5

Red: admin

Editor: iman

907

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 08112202496 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .