Hakikat dan Pintu Menuju Kebahagian, Bukalah Dengan 3 Cara Ini

0
236
Sumber bahagia itu bukan sekedar materi atau harta ( ilustrasi foto; pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Aam, kadang saya merasa bahagia meski dapat hal kecil. Namun kadang saya tidak bahagia meski dapat hal yang besar. Jadi mohon dijelaskan hakikat kebahagian menurut Islam dan cara meraihnya. Demikian juga pintu-pintu menuju kebahagian yang dapat kita tempuh. Mohon nasihatnya (Silvana via fb)

Wa’alaykumsalam wr wb. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kita yakin bahwa semua orang pasti ingin bahagia disepanjang hidupnya. Apa pun sukunya, profesinya bahkan apa pun agamanya.

iklan

Tak jarang orang melakukan segala cara untuk meraih kebahagian tersebut dengan bekerja keras supaya dapat atau mempunyai harta yang banyak dan sebagainya, bahkan tak jarang orang melakukan kejahatan mencuri, menipu, korupsi dan sebagainya dengan tujuan untuk punya harta dan kekayaan.

Padahal kebahagian itu tidak bisa dilihat atau ukur dengan materi namun bisa dirasakan dengan hati. Bahagia itu bukan sekedar yang terlihat tetapi lebih ke hati yang tidak bisa dilihat.

Sampai saat ini tidak ada definisi secara baku tentang makna kebahagian itu seperti apa namun kalangan psikolog mengemukakan bahagia memiliki beberapa makna, Pertama bahagia adalah jiwa yang tentram karena telah tercapainya suatu harapan atau keinginan.

Kedua   bahagia adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keimanan dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Al Quran:

(60). وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا ۚ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Apa saja yang diberikan kepadamu, itulah kesenangan hidup duniawi dan per-hiasannya, sedangkan apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti?”(Q.S. Al-Qashash [28] : 60)

Sementara kalau menurut Imam Al-Ghazali, berpendapat bahwa puncak kebahagiaan bagi seorang yang beriman  adalah jika ketika kita berhasil mencapai ma’rifatullah atau telah mengenal Allah SWT secara utuh. Tentu saja ada tangga-tangga atau jalan menuju ma’rifatullah yang bisa kita baca melalui buku-bukunya.

Secara umum ada beberapa sumber kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh seseorang atau setiap orang. Sumber kebahagian secara umum itu meliputi cinta, keimanan dan keikhlasan.

Banyak orang yang merasa bahagia ketika cintanya kepada lawan jenisnya terbalas hingga hidup berumah tangga. Demikian juga dengan cinta kepada harta benda dan juga anak-anak. Sementara kebahagian dalam keimanan tentu hanya orang-orang tertentu saja yang dapat merasakan khsusunya orang Islam.

Sementara kebahagian yang bersumber dari keikhlasan ada kaitannya dengan keimanan seseorang. Orang yang mampu berbuat ikhlas dalam hal apa pun ia akan merasa bahagia yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata maupun digambarkan dalam bentuk materi. Contohnya ada orang yang merasa bahagia jika bisa memberi sesuatu kepada orang lain dan sebagainya.

Pintu – pintu Menuju Kebahagiaan

Sebagai orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya tentu saja mengukur segala sesuatu tentu harus merujuk pada sumber tersebut yakni Al Quran dan Hadits termasuk masalah kebahagian itu sendiri. Untuk itu setidaknya ada tiga pintu untuk menuju kebahagian tersebut:

 

  1. Bersyukur

Segala kenikmatan dan kebahagia hidup pada hakikatnya adalah karunia dari Allah Swt maka sudah selayaknya kita mensyukurinya. Sebagaimana yang di perintahkan Allah Swt dalam Al Quran:

(152). فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu. Bersyukurlah ke¬pada-Ku dan jangan kamu mengufuri nikmat-Ku.”(QS. Al-Baqarah [2]:152)

  1. Bersabar

(155). وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 155)

Ada istilah life is never plat atau hidup ini tidak datar. Artinya bahwa hidup ini tidak selamanya sama kedaannya. Kadang bahagia, kadang sedih, kadang cukup dan berlebih namun kadang kekurangan. Orang tidak selamanya sehat, tetapi kadang ada sakit, maka ketika Allah menguji dengan kekurangan, sakit dan segala bentuk ketidaknyamanan maka kita harus bersabar.

  1. Taubat dan Istighfar.

Sebaik apa pun orang pasti ada kalanya berbuat khilaf atau dosa, baik lewat lisan atau perbuatannya khususnya kepada sesama manusia. Maka hendaknya kita senantiasa memohon maaf.

Demikian juga memohon ampun kepada Allah atas salah dan khilaf tersebut. Kita harus yakin bahwa Allah Maha Pengampun.

(135).وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau men-zalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa mereka. Siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu dengan penuh kesadaran.” (Q.S. Ali Imran [3] : 135)

Jadi intinya semua orang dapat merasakan kebahagian dan mampu melewati pintu-pintu kebahagian tersebut. Tinggal bagaimana diri kita bisa memahami hakikat kebahagiannya tersebut dan mau membuka atau melewati pintu-pintu kebahagian tersebut dengan syukur, sabar dan istighfar.

Semoga apa pun yang terjadi pada kita hari ini tidak mengurangi dan menghalangi kebahagian kita. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

902

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA:08112202496 atau alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .