Penjelasan Al Quran dan Sains, Terlalu Banyak Tidur Tidak Baik Untuk Kesehatan

0
62
Kurang tidur akibat begadang akan berpengaruh kepada kondisi emosi, kemampuan kognitif, dan fungsi otak. (Foto: Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Tidur merupakan aktivitas alamiah yang dibutuhkan setiap makhluk hidup termasuk manusia. Aktivitas tidur juga waktu terbaik untuk istirahat, relaksasi dan terapi bagi tubuh untuk kembali fit. Biasanya, setiap orang butuh tidur paling tidak 7-8 jam sehari.

Penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang memliki kebiasaan tidur tidak teratur berpotensi mengalami peningkatan berat badan. Resiko terasa lebih tinggi bagi orang yang secara genetik memiliki penyakit kegemukan.

iklan

Penelitian yang dilakukan Dr Jason Gill dari Institut kardiovaskular dan ilmu medis di Universitas Glasgow, Inggris mengungkapkan orang yang tidur kurang dari tujuh jam sehari cenderung dua kilogram lebih berat.

Sementara orang yang terlelap lebih dari sembilan jam berpotensi empat kilogram lebih berat ketimbang mereka yang memiliki waktu tidur normal. Sebelumnya, tim melakukan data analisis dari 119.859 orang dewasa dengan rentang usia antara 37 hingga 73 tahun. Lebih spesifik lagi, tim meriset populasi yang memiliki masalah obesitas secara genetik.

Riset dilakukan dengan menilai efek dari kebiasaan orang-orang yang memliki kebiasaan tdur yang buruk. Peneliti juga menilai rata-rata lama waktu terlelap, tidur siang, pola waktu pekerjaan mereka dan index massa tubuh.

“Bagaimanapun orang-orang tidak memiliki masalah berat badan secara genetik untuk sementara waktu bisa terhindar dari pola tidur yang buruk itu. Efeknya terhadap berat badan tidak terlelu signifikan,” kata Dr Jason Gill seperti dikutip Dailytimes, Ahad (5/10).

Penilaian yang dilakukan peneiti itu juga sudah memperhitungkan program diet, faktor sosiodemografi dan masalah kesehatan. Mereka juga menitik beratkan pada kebiasaan gaya hidup sehat sampel populasi, terlebih bagi yang memiliki masalah berat badan bawaan.

“Tampaknya orang dengan masalah berat badan secara genetik perlu memperhatikan gaya hidup mereka untuk mendapatkan berat badan ideal. Data kami menyebutkan tidur hanya salah satu faktor yang harus diperhitungkan disamping diet dan aktifitas fisik,” kata Dr Carlos Celis-Morales dari BHF Cardiovascular Research Centre di Glasgow.

Kita sudah terlanjur percaya bahwa tidur selama delapan jam adalah waktu paling baik untuk istirahat. Sayangnya, menurut penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa tidur selama delapan setiap hari adalah pendapat yang salah. Dan ternyata Alquran sudah memberikan pendapat yang benar soal berapa lama waktu tidur yang paling baik.

Tidur memang amat penting bagi kesehatan. Dengan tidur, tubuh akan kembali merefresh energi yang telah terbuang selama beraktivitas seharian. Tidur juga sangat penting bagi kesehatan otak. Namun, soal berapa lama sebaiknya tidur dilakukan, Alquran punya jawabannya di banyak ayat-ayatnya saat menerangkan tentang salah satu kebiasaan orang-orang yang bertakwa:

Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 17-18).

Allah SWT telah memerintahkan Nabi Muhammad SAW. untuk tidak banyak tidur, dan mengganti apa yang telah dikurangi dari waktu tidur di malam, pada waktu siang. Allah SWT berfirman :

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu´) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” (QS. Al-Muzammil 1-7).

Dalam ayat ini dijelaskan perintah untuk tidak banyak tidur di waktu malam, dan menggantikannya di waktu siang. Ini juga menegaskan apa yang telah ditemukan para peneliti saat ini.

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa serangan jantung umumnya datang setelah pagi hari sampai terbitnya matahari. Kita jadi mengerti kenapa Nabi yang mulia itu melewati waktu paginya hingga matahari terbit, dengan berdzikir, bertasbih dan membaca Alquran.

Berbagai pihak yang pernah mencari tahu soal berapa lama kita seharusnya tidur menyebutkan kalau gangguan kesehatan, dan bahkan tingkat kematian terendah itu dimiliki orang yang tidur selama tujuh jam. Kurang tidur atau terlelap selama delapan jam atau lebih secara konsisten malah terbukti merugikan. []

Sumber: Dailytimes, islampos

4

Red: admin

Editor: iman

902