Puasa Sunnah Di Bulan Muharram

0
157
Lailatu Qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Bulan Muharram bulan pertama di dalam penanggalan Hijriyah yang memiliki pahala berlipat ganda apabila berbuat baik ataupun berbuat dosa. Bulan Muharram menjadi bulan yang sangat berpengaruh untuk sejarah umat Islam dan penuh akan barokah serta rahmah.

Saat bulan Muharram juga sebaiknya kita memperbanyak puasa sunnah sebab puasa yang dijalankan pada Muharram sama baiknya seperti puasa bulan Ramadhan.

iklan

Dalam sebuah haditsnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Lalu puasa sunnah apa saja di bulan Muharram ini? Selain puasa sunnah Senin – Kamis juga pertengahan bulan ( ayyumul bidh) berikut ini puasa sunnah di bulan Muharram yang sangat di anjurkan:

  1. Puasa Asyura ( tanggal 10 Muharram)

Hari Asyura merupakan hari yang selalu dijaga keutamaannya oleh Rasulullah Saw seperti dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dimana beliau berkata,

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Saw sudah bersabda jika seseorang yang melaksanakan puasa di sunnah Asyuro yakni di tanggal 10 Muharram akan mendapat pahala penebus dosa selama setahun yang sudah berlalu.

 

  1. Puasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram)

Sebagai muslim kita dilarang meniru atau menyamai orang Yahudi termasuk dalam ibadah khususnya puasa. Maka untuk menyelisihi atau membedakan puasa orang Yahudi kita disunnahkan puasa sehari sebelum tanggal 10 Muharram yakni puasa di tanggal 9 Muharram.

Satu tahun sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, beliau memiliki tekad untuk tidak berpuasa hari Asyuro yakni tanggal 10 Muharram saja, namun juga menambah puasa pada hari sebelumnya yakni puasa Tasu’a yang jatuh pada tanggal 9 Muharram dengan tujuan untuk menyelisihi puasa orang Yahudi Ahli Kitab.

Hal ini dapat kita ketahui dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan jika saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berpuasa Asyuro dan menganjurkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani”. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan (Tasu’a, untuk menyelisihi Ahli kitab)”. Ibnu ‘Abbas berkata, “Belum sampai tahun berikutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.”

 

  1. Puasa Sunnah 11 Muharram

Sebagian ulama juga menganjurkan untuk melaksanakan puasa tanggal 11 Muharram sesudah puasa Asyura.

Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar).

Dalam hadits diatas yang dihasankan Syaikh Ahmad Syakir menguatkan tentang anjuran puasa sunnah 11 Muharram dan juga diperkuat oleh hadits lainnya yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra, “Puasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.”

Ini beberapa amalan sunnah di bulan Muharram khususnya ibadah puasa. Semoga kita mampu melaksanakannya dalam mencari ridho-Nya. [ ]

Dihimpun dari berbagai sumber

5

Red: admin

Editor: iman

906