Pembagian Dosa Menurut Ulama, Jangan Sepelekan

0
162
Perbuatan dosa selalu menimbulkan penyesalan ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Sebagian besar ulama sepakat bahwa dosa dibagi menjadi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Namun, berbicara dosa yang tak dirasa tidak selalu identik dengan dosa kecil. Pun, dosa tak dirasa tidak selalu berarti sebagai kecenderungan orang yang tidak sadar akan perbuatan dosa karena kecilnya.

Boleh jadi, jika kita lihat fenomena yang ada, dosa besar sekalipun tidak sedikit dianggap biasa dan tidak lagi dirasa sebagai dosa karena saking seringnya dilakukan. Tentu saja, sikap seperti itu jauh lebih berbahaya dari sekadar mengabaikan dosa yang dianggap kecil.

iklan

Dengan demikian, secara prinsip, tidak ada bedanya antara dosa kecil dan dosa besar karena keduanya memiliki potensi ancaman datangnya azab Allah. Selain keduanya juga memiliki peluang yang sama untuk diampuni Allah Swt.

Sehingga, bisa dikatakan bahwa besar dan kecilnya suatu dosa tidak diukur dengan seberapa besar

ancaman siksa yang akan diterima, namun diukur dari seberapa besar kesadaran orang terhadap dosa yang dilakukannya. Boleh jadi dosa itu kecil dan remeh, namun jika dilakukan dengan terus menerus dan tidak disertai istighfar, ia akan menjelma menjadi dosa besar.

Pun sebaliknya, boleh jadi dosanya besar, namun karena kesadaran tinggi akan akibat yang ditimbulkan, mendorongnya untuk bertobat dan tidak mengulanginya lagi, maka dosa tersebut sebetulnya menjadi kecil bahkan terhapus di hadapan Allah.

Besar kecilnya suatu dosa juga tidak bisa sepenuhnya dilihat dari jenis dosa tersebut. Terutama untuk menentukan jenis-jenis dosa kecil. Sejauh yang dapat saya amati dari sejumlah kitab-kitab rujukan, jarang sekali para ulama yang mengungkap secara rinci apa saja yang termasuk dosa kecil.

Relativitas kecilnya dosa menunjukkan bahwa sebetulnya tidak ada yang besar jika disertai tobat dan tidak ada yang kecil jika dilakukan terus menerus. Sementara, khusus mengenai jenis-jenis dosa besar, cukup gamblang diungkap dalam sejumlah ayat dan hadits.

Ibnul Qayyim pernah berkata, “Dosa-dosa besar biasanya disertai dengan rasa malu dan takut sertaanggapan besar atas dosa tersebut, sedangkan dosa kecil biasanya tidak demikian. Bahkan, yangbiasa terjadi adalah dosa kecil sering disertai dengan kurangnya rasa malu, tidak adanya perhatian dan rasa takut, serta anggapan remeh atas dosa yang dilakukan, padahal bisa jadi ini adalah tingkatan dosa yang tinggi. ”

Kebiasaan melakukan dosa biasanya berawal dari kecenderungan kita menganggap remeh perbuatan tersebut. Awalnya, hal itu terjadi karena kita membandingkan dosa yang dilakukan dengan dosadosa yang lebih besar dan berat.

Padahal, dosa adalah dosa. Walaupun “ringan” dan “kecil”, jika ditumpuk terus akan berdampak buruk pada pelakunya.

Selain dosa yang memang terhitung ringan dan kecil, banyak pula perbuatan dosa yang sudah masuk ke dalam skala besar, tetapi sudah dianggap lumrah dalam kehidupan modern dan sudah tidak menjadi beban berat lagi ketika melakukannya. [ ]

Sumber: dikutip dari buku ‘ KETIKA DOSA TAK RASA ‘ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

907