Puncak Cinta Kepada Allah, Ini Tandanya

0
180
Cinta kepada Allah akan menjadi sumber energi kebaikan dan amal shalih ( kaligrafi: istimewa)

PERCIKANIMAN.ID – – Ketika seseorang dipenuhi rasa cinta kepada Allah, dengan penuh kesadaran ia akan menerima ketentuan Allah, baik suka ataupun duka. Bila sudah demikian keadaan seorang hamba, Allah pasti akan memberikan percikan-percikan cahaya.

Kemudian Allah akan memberikan ketenangan ke dalam hatinya karena cinta Allah Yang Maha Rahman dan Rahim, Yang Maha memberikan cahaya, dan cahaya-Nya meliputi alam semesta, “cahaya di atas cahaya”.

iklan

Menurut Ibnu Sina, bila seseorang sudah mencapai klimaks cinta kepada Allah, akan bersemayam di dalam dirinya sifat-sifat berikut:

  1. Selalu bergembira dan mudah tersenyum bila bertemu sesama.
  2. Pemurah sehingga tidak berbekas lagi kecintaan pada dunia.
  3. Berani karena yakin Allah sebagai tempat berlindung.
  4. Pemaaf sebagai konsekuensi dari hatinya yang sudah dipenuhi cinta kepada Allah.
  5. Selalu lapang dada karena melihat keagungan Allah yang terbentang di alam luas, melihat substansi dari setiap fenomena yang tersaksikan sehingga menimbulkan kecintaan yang semakin mendalam kepada Allah. Di mana pun berada, ia selalu merasakan bahwa Allah selalu melihatnya dan selalu hadir bersamanya. Ke mana pun ia menghadap, di situ ada “Wajah Allah”.

Allah Swt berfirman dalam Al Quran,

(115). وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Milik Allah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah. Sesungguhnya, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 115)

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda,

“Apabila Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengar, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihat, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk memegang, dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia memohon kepada-Ku niscaya Aku mengabulkannya, seandainya ia berlindung diri kepada-Ku niscaya Aku melindunginya.” (HR. Bukhari)

Cinta kepada Allah akan menjadi sumber energi sebagai pendorong untuk mengarahkan kehidupannya dan mampu menempatkan cintanya kepada yang lain secara proposional dengan berada dalam koridor yang dicintai Allah.

Hal tersebut akan terefleksikan dengan mencintai sesama manusia, flora, fauna, bahkan pada semua makhluk Allah di alam semesta.

“Tidak sempurna iman seseorang kalau ia belum mencintai orang lain sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Cintailah olehmu makhluk yang ada di muka bumi, pasti Allah akan mencintaimu.” (H.R. Muslim)

Cinta kepada Allah dan cinta kepada seluruh makhluk yang bersumber dan bermuara pada kecintaan terhadap Allah Swt. sebagai sumber segala sesuatu, itulah yang dinamakan cinta sejati. Demikian nasihat Jalaludin Rumi.

Supremasi kebahagiaan tertinggi adalah kalau kita mampu mencintai orang lain dengan tulus tanpa pamrih, mencintai diri sendiri secara proporsional, mencintai Allah Swt. dengan penuh loyalitas, dan selalu merasa dicintai-Nya.

Inginkah hidup kita bermakna? Sering-seringlah membaca doa dan let love be your energy! Selamat berlayar mengarungi samudra cinta Allah yang tak berbatas. [ ]

Sumber: buku “ DOA ORANG – ORANG SUKSES “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

905