Hukum Memakai Sutrah Ketika Shalat, Wajib atau Sunnah?

0
188

PERCIKANIMAN.ID – – Sutrah artinya pembatas. Sutrah shalat artinya batas depan dari tempat yang akan dipakai shalat. Sutrah bisa berupa sajadah, karpet yang bergaris shaf, tiang masjid, dinding masjid, atau benda-benda lainnya termasuk papan kayu.

 

iklan

Sutrah berfungsi untuk menjaga kenyamanan shalat, membantu kekhusyukan dan ketertiban shalat, terutama dalam shalat berjamaah.

 

Salah satu tujuannya dengan adanya sutrah, diharapkan orang lain tidak berlalu-lalang seenaknya di hadapan orang yang sedang shalat. Dalam hal ini Rasulullah bersabda,

 

Apabila kalian shalat, simpanlah sesuatu di hadapannya. Jika tidak mendapatkannya, tancapkanlah tongkat. Apabila tidak mendapatkan tongkat, buatlah garis dan janganlah merusak shalatnya orang yang lewat di hadapannya” (H.R. Ibnu Majah).

Lalu bagaimana dengan hukum memasang sutrah sebelum shalat, baik berjamaah atau sendirian? Dalam hal ini ada perbedaan pendapat dikalangan ulama.

Sayid Sabiq rahimahullah dalam kitanya  Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq, Al Fathul Lil ‘Alam Al ‘Arobi, 1/182 menerangkan,

يستحب للمصلي أن يجعل بين يديه سترة تمنع المرور أمامه وتكف بصره عما وراءها

“Disunnahkan bagi orang yang shalat untuk meletakkan sutroh di hadapannya supaya menghalangi orang yang akan lewat dan agar pandangan tidak melihat ke arah lain.”

Sementara itu Ssalah seorang ulama dari mahzab Hambali, Al Bahuti berkata, “Menghadap sutrah tidaklah wajib dengan alasan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat di tanah lapang dan ketika itu sama sekali tidak ada sesuatu di hadapannya”.”

Demikian pula para ulama dari kalangan Hanafiyah dan Malikiyah dalam pendapat mereka yang masyhur, hukum sutrah adalah sunnah bagi imam dan bagi orang yang shalat sendirian.

Mereka berpendapat bahwa hal ini disunnahkan bagi mereka yang khawatir akan ada orang yang lewat di hadapannya. Jika tidak khawatir demikian, maka tidak disunnahkan memasang sutroh. [ ]

Sumber dikutip dari buku: “ JANGAN HANYA 5 WAKTU “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

890