Bahaya dan Cara Mengatasi Sifat Riya dan Ingin Dipuji

0
225
sosila media
Mengunggah status atao postingan di media sosial bisa menimbulkan sifat riya jika tidak lurus niatnya. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum wr.wb. Ustadz, di eram medsos sekarang kita sering share dan pasang status tentang apa yang kita lakukan. Kadang hal ini bisa ditangkap atau dimaknai sebagai memamerkan sehingga timbul sifat sombong atau riya. Nah, ustadz mohon dijelakan apa saja bahaya sifat riya (sombong) dan  bagaimana cara mengatasi agar kita jauh dari riya atau sombong?. Terima kasih ( Elva by email)

Wa’alaykumsalam ww.  Iya riya ini salah satu penyakit hati yang sangat tipis atau halus sifatnya karena terkadang ini tipis sekali dengan ikhlas. Namun demikian sifat riya ini harus dihindari dan berusaha untuk senantiasa ikhlas hanya untuk mengharap ridho Allah Swt.

iklan

Jika  seseorang mempunyai bersifat riya maka ia akan cenderung ingin menampakkan kebaikan-kebaikan di depan orang lain dengan maksud ingin mendapat pujian dan sanjungan dari orang lain.

Dengan demikian orang yang  memiliki rasa riya saat beribadah, bukan ridho dan berkah Allah yang  diharapkan, melainkan pujian dari orang lainlah yang ingin didapatkan.

Bahaya sifat riya memang sangat fatal karena semua ibadah kita akan ditolak oleh Allah Swt dan tidak akan bernilai apa-apa selain yang diharapkan dari manusia. Beberapa bahaya riya antara lain:

Pertama, Hilangnya pahala .

Sifat riya membuat pahala sedekah terkikis dan membuat amalan-amalan baik yang telah kita lakukan tidak bernilai di hadapan Allah atau hanya mendapat pujian manusia saja.

Kedua, Celaka di akhirat.

Sifat riya membuat seseorang merasa telah berbuat kebaikan dan mendapatkan banyak pahala, namun akan mendapat azab yang dahsyat di akhirat kelak.

Ketiga, Termasuk sifat syirik tersembunyi.

Sifat riya termasuk perbuatan syirik khafi (tersembunyi) yang bisa merusak ibadah tanpa terasa atau tanpa disadari.

Keempat, Ditinggalkan Allah.

Sifat riya merupakan sifat yang sangat dibenci Allah Swt sehingga barang siapa yang memelihara sifat tersebut akan ditinggalkan oleh Allah dan jauh dari pertolongan-Nya.

Mengingat kecelakaan atau kerugiannya dunia hingga akhirat makaitu, selain kita melakukan cara menghilangkan sifat angkuh, kita perlu mengetahui cara menghindari sifat riya’ yang secara tersembunyi dan diam-diam ada di hati kita. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk terhindar dari sifat riya ini:

  1. Meluruskan tauhid dan niat.

Menanamkan pada diri bahwa Allah Maha Besar dan paling berhak untuk memiliki semua sifat baik. Dengan selalu mengingat kebesaran Allah, kita akan merasa kecil dan tidak pantas untuk merasa baik dan ingin dipuji makhluk lain.

2. Menempatkan diri sebagai hamba Allah yang lemah

Kita juga harus sadar bahwa kita hanyalah seorang hamba yang penuh kekurangan  dan lemah serta membutuhkan ridho Allah untuk bisa melakukan apapun. Ibadah dan amal baik kita merupakan salah satu cara kita untuk mendapatkan ridho Allah.

3. Lebih mengingat kehidupan akhirat ketimbang duniawi

Akhirat merupakan tempat kita hidup yang lebih kekal dibandingkan kehidupan di dunia. Maka, kita semua pasti menginginkan mendapat kelapangan dan ketenangan di akhirat nanti. Oleh karena itu, kita harus selalu beramal baik dan menjaga agar amal itu bernilai pahala di hadapan Allah.

4. Menyembunyikan amal dan ibadah dari mata orang lain termasuk orang dekat

Cobalah untuk menyembunyikan amal dan ibadah kita dari orang lain. Dengan kita berusaha menyembunyikan amal dan ibadah kita, diharapkan kita tidak mengharapkan pujian dan komentar orang lain untuk apa yang telah kita lakukan.

5. Selalu berdoa agar terhindar dari godaan riya

Manusia merupakan tempat berbuat khilaf dan salah. Sifat riya’ yang seringkali tidak kita rasakan keberadaannya, merupakan salah satu contoh bentuk kekhilafan kita sebagai manusia. Maka, selalu mohonlah ampun kepada Allah dengan senantiasa beristighfar.

6. Jangan pedulikan pujian atau celaan orang lain.

Sebaiknya, kita mulai untuk tidak lagi memikirkan apa komentar orang lain. Baik celaan maupun pujian manusia, tidaklah memberi kita manfaat dalam hal amal ibadah yang kita lakukan. Kita cukup menggunakan komentar buruk dari manusia sebagai bahan pembelajaran dan introspeksi diri untuk kita menjadi manusia yang lebih baik sebagai cara merubah diri menjadi lebih baik.

Meski riya ini pengakit atau amalan hati yang sulit dinilai namun bisa terindikasi dari lisan maupun tindakan kita. Orang yang beramal ikhlas karena Allah pasti senantiasa berusaha terlihat orang lain.

Walau pun sulit namun kita harus berusaha untuk menghilangkan penyakit riya ini dari hati kita sehingga amal-amal dan ibadah kita kelak mendapat balasan dari Allah Swt.

Untuk itu ketika mengunggah status atau postingan di media sosial harus diingat kembali niatnya. Jangan sampai sifatnya pamer atau ingin dipuji orang lain. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Red: admin

Editor: iman

907

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/