Hijab Muslimah: Antara Syar’i , Trendi dan Modis

0
109
jilbab hijab
jilbab hilbab hijabijab

 

Oleh: I.A.Maharani Putri*

PERCIKANIMAN.ID – – Kewajiban menutup aurat bagi wanita muslimah merupakan kewajiban yang sangat penting dan hakiki. Allah Swt. memerintahkan kepada seluruh wanita mukmin untuk melakukannya.

iklan

Karena, hal ini bertujuan untuk melindungi dan menjauhkan wanita dari berbagai tindak kriminal yang marak dilakukan oleh para pria hidung belang dan bentuk pelecehan seksual lainnya khususnya di tempat umum maupun di dunia maya. Sebagaimana yang telah Allah Swt perintahkan dan jelaskan dalam Al Quran:

 

(59).يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. ”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Azhab [33]: 59)

 

Namun, ironisnya, tujuan itu acapkali diabaikan demi tetap terlihat modis dihadapan banyak orang. Berbagai macam model dan warna kerudung dan pakaian diciptakan untuk memenuhi kebutuhan para wanita muslim agar tetap tampil modis dan trendi dengan jilbab mereka.

Warna kerudung dan pakaian itu pun dibuat dengan warna-warna yang mencolok agar menarik untuk dilihat dan menjadi tontonan yang indah bagi para pria yang melihatnya, ditambah lagi dengan kerudung yang tidak menutupi dada, sempurnalah sudah pemandangan haram itu.

Padahal, hakikatnya menutup aurat itu untuk ‘menyembunyikan’ apa yang tampak (kecantikan), bukan malah justru ‘mempertontonkannya’ dengan alasan untuk tetap tampil modis. Tetapi, wanita-wanita muslim yang sudah diperbudak oleh mode ini menganggap bahwa yang penting mereka menutup aurat, masalah dengan seperti apa mereka menutup aurat mereka, itu tidak mereka persoalkan. Paradigma ‘tetap trendi dengan berhijab’ sudah melenceng dari apa yang diperintahkan oleh Allah Swt.

Menurut aurat tidak lagi bertujuan untuk menghindari perhatian orang banyak, tetapi justru malah untuk menarik perhatian mereka.

Padahal Allah Swt. secara tersirat sudah melarang wanita untuk menyembunyikan kecantikan mereka dan memerintahkan mereka untuk menjulurkan kerudungnya sampai menutupi dada, seperti yang tercantum dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 31, yang artinya:

(31)…….وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ

“Katakanlah kepada perempuan yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung hingga batas dadanya.” (Q.S. An-Nur [24]: 31)

Oleh karena itu, sebagai seorang wanita muslim, sudah sepatutnya kita wajib mengerti hakikat menutup aurat dengan benar menurut syari’ah. Bukan diperbudak oleh tren atau mode.

“…wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berjalan berlenggok-lenggok guna membuat manusia memandangnya, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromanya. Padahal aroma surga bisa dicium dari jarak 500 tahun…” (H.R. Imam Malik)

Seperti yang diungkapkan dalam hadis diatas, wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yaitu wanita-wanita muslim yang walaupun mereka menutup aurat, tetapi tidak sesuai syariat, seperti, berpakaian ketat (memperlihatkan bentuk tubuh), tipis (transparan), dan memakai kerudung yang tidak menutupi dada.

Mereka layaknya wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunya pun tidak akan bisa. Nah loh? Ngeri banget kan.

Lain halnya jika sebagai seorang wanita muslim, kita menutup aurat sesuai syariat. Walaupun ada sebagian kalangan yang berpendapat bahwa berpakaian sesuai syariat itu kuno atau ketinggalan zaman, tapi tentu inilah yang terbaik yang harus kita pilih untuk menghindari siksa neraka.

Toh, dengan berpakaian sesuai syariat pun, kita dapat tetap tampil modis dan elegan. Dengan warna-warna yang tidak terlalu mencolok, kerudung yang menjulur menutupi dada, jilbab yang longgar dan tidak tipis, yang sederhana, kita akan terhindar dari berbagai gangguan. Baik gangguan pria-pria mata keranjang, maupun gangguan cuaca, seperti panas, debu, dan hujan. Wallahu’alam. [ ]

*Penulis adalah pegiat dakwah dan penulis buku.

4

Editor: iman

890

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email [email protected]   . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.