Pernyataan Dewan Dakwah Jabar Terkait Penyerangan Syekh Ali Jaber

0
88
Ustadz Roinul Balad selaku Ketua Harian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat

PERCIKANIMAN.ID – – Syekh Ali Jaber ditusuk oleh seseorang saat mengisi tabligh akbar di Bandar Lampung, Ahad sore (13/9/2020). Atas kejadian ini Syekh Ali Jaber mengalami luka tusukan cukup parah di bagian lengan kanannya.

Menanggapi hal ini Ketua Harian Dewan Dakwah Jabar Ustadz Roinul Balad melihat bahwa saat ini khususnya di Indonesia marwah atau kemuliaan ulama sedang diacak-acak dan direndahkan oleh musuh-musuh Islam.

iklan

“Ini bukan kejadian pertama, setidaknya dalam catatan kita ada kejadian yang lebih parah yakni di Cicalengka Bandung dimana korban luka parah dan yang lebih tragis adalah korban almarhum ustadz Prawoto yang hingga meninggal dunia,”paparnya di Kantor Dewan Dakwah Jabar, Senin (14/9/2020).

Ia pun mempertanyakan dengan tidak jelas apa motif yang sesungguhnya yang melatarbelakangi tindakan pelaku.

“ Apakah sudah demikian bencinya kepada ulama penyampai dakwah?,”tanyanya.

Menurutnya orang kafir akan menggunakan tangan siapa saja untuk memusuhi kaum muslimin dimanapun berada.

“Apa yang dialami oleh syekh Ali Jaber ini adalah salah satu bentuk konsekuensi terhadap para penyeru dakwah yang akan pada fasenya yakni fase dakwah berdarah,”sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa fase dakwah berdarah adalah dimana permusuhan dan kebencian kaum kafir termasuk kaum munafik kepada penyeru dakwah khususnya ulama bukan lagi dilakukan dengan teror mental atau psikis melain sudah menyerang secara fisik dengan menumpahkan darah.

“Saat ini di Indonesia sedang terjadi fase tersebut dimana kaum muslimin dituntut untuk menunjukkan sikap toleransi yang tinggi kepada semua orang termasuk kaum kafir, namun disisi lain dengan terencana mereka menyerang, bukan hanya dengan lisan dan tulisan melainkan sudah dengan fisik dan senjata,”jelasnya.

Untuk itu dirinya mengajak kaum muslimin perlu menyiapkan diri dengan segala kondisi saat ini baik secara individu maupun berjamaah. Ia pun mengajak bahwa semua kaum muslimin harus menjadi tameng-tameng ulama dan tameng-tameng Islam.

“Jangankan ulamanya, habaibnya, ustadznya, pimpinan umatnya, sekali pun ‘hanya’ umat atau jamaahnya, satu tetes darahnya keluar tanpa hak maka kita akan meminta pertanggungjawaban di dunia maupun di akhirat,” tegasnya.

Dirinya pun meminta aparat penegak hukum khususnya jajaran kepolisian untuk serius menangani kasus tersebut secara professional dan transparan.

Simak keterangan selengkapnya dalam video berikut ini:

5

Red: andri

Editor: iman

908