Membayangkan Orang Lain Saat Jima, Boleh atau Terlarang ?

0
184

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, mohon maaf jika pertanyaannya kurang berkenan atau kurang sopan, hanya saya perlu nasihat dan penjelasan. Apakah berdosakah jika istri membayangkan orang lain saat melayani suami (berhubungan intim) ?. Terus terang setahun ini saya kurang respek melayani suami, sebab dia pernah selingkuh. Sekali lagi mohon penjelasan dan nasihatnya. ( W via email)

 

iklan

Wa’alaykumsalam ww. Bapak, ibu  sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Ada penjelasan yang cukup menarik bahwa menurut pakar seksologi maupun kalangan psikolog bahwa yang namanya hubungan intim suami istri bukan hanya sekedar hubungan fisik namun juga melibatkan psikis.

Sehingga tujuan berhubungan intim bukan sekedar terpenuhinya unsur biologis semata. Namun adanya unsur ketenangan dan kebahagian secara psikis yakni jiwa yang bahagia.

Disisi lain dalam ajaran Islam bahwa yang namanya jima’ atau hubungan suami istri adalah ibadah yang bernilai pahala, seperti yang disampaikan Rasulullah Saw bersabda,

Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Sebab behubungan intim dengan suami istri adalah ibadah maka salah satu unsur ibadah itu harus landasi dengan niat lurus dan ikhlas. Puncak kenikmatan bersetubuh tersebut dinamakan orgasme atau faragh.

Meski tidak semua hubungan seks pasti berujung faragh, tetapi upaya optimal pencapaian faragh yang adil hukumnya wajib. Yang dimaksud faragj yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri.

Sebenarnya, hal yang paling nakal dari diri kita adalah pikiran. Karena, pikiran itu sesuatu yang tidak bisa dilihat. Sementara hukum hanya mengatur hal-hal yang lahiriah, yang dapat dilihat.

Jadi, kalau Anda bertanya mengenai halal/haram atau boleh/tidak boleh, sebenarnya itu masuk ke dalam wilayah hukum.

Hanya saja, perbuatan semacam ini menurut beberapa ulama termasuk dalam perbuatan zina hati. Penjelasannya dapat kita simak dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hubungan suami istri dengan saling membahagian adalah salah satu cara mencapai tujuan pernikahan yakni sakinah, mawaddah dan rahmah. Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima’, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni perselingkuhan.

Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib.

Hubungan intim dengan suami itu ibadah, karena ketika Anda melakukan hubungan intim dengan suami, itu bagian dari sesuatu yang dihalalkan dalam akad nikah.

Jadi tidak salah kalau tiba-tiba Anda teringat dengan seseorang yang membuat Anda (maaf) berselera ketika sedang berhubungan intim dengan suami. Lain halnya jika Anda dengan sepenuh hati meniatkan atau menyengaja untuk membayangkan laki-laki lain, ini yang salah.

Sebab, ini bisa masuk kategori dengan zina hati seperti yang diingatkan Rasulullah Saw bahwa zina mata dengan melihat,zina tangan dengan memegang dan zina hati dengan menginginkan. Untuk itu, Anda jangan terlalu bergantung kepada imajinasi Anda, karena hal itu akan membuat hati tidak sehat dalam membina rumah tangga khususnya dalam melayani suami.

Terkait solusi, menurut hemat saya, Anda harus komunikasikan dengan suami tentang hati Anda yang belum sepenuhnya bisa menerima kesalahan suami. Tentu harus disampaikan dengan tenang, tidak emosi, santun dan dalam keadaan santai.

Jika perlu Anda dan suami bisa konsultasi dengan psikolog untuk bisa saling terbuka untuk mencari solusi yang sama-sama nyaman karena masalah psikologis Anda. Sebab yang namanya luka hati itu kan susah untuk disembuhkan dari luar (orang lain) dan yang bisa mengobati tentu Anda sendiri.

Jadi, hal-hal seperti ini harus diperhatikan karena bisa mempengaruhi kehidupan rumah tangga Anda. Kembalilah kepada rambu-rambu agama supaya kehormatan kita terjaga dan keharmonisan rumah tangga dapat terus dipertahankan.

Memang bisa dipahami bahwa sakit hati karena dikhianati dalam hal ini suami selingkuh, tentu perasaan Anda sangat manusiawi. Namun Anda juga harus dapat melupakan dan kembali menatap masa depan bersama.

Sekiranya suami sudah taubat, meminta maaf dan tidak mengulangi lagi serta itu sudah dibuktikan dengan perilakunya yang baik selama ini, tidak ada salahnya jika Anda pun memaafkan suami.

Sekali lagi jalan komunikasi yang baik dan cobalah membangun kemesraan seperti dulu lagi untuk mencapai tujuan rumah tangga yang sakinah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. 

Nah, terkait pembahasan masalah dan solusi hubungan suami istri lebih detail Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “CINTA & SEKS Keluarga Muslim” yang saya tulis bersama dr Untung. Selain bahasan atau tinjauan dari sisi medis juga ada pembahasan dari sisi syari’inya sehingga jauh dari kesan jorok. Insya Allah buku ini ilmiah juga syar’iyah. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

973