Indonesia Dapat Respons Positif Rencana Pemberangkatan Jamaah Umroh

0
80
Pemerintah Arab Saudi berencana buka kembali ibadah umroh mulai bulan ini ( ilustrasi foto: arabnews)

PERCIKANIMAN.ID – – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berkomunikasi dengan Menlu Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, terkait rencana pembukaan kembali ibadah umroh dalam waktu dekat. Indonesia mendapatkan respons positif.

“Pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi dengan pemerintah Saudi. Menlu Retno telah menyampaikan harapan Indonesia agar dimasukkan dalam daftar negara yang diizinkan melaksanakan ibadah umrah,” kata juru bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, dalam keterangan pers virtual, Rabu (30 9/2020).

iklan

Faizasyah menyebut sebagai respon dari komunikasi tersebut, pemerintah Arab Saudi menyatakan telah mencatat secara positif keinginan Indonesia tersebut.

Sebelumnya Saud mengumumkan kembali ibadah umrah secara bertahap dan kunjungan ke dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dengan jumlah terbatas mulai 4 Oktober 2020.

Adapun pembukaan ibadah umrah dan kunjungan ke dua masjid suci akan dilakukan secara empat tahap.

Pada tahap pertama, warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober yang berarti 6.000 jemaah umrah per hari mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan dari Masjidil Haram.

Pada tahap kedua, warga dan ekspatriat di dalam Kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umrah, mengunjungi Raudah di Masjid Nabawi di Madinah, dan salat di dua masjid suci, mulai 18 Oktober, dengan batas kapasitas 75 persen yang setara dari hampir 15.000 jemaah per hari dan 40.000 jemaah per hari, mengikuti langkah-langkah protokol kesehatan untuk Masjidil Haram, serta 75 persen dari kapasitas sejalan dengan kesehatan untuk Raudah di Masjid Nabawi.

Pada tahap ketiga, jemaah umrah dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan umrah mulai 1 November dengan kapasitas penuh 20.000 jemaah dan 60.000 jemaah per hari, dan akan berlanjut hingga resmi berakhirnya pandemi virus Corona.

Tahap keempat, akan memungkinkan pelaksanaan umrah, kunjungan, dan salat oleh warga negara serta ekspatriat dari dalam dan luar Kerajaan, pada 100 persen dari kapasitas normal Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ketika otoritas yang berwenang memutuskan bahwa risiko pandemi telah menghilang.

Sementara itu, masuknya jemaah atau pengunjung diatur melalui aplikasi (Etamarna) yang akan diluncurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, dengan tujuan menerapkan standar dan pengawasan kesehatan. Aplikasi ini telah mendapat lisensi dari Kementerian Kesehatan dan otoritas yang kompeten.

Sumber tersebut meminta para peziarah, jemaah, dan pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan instruksi serta persyaratan kesehatan, termasuk memakai masker wajah, menjaga jarak aman, dan menghindari kontak fisik. [ ]

Sumber: viva.co.id

4

Red: admin

Editor: iman

908